🔴 Breaking
Jadwal Operasional BCA Selama Libur Tahun Baru Islam 2026 --- Kisah Wanita yang Mengabaikan Hipertensi dan Akibatnya Terhadap Kesehatan Ginjal --- UKSW Tingkatkan Kualitas Tenaga Kependidikan Melalui Sertifikasi Microsoft Excel Internasional Kunjungan Menlu Qatar ke Indonesia, Komitmen Investasi Rp 70 Triliun Ditegaskan --- Dwayne Johnson Mengalami Benjolan di Testis akibat Epididimitis, Apa Itu? --- Gugatan Terhadap OpenAI dan Sam Altman: Risiko Fatal ChatGPT Dituding Diabaikan Pendaftaran Mahasiswa Baru UIN Saizu Melalui Jalur UM-Mandiri CBT 2026 Segera Dibuka Kemenhub Temukan Banyak Pelanggaran di 115 Terminal Bus Kandungan Gizi Tinggi Ikan Gabus, Potensi Superfood dari UGM Inovasi China dalam Menciptakan 'Matahari Buatan' yang Revolusioner Jadwal Operasional BCA Selama Libur Tahun Baru Islam 2026 --- Kisah Wanita yang Mengabaikan Hipertensi dan Akibatnya Terhadap Kesehatan Ginjal --- UKSW Tingkatkan Kualitas Tenaga Kependidikan Melalui Sertifikasi Microsoft Excel Internasional Kunjungan Menlu Qatar ke Indonesia, Komitmen Investasi Rp 70 Triliun Ditegaskan --- Dwayne Johnson Mengalami Benjolan di Testis akibat Epididimitis, Apa Itu? --- Gugatan Terhadap OpenAI dan Sam Altman: Risiko Fatal ChatGPT Dituding Diabaikan Pendaftaran Mahasiswa Baru UIN Saizu Melalui Jalur UM-Mandiri CBT 2026 Segera Dibuka Kemenhub Temukan Banyak Pelanggaran di 115 Terminal Bus Kandungan Gizi Tinggi Ikan Gabus, Potensi Superfood dari UGM Inovasi China dalam Menciptakan 'Matahari Buatan' yang Revolusioner
Kesehatan

Milenial dan Gen Z di Singapura Tunda Pernikahan dan Kelahiran Anak

Generasi milenial dan Gen Z di Singapura semakin banyak yang menunda pernikahan dan kelahiran anak, dipicu oleh berbagai faktor ekonomi dan sosial.

Chandra Kirana

Penulis

24 April 2026
56 kali dibaca
Milenial dan Gen Z di Singapura Tunda Pernikahan dan Kelahiran Anak
Sumber gambar: health.detik.com

Di Singapura, generasi milenial dan Gen Z menunjukkan tren yang signifikan dalam menunda pernikahan dan memiliki anak. Fenomena ini terjadi di tengah meningkatnya biaya hidup dan tekanan ekonomi yang dirasakan oleh banyak orang muda di negara tersebut.


Menurut survei terbaru, banyak individu berusia 20 hingga 30 tahun memilih untuk fokus pada karier dan stabilitas finansial sebelum mempertimbangkan untuk menikah atau memiliki anak. Hal ini dipicu oleh kekhawatiran akan biaya perawatan anak dan pendidikan yang terus meningkat. Selain itu, gaya hidup yang lebih mandiri dan aspirasi untuk mengejar impian pribadi juga menjadi alasan utama penundaan ini.


Seorang ahli demografi menyatakan bahwa perubahan nilai dan prioritas di kalangan generasi muda ini dapat mengubah struktur keluarga di masa depan. "Kita melihat bahwa banyak orang muda yang lebih memilih untuk menunda komitmen jangka panjang demi mengejar kebebasan dan pengembangan diri," ujarnya.


Tren ini juga terlihat dari data statistik yang menunjukkan penurunan angka kelahiran di Singapura dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah setempat berupaya untuk mengatasi masalah ini dengan berbagai program insentif, namun tantangan tetap ada. Ke depan, penting untuk memantau bagaimana perubahan ini akan mempengaruhi demografi dan kebijakan sosial di Singapura.


Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait