Berlangganan →
Update
--- Partai Amanat Nasional Dukung Gagasan KPK tentang Peraturan Baru --- --- Menteri Sosial Menargetkan Penyelesaian 100 Sekolah Rakyat pada Juli 2026 --- --- Transformasi Shindy Samuel: Dari 171 Kg Menjadi 61 Kg --- Investor Menunda Transaksi di Pasar Logam Mulia, Harga Emas Tidak Bergerak Signifikan --- Wakil Menteri Pertanian Ajak Kepala Desa Tingkatkan Pembangunan Pertanian --- --- Memperkuat Generasi Qur'ani, KB TK Quran Platinum Al Abidin Selenggarakan Haflatul Qur'an --- Fakta Sehat Gula Aren yang Perlu Diketahui Generasi Z --- UI Luncurkan Teknologi XPS untuk Tingkatkan Kapasitas Riset Material --- Kementerian Kelautan dan Perikanan Tegaskan Dua Kapal Ikan di Merauke Tidak Trawl --- El Rumi Tampil Anggun dengan Rompi Bergaya Regency Karya Didiet Maulana --- --- Partai Amanat Nasional Dukung Gagasan KPK tentang Peraturan Baru --- --- Menteri Sosial Menargetkan Penyelesaian 100 Sekolah Rakyat pada Juli 2026 --- --- Transformasi Shindy Samuel: Dari 171 Kg Menjadi 61 Kg --- Investor Menunda Transaksi di Pasar Logam Mulia, Harga Emas Tidak Bergerak Signifikan --- Wakil Menteri Pertanian Ajak Kepala Desa Tingkatkan Pembangunan Pertanian --- --- Memperkuat Generasi Qur'ani, KB TK Quran Platinum Al Abidin Selenggarakan Haflatul Qur'an --- Fakta Sehat Gula Aren yang Perlu Diketahui Generasi Z --- UI Luncurkan Teknologi XPS untuk Tingkatkan Kapasitas Riset Material --- Kementerian Kelautan dan Perikanan Tegaskan Dua Kapal Ikan di Merauke Tidak Trawl --- El Rumi Tampil Anggun dengan Rompi Bergaya Regency Karya Didiet Maulana ---
Kesehatan

Milenial dan Gen Z di Singapura Tunda Pernikahan dan Kelahiran Anak

Generasi milenial dan Gen Z di Singapura semakin banyak yang menunda pernikahan dan kelahiran anak, dipicu oleh berbagai faktor ekonomi dan sosial.

Chandra Kirana 24 April 2026 8 pembaca health.detik.com health.detik.com
Milenial dan Gen Z di Singapura Tunda Pernikahan dan Kelahiran Anak
health.detik.com

Di Singapura, generasi milenial dan Gen Z menunjukkan tren yang signifikan dalam menunda pernikahan dan memiliki anak. Fenomena ini terjadi di tengah meningkatnya biaya hidup dan tekanan ekonomi yang dirasakan oleh banyak orang muda di negara tersebut.


Menurut survei terbaru, banyak individu berusia 20 hingga 30 tahun memilih untuk fokus pada karier dan stabilitas finansial sebelum mempertimbangkan untuk menikah atau memiliki anak. Hal ini dipicu oleh kekhawatiran akan biaya perawatan anak dan pendidikan yang terus meningkat. Selain itu, gaya hidup yang lebih mandiri dan aspirasi untuk mengejar impian pribadi juga menjadi alasan utama penundaan ini.


Seorang ahli demografi menyatakan bahwa perubahan nilai dan prioritas di kalangan generasi muda ini dapat mengubah struktur keluarga di masa depan. "Kita melihat bahwa banyak orang muda yang lebih memilih untuk menunda komitmen jangka panjang demi mengejar kebebasan dan pengembangan diri," ujarnya.


Tren ini juga terlihat dari data statistik yang menunjukkan penurunan angka kelahiran di Singapura dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah setempat berupaya untuk mengatasi masalah ini dengan berbagai program insentif, namun tantangan tetap ada. Ke depan, penting untuk memantau bagaimana perubahan ini akan mempengaruhi demografi dan kebijakan sosial di Singapura.


Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait