🔴 Breaking
Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh 28 Tahun Reformasi: Kritik Itu Perlu, Provokasi Itu Berbeda Soeharto, IMF, dan Pelajaran bagi Indonesia Hari Ini: Ketika Kedaulatan Ekonomi Jadi Sorotan Publik Di Tengah Gelombang Kritik dan Provokasi, Pemerintah Terus Jalankan Program untuk Rakyat BEM Nusantara DIY Gelar Ruang Perempuan dalam Peringatan Hari Buku Nasional 2026 BPOM Menyatakan Bogor-Depok Dalam Keadaan Darurat Penyalahgunaan Obat Danantara Luncurkan BUMN Baru untuk Pengelolaan Transaksi Ekspor Meta Lakukan PHK Besar-besaran, Karyawan di Singapura Terima Email Pemecatan Dini Hari Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh 28 Tahun Reformasi: Kritik Itu Perlu, Provokasi Itu Berbeda Soeharto, IMF, dan Pelajaran bagi Indonesia Hari Ini: Ketika Kedaulatan Ekonomi Jadi Sorotan Publik Di Tengah Gelombang Kritik dan Provokasi, Pemerintah Terus Jalankan Program untuk Rakyat BEM Nusantara DIY Gelar Ruang Perempuan dalam Peringatan Hari Buku Nasional 2026 BPOM Menyatakan Bogor-Depok Dalam Keadaan Darurat Penyalahgunaan Obat Danantara Luncurkan BUMN Baru untuk Pengelolaan Transaksi Ekspor Meta Lakukan PHK Besar-besaran, Karyawan di Singapura Terima Email Pemecatan Dini Hari
Pendidikan

Mudik: Sebagai Sumber Energi dan Motivasi bagi Perantau menurut Dosen Unesa

Dosen Unesa menjelaskan bahwa tradisi mudik memberikan kesempatan bagi perantau untuk mengisi ulang energi dan memperkuat motivasi mereka melalui interaksi dengan keluarga.

Chandra Kirana

Penulis

23 March 2026
46 kali dibaca
Mudik: Sebagai Sumber Energi dan Motivasi bagi Perantau menurut Dosen Unesa
Sumber gambar: kompas.com

Tradisi mudik menjadi momen penting bagi banyak perantau, terutama menjelang hari raya. Fenomena ini bukan hanya sekedar pulang kampung, tetapi juga berfungsi sebagai sarana untuk mengisi ulang energi dan mendapatkan motivasi baru. Menurut Dr. Joko Santoso, seorang dosen di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), mudik memberikan kesempatan bagi individu untuk kembali ke akarnya, menjalin hubungan dengan keluarga dan teman-teman, serta merefleksikan diri.

Dr. Joko menjelaskan bahwa mudik merupakan waktu yang ditunggu-tunggu oleh banyak perantau setelah lama menghabiskan waktu di perantauan. “Kembali ke rumah dapat memberikan perasaan yang berbeda, sebuah kebahagiaan dan ketenangan,” ujarnya. Kegiatan ini juga menjadi momen untuk memperkuat ikatan emosional dengan keluarga, yang sering kali terhalang oleh jarak dan kesibukan sehari-hari.

Tradisi ini juga memiliki makna mendalam dalam konteks sosial dan budaya. Mudik memungkinkan para perantau untuk berbagi pengalaman dan cerita dengan orang-orang terdekat. “Interaksi semacam ini bisa menjadi stimulan untuk meningkatkan semangat dan motivasi, terutama setelah menghadapi berbagai tantangan di perantauan,” tambahnya.

Dalam pandangannya, mudik tak hanya berdampak pada individu, tetapi juga pada masyarakat secara keseluruhan. Proses berkumpulnya keluarga dan reuni dapat memupuk rasa solidaritas dan kebersamaan antaranggota keluarga serta masyarakat. “Kebersamaan yang terjalin saat mudik ini bisa menjadi sumber dukungan emosional yang sangat dibutuhkan oleh seseorang setelah menghadapi tantangan dalam hidupnya,” jelas Dr. Joko.

Namun, perjalanan mudik juga tidak tanpa tantangan. Menurut data yang ada, arus mudik sering kali diwarnai dengan kemacetan dan isu keselamatan di jalan. “Oleh karena itu, sangat penting bagi para perantau untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin agar perjalanan kembali ke rumah dapat berjalan dengan lancar dan aman,” papar Dr. Joko. Ia menganjurkan pemudik untuk merencanakan perjalanan mereka dengan baik, termasuk memilih waktu yang tepat untuk berangkat dan mematuhi aturan lalu lintas.

Dengan demikian, mudik bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan emosional yang membawa makna mendalam bagi para perantau. Sebagai penguat motivasi, tradisi ini memberikan kesempatan untuk berkumpul dengan orang-orang tercinta serta mengisi ulang energi untuk kembali berjuang di tempat yang telah menjadi ladang penghidupan mereka.

Ke depan, diharapkan masyarakat dapat terus menjaga nilai-nilai mulia yang terkandung dalam tradisi mudik sekaligus meningkatkan kesadaran akan keselamatan saat melakukan perjalanan. Sejalan dengan itu, berbagai upaya dari pihak terkait juga perlu dilakukan untuk mendukung kelancaran arus mudik di setiap tahunnya.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait