Pendidikan

Mudik: Sebagai Sumber Energi dan Motivasi bagi Perantau menurut Dosen Unesa

Senin, 23 Maret 2026, 05:36 WIB 8 views 2 menit baca
Mudik: Sebagai Sumber Energi dan Motivasi bagi Perantau menurut Dosen Unesa
Bagikan:

Tradisi mudik menjadi momen penting bagi banyak perantau, terutama menjelang hari raya. Fenomena ini bukan hanya sekedar pulang kampung, tetapi juga berfungsi sebagai sarana untuk mengisi ulang energi dan mendapatkan motivasi baru. Menurut Dr. Joko Santoso, seorang dosen di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), mudik memberikan kesempatan bagi individu untuk kembali ke akarnya, menjalin hubungan dengan keluarga dan teman-teman, serta merefleksikan diri.

Dr. Joko menjelaskan bahwa mudik merupakan waktu yang ditunggu-tunggu oleh banyak perantau setelah lama menghabiskan waktu di perantauan. “Kembali ke rumah dapat memberikan perasaan yang berbeda, sebuah kebahagiaan dan ketenangan,” ujarnya. Kegiatan ini juga menjadi momen untuk memperkuat ikatan emosional dengan keluarga, yang sering kali terhalang oleh jarak dan kesibukan sehari-hari.

Tradisi ini juga memiliki makna mendalam dalam konteks sosial dan budaya. Mudik memungkinkan para perantau untuk berbagi pengalaman dan cerita dengan orang-orang terdekat. “Interaksi semacam ini bisa menjadi stimulan untuk meningkatkan semangat dan motivasi, terutama setelah menghadapi berbagai tantangan di perantauan,” tambahnya.

Dalam pandangannya, mudik tak hanya berdampak pada individu, tetapi juga pada masyarakat secara keseluruhan. Proses berkumpulnya keluarga dan reuni dapat memupuk rasa solidaritas dan kebersamaan antaranggota keluarga serta masyarakat. “Kebersamaan yang terjalin saat mudik ini bisa menjadi sumber dukungan emosional yang sangat dibutuhkan oleh seseorang setelah menghadapi tantangan dalam hidupnya,” jelas Dr. Joko.

Namun, perjalanan mudik juga tidak tanpa tantangan. Menurut data yang ada, arus mudik sering kali diwarnai dengan kemacetan dan isu keselamatan di jalan. “Oleh karena itu, sangat penting bagi para perantau untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin agar perjalanan kembali ke rumah dapat berjalan dengan lancar dan aman,” papar Dr. Joko. Ia menganjurkan pemudik untuk merencanakan perjalanan mereka dengan baik, termasuk memilih waktu yang tepat untuk berangkat dan mematuhi aturan lalu lintas.

Dengan demikian, mudik bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan emosional yang membawa makna mendalam bagi para perantau. Sebagai penguat motivasi, tradisi ini memberikan kesempatan untuk berkumpul dengan orang-orang tercinta serta mengisi ulang energi untuk kembali berjuang di tempat yang telah menjadi ladang penghidupan mereka.

Ke depan, diharapkan masyarakat dapat terus menjaga nilai-nilai mulia yang terkandung dalam tradisi mudik sekaligus meningkatkan kesadaran akan keselamatan saat melakukan perjalanan. Sejalan dengan itu, berbagai upaya dari pihak terkait juga perlu dilakukan untuk mendukung kelancaran arus mudik di setiap tahunnya.

C

Penulis

Chandra Kirana

Penulis di Poros Berita

Sumber: www.kompas.com kompas.com

Berita Terkait