Isu yang beredar mengenai vaksin Human Papillomavirus (HPV) yang diklaim dapat menyebabkan rahim kering, masalah haid, hingga kemandulan telah dibantah. Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, seorang dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan yang juga merupakan konsultan di bidang fertilitas endokrinologi reproduksi, menegaskan bahwa vaksin HPV adalah aman dan tidak berdampak negatif pada organ reproduksi perempuan.
"Itu mitos. Vaksin HPV sangat aman, tidak memicu gangguan kesuburan, tidak menyebabkan gangguan haid. Dia hanya menyebabkan respons imun terhadap infeksi humanpapillomavirus perempuan lebih kebal, sehingga jika terjadi infeksi HPV tidak berkembang, tidak menyebabkan kelainan di mulut rahim," jelas Budi.
Pentingnya Vaksin HPV
Vaksin HPV berfungsi sebagai langkah perlindungan utama untuk mencegah anak perempuan dan laki-laki dari risiko terinfeksi virus HPV, yang merupakan penyebab utama kanker leher rahim (serviks). Selain itu, beberapa jenis virus HPV juga dapat memicu kanker di area kulit, kelamin, dan tenggorokan.
Rute Penularan Virus HPV
Penularan virus HPV dapat terjadi melalui dua cara utama. Pertama, melalui rute seksual, yaitu melalui aktivitas seksual yang melibatkan kontak fisik seperti vagina, anal, maupun oral. Kedua, rute non-seksual, yang mencakup penularan dari ibu ke anak saat persalinan normal, serta melalui paparan infeksi di lingkungan rumah sakit.
Target Vaksinasi 2030
Untuk mencapai target pengurangan kasus kanker leher rahim menjadi 4 per 100.000 penduduk setiap tahun pada tahun 2030, perluasan cakupan imunisasi HPV bagi anak laki-laki dan perempuan menjadi sangat penting. Pemberian vaksinasi ini juga telah diselaraskan dengan panduan dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk kelompok anak dan remaja.
Untuk anak perempuan, vaksin diberikan satu dosis pada usia 11 tahun (imunisasi rutin), serta imunisasi kejar pada usia 12 dan 15 tahun. Sementara untuk anak laki-laki, vaksin diberikan satu dosis pada usia 11 tahun secara bertahap, dan imunisasi kejar pada usia 12 tahun di daerah yang telah melaksanakan pemberian dosis pertama.