🔴 Breaking
Penurunan Harga Minyak Global Setelah Trump Ungkap Kemajuan Negosiasi AS-Iran Kesalahan Standar Diagnosis Kesehatan Mental Remaja Dapat Picu Depresi Tidak Terdeteksi Menteri Keuangan Lantik Tiga Direktur Jenderal Baru, Kenali Profil Mereka Temuan BPOM: Obat Batuk Palsu yang Berbahaya dan Kandungannya Pramuka UIN Saizu Resmi Luncurkan Kalimas 2026 di Banyumas OJK Perkuat Pengawasan untuk Cegah Manipulasi dan Misinformasi di Pasar Modal PPATK dan APH Diminta Audit Aliran Dana Asing yang Diduga Biayai Narasi Antinegara Kekacauan di Prancis Akibat Gelombang Panas Ekstrem, Warga Berebut AC Seribu Calon Mahasiswa Baru UIN Saizu Ikuti Ujian BQ-PI Tahap Pertama Direktorat Jenderal Pajak: Penghasilan Online dan Offline Harus Dilaporkan dalam Satu SPT Penurunan Harga Minyak Global Setelah Trump Ungkap Kemajuan Negosiasi AS-Iran Kesalahan Standar Diagnosis Kesehatan Mental Remaja Dapat Picu Depresi Tidak Terdeteksi Menteri Keuangan Lantik Tiga Direktur Jenderal Baru, Kenali Profil Mereka Temuan BPOM: Obat Batuk Palsu yang Berbahaya dan Kandungannya Pramuka UIN Saizu Resmi Luncurkan Kalimas 2026 di Banyumas OJK Perkuat Pengawasan untuk Cegah Manipulasi dan Misinformasi di Pasar Modal PPATK dan APH Diminta Audit Aliran Dana Asing yang Diduga Biayai Narasi Antinegara Kekacauan di Prancis Akibat Gelombang Panas Ekstrem, Warga Berebut AC Seribu Calon Mahasiswa Baru UIN Saizu Ikuti Ujian BQ-PI Tahap Pertama Direktorat Jenderal Pajak: Penghasilan Online dan Offline Harus Dilaporkan dalam Satu SPT
Kesehatan

Menstruasi Berkepanjangan dan Nyeri Parah? Kenali Gejala Miom dan Kista

Menstruasi yang berlangsung lebih lama dan disertai nyeri hebat sering kali diabaikan, padahal bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan pada sistem reproduksi. Penting untuk mengenali gejala yang...

Galang Mahesa

Penulis

26 June 2026
24 kali dibaca
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/simarik)
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/simarik)

Jakarta - Banyak perempuan menganggap menstruasi yang berlangsung lebih lama dari biasanya atau disertai dengan nyeri hebat sebagai hal yang biasa. Namun, perubahan yang terus-menerus dalam siklus haid dapat menjadi indikator adanya masalah kesehatan pada organ reproduksi. Berbagai gangguan pada sistem reproduksi bisa memengaruhi siklus menstruasi, menyebabkan perdarahan berlebihan, serta rasa tidak nyaman yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, sehingga kondisi ini perlu diperhatikan dengan serius.

Menstruasi yang Berkepanjangan dan Nyeri Berlebihan

Menurut Ketua Umum Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Prof D. dr Yudi Mulyana Hidayat, SpOG, Subsp.Onk, salah satu tanda utama adanya gangguan pada sistem reproduksi adalah nyeri haid yang berlebihan. Nyeri haid memang umum terjadi, tetapi jika sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti harus mengonsumsi obat pereda nyeri setiap bulan atau bahkan tidak dapat bekerja atau bersekolah, maka kondisi tersebut perlu diperhatikan lebih serius. Selain itu, durasi menstruasi yang melebihi 6 hingga 8 hari juga merupakan tanda adanya kelainan yang memerlukan penanganan segera.

Prof Yudi menekankan pentingnya memperhatikan volume darah yang keluar saat menstruasi. Jika menstruasi terlalu banyak, hal ini dapat menjadi tanda adanya miom, penebalan endometrium, atau kista, yang dapat menyebabkan kondisi lemas, pucat, dan anemia.

Gejala Miom dan Penebalan Endometrium

Miom atau fibroid rahim adalah pertumbuhan jaringan otot yang terjadi di dalam atau pada dinding rahim. Selain nyeri dan perdarahan yang berlebihan saat menstruasi, gejala lain dari miom termasuk: pendarahan di antara periode menstruasi, sering buang air kecil akibat tekanan pada kandung kemih, sembelit, perut yang membengkak, rasa kembung atau tertekan di bagian abdomen, serta nyeri saat berhubungan seksual.

Sementara itu, penebalan endometrium atau hiperplasia endometrium terjadi ketika lapisan rahim menjadi terlalu tebal. Gejala yang mungkin muncul meliputi siklus menstruasi yang lebih pendek dari 21 hari, serta perdarahan di luar masa menstruasi atau setelah menopause.

Gejala Kista Ovarium dan Diagnosis

Kista ovarium adalah kantung berisi cairan yang terbentuk di ovarium. Meskipun beberapa kista kecil tidak menunjukkan gejala, kista yang lebih besar dapat menyebabkan keluhan seperti nyeri panggul, nyeri tumpul di punggung, serta masalah saat buang air, baik itu kesulitan buang air besar atau sering buang air kecil.

Jika mengalami gejala-gejala tersebut, sebaiknya melakukan pemeriksaan Ultrasonografi (USG). USG adalah metode yang menggunakan gelombang suara untuk memvisualisasikan kondisi organ dalam tubuh. Pada pemeriksaan miom, USG dapat mendeteksi keberadaan fibroid dan ukurannya, sedangkan untuk penebalan endometrium, USG dapat menunjukkan apakah lapisan rahim terlalu tebal. USG juga dapat mendeteksi kista dan menentukan apakah kista tersebut berisi cairan atau padat. Prof Yudi menambahkan, "Karena diperiksa oleh dokter, cukup dengan USG saja ketahuan. Ada miom, ada penebalan endometrium, ada kista dan sebagainya. Itu bisa mengganggu proses haid yang normal."

Artikel Terkait