🔴 Breaking
Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh 28 Tahun Reformasi: Kritik Itu Perlu, Provokasi Itu Berbeda Soeharto, IMF, dan Pelajaran bagi Indonesia Hari Ini: Ketika Kedaulatan Ekonomi Jadi Sorotan Publik Di Tengah Gelombang Kritik dan Provokasi, Pemerintah Terus Jalankan Program untuk Rakyat BEM Nusantara DIY Gelar Ruang Perempuan dalam Peringatan Hari Buku Nasional 2026 BPOM Menyatakan Bogor-Depok Dalam Keadaan Darurat Penyalahgunaan Obat Danantara Luncurkan BUMN Baru untuk Pengelolaan Transaksi Ekspor Meta Lakukan PHK Besar-besaran, Karyawan di Singapura Terima Email Pemecatan Dini Hari Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh 28 Tahun Reformasi: Kritik Itu Perlu, Provokasi Itu Berbeda Soeharto, IMF, dan Pelajaran bagi Indonesia Hari Ini: Ketika Kedaulatan Ekonomi Jadi Sorotan Publik Di Tengah Gelombang Kritik dan Provokasi, Pemerintah Terus Jalankan Program untuk Rakyat BEM Nusantara DIY Gelar Ruang Perempuan dalam Peringatan Hari Buku Nasional 2026 BPOM Menyatakan Bogor-Depok Dalam Keadaan Darurat Penyalahgunaan Obat Danantara Luncurkan BUMN Baru untuk Pengelolaan Transaksi Ekspor Meta Lakukan PHK Besar-besaran, Karyawan di Singapura Terima Email Pemecatan Dini Hari
Politik

Pemakaman Militer Mantan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono Dipimpin Menteri Sjafrie Sjamsoeddin

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memimpin upacara pemakaman militer untuk Juwono Sudarsono, mantan Menteri Pertahanan yang mengabdikan dirinya untuk bangsa Indonesia.

Aditya Surya

Penulis

29 March 2026
43 kali dibaca
Pemakaman Militer Mantan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono Dipimpin Menteri Sjafrie Sjamsoeddin
Sumber gambar: antaranews.com

Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, memimpin upacara pemakaman secara militer untuk mantan Menteri Pertahanan, Juwono Sudarsono, yang berlangsung di Taman Makam Pahlawan Nasional, Kalibata, Jakarta. Peristiwa ini merupakan penghormatan terakhir bagi sosok yang telah berkontribusi signifikan dalam pertahanan negara. Juwono Sudarsono, yang meninggal pada usia 74 tahun, dikenal sebagai salah satu tokoh strategis dalam sejarah politik dan militer Indonesia.

Juwono Sudarsono menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada periode 1999 hingga 2001. Dalam masa kepemimpinannya, ia dikenal dengan kebijakan yang berfokus pada reformasi dan modernisasi angkatan bersenjata. Upacara pemakaman ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, anggota keluarga, serta rekan-rekan sejawatnya. Sesaat sebelum upacara dimulai, Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan bahwa, “Juwono Sudarsono adalah figur yang memiliki visi besar untuk pertahanan negara. Dedikasi dan komitmennya akan selalu dikenang.”

Proses pemakaman yang dilaksanakan dengan khidmat ini melibatkan pengibaran bendera merah putih dan penghormatan militer, yang menandakan pengakuan atas jasa-jasanya. Selain itu, upacara juga disertai dengan tembakan salvo sebagai tanda penghormatan terakhir. Menurut salah satu rekan dekatnya, “Juwono selalu menekankan pentingnya profesionalisme dalam militer dan keamanan nasional. Dia adalah sosok yang inspiratif.”

Juwono Sudarsono dikenal tidak hanya sebagai seorang pemimpin tetapi juga sebagai seorang akademisi yang berpengaruh. Sebelum menduduki posisi sebagai Menteri Pertahanan, ia adalah seorang profesor dan pernah mengajar di beberapa universitas ternama di Indonesia. Dengan latar belakang pendidikan yang kuat, ia dipandang mampu membawa perspektif baru dalam kebijakan pertahanan. “Kita kehilangan seorang pemikir yang brilian dan seorang pemimpin yang tegas,” kata seorang kolega yang hadir di pemakaman.

Pada saat yang sama, keluarga Juwono mengungkapkan rasa duka mendalam atas kepergiannya. Mereka menghargai semua dukungan dan penghargaan yang diberikan oleh masyarakat dan negara. “Kami berterima kasih atas semua doa dan dukungan yang kami terima. Juwono selalu mencintai negara ini dan berusaha memberikan yang terbaik,” ungkap salah satu anggota keluarga.

Dengan pemakaman ini, diharapkan jasa-jasanya akan selalu dikenang dan menginspirasi generasi penerus untuk melanjutkan perjuangan dalam menjaga kedaulatan dan keamanan negara. Pemerintah berencana untuk melanjutkan program-program yang telah dirintis oleh Juwono dalam upaya memperkuat sistem pertahanan Indonesia. Masyarakat pun diharapkan dapat mengambil pelajaran dari dedikasi dan komitmen yang ditunjukkan oleh sosok beliau selama hidupnya.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait