🔴 Breaking
Kesehatan

Naniek Sudaryati Ungkap 'Trauma Akut' Usai Mundur dari Jabatan Kepala BGN

Mantan Kepala Badan Gizi Nasional, Naniek Sudaryati Deyang, mengungkapkan pengunduran dirinya karena alasan kesehatan dan menyebutkan pengalaman traumatis terkait keuangan. Ia juga menyatakan kemungki...

Raihan Fadhila

Penulis

22 July 2026
8 kali dibaca
Foto: Nanik S Deyang mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) sekaligus pamit ke Presiden Prabowo Subianto (Dok Instagram Dirgayuza)
Foto: Nanik S Deyang mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) sekaligus pamit ke Presiden Prabowo Subianto (Dok Instagram Dirgayuza)

Jakarta - Naniek Sudaryati Deyang, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), mengungkapkan bahwa ia mengalami 'trauma akut' terkait masalah keuangan setelah memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya demi kesehatan. Pernyataan ini disampaikan melalui akun Facebook pribadinya pada Rabu (22/7).

Dalam unggahan tersebut, Naniek menyebutkan bahwa Presiden Prabowo Subianto mungkin akan meminta dirinya untuk tetap terlibat dalam pengawasan BGN melalui pembentukan dewan pengawas. "Presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN. Kemungkinan Presiden akan membentuk dewan pengawas, di mana saya disuruh menjadi ketua dewan pengawasnya," tulisnya.

Keputusan Mundur dan Kesehatan

Naniek menambahkan bahwa ia masih bersedia memberikan masukan, asalkan tidak terlibat langsung dalam urusan keuangan. "Kalau mencereweti kayaknya masih bisa, yang penting tidak berhubungan dengan pegang uang, sumpah trauma akuttt," ungkapnya sambil menambahkan emoji tertawa.

Dalam kesempatan yang sama, ia menjelaskan bahwa pengunduran dirinya sebagai Kepala BGN disebabkan oleh kebutuhan untuk menjalani pengobatan jantung di luar negeri. "Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya," ujarnya. Meskipun tidak lagi menjabat, Naniek menegaskan komitmennya untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Trauma Akut dan Dampaknya

Trauma akut adalah respons emosional yang intens akibat peristiwa berbahaya, yang dapat berkembang menjadi gangguan stres pascatrauma (PTSD) jika gejalanya bertahan lebih dari satu bulan. Gejala yang muncul biasanya meliputi ingatan yang terus muncul, perubahan suasana hati yang negatif, serta perasaan terasing dari realitas.

Gejala trauma akut dapat muncul dalam rentang waktu tiga hari hingga satu bulan setelah peristiwa traumatis. Beberapa gejala tersebut antara lain adalah kilas balik terhadap kejadian traumatis, mimpi buruk, dan kesulitan dalam merasakan emosi positif. Selain itu, individu yang mengalami trauma akut mungkin juga menunjukkan peningkatan kewaspadaan, kesulitan tidur, serta mudah marah.

Dengan pengunduran dirinya, Naniek berharap dapat fokus pada pemulihan kesehatan sambil tetap memberikan dukungan bagi program-program yang bermanfaat bagi masyarakat.

Artikel Terkait