Krisis memori masih menjadi tantangan besar bagi industri ponsel di seluruh dunia, termasuk di China, yang dikenal sebagai salah satu pasar terbesar. Meskipun ada pesta diskon, penjualan smartphone lokal tetap tidak mengalami peningkatan. Laporan terbaru dari firma riset Counterpoint Research menunjukkan bahwa penjualan smartphone di China mengalami penurunan sebesar 13 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) selama acara diskon "618", yang merupakan salah satu acara diskon terbesar di negara tersebut.
Festival diskon ini berlangsung dari 26 Mei hingga 21 Juni 2026 dan mirip dengan promo "tanggal kembar" di Indonesia seperti 10.10, 11.11, 12.12, dan lainnya. Acara ini awalnya diselenggarakan untuk merayakan hari jadi platform e-commerce JD.com pada 18 Juni, tetapi kini diikuti oleh hampir semua platform belanja online besar di China. Selama periode promo 618, Counterpoint mencatat bahwa hampir semua merek smartphone besar asal China mengalami penurunan penjualan dua digit dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Honor dan Xiaomi Terkena Dampak Terbesar
Honor menjadi merek yang paling terpengaruh dengan penurunan penjualan mencapai 33 persen, diikuti oleh Xiaomi yang mengalami penurunan sebesar 24 persen. Vivo dan Oppo juga mengalami penurunan masing-masing sebesar 16 persen dan 12 persen. Sementara itu, Huawei menjadi satu-satunya merek besar yang mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 19 persen secara YoY, menjadikannya sebagai pemimpin pasar selama festival 618 dengan pangsa pasar sebesar 21 persen, diikuti oleh Apple dengan pangsa pasar 18 persen. Apple sendiri mengalami penurunan penjualan sebesar 9 persen dibandingkan dengan periode festival 618 tahun lalu.
Berikut adalah pangsa pasar enam merek smartphone terlaris di China selama promo festival 618:
- Huawei: 21 persen (naik 19 persen)
- Apple: 18 persen (turun 9 persen)
- Oppo: 18 persen (turun 12 persen)
- Vivo: 17 persen (turun 16 persen)
- Xiaomi: 14 persen (turun 24 persen)
- Honor: 10 persen (turun 33 persen)
Kenaikan Harga Chip Memori Menghambat Diskon
Menurut Ivan Lam, Senior Analyst di Counterpoint Research, salah satu faktor yang menyebabkan penurunan penjualan adalah kenaikan harga chip memori. Hal ini membuat produsen smartphone kesulitan untuk memberikan diskon besar seperti yang dilakukan pada tahun lalu. Kenaikan harga chip memori, seperti DRAM dan NAND, disebabkan oleh meningkatnya permintaan dari sektor kecerdasan buatan (AI). Akibatnya, biaya produksi smartphone meningkat, sehingga produsen memiliki ruang yang lebih terbatas untuk memangkas harga.
"Ini membuat beberapa model lama maupun baru dari merek smartphone China dijual lebih mahal dibandingkan model sekelas tahun lalu," ungkap Lam. Ia juga menambahkan bahwa diskon selama festival 618 tahun ini tidak sebesar tahun lalu, baik dari segi besaran potongan harga maupun jumlah produk yang mendapatkan promosi.
Counterpoint mencatat bahwa meskipun festival 618 sempat mendorong pemulihan penjualan smartphone di bulan Juni dibandingkan bulan sebelumnya, secara keseluruhan, penjualan smartphone selama momen 618, yang dimulai sejak Mei, mengalami penurunan dan belum mampu meningkatkan kinerja bisnis para vendor smartphone.
Counterpoint memperkirakan bahwa harga smartphone di China masih berpotensi naik pada paruh kedua 2026 akibat tingginya biaya komponen. Mereka juga memprediksi bahwa pengiriman smartphone di China sepanjang tahun 2026 akan mengalami penurunan dua digit dibandingkan tahun lalu.