🔴 Breaking
KBMI–KBPBI Tidak Rencanakan Aksi Oktober, Daeng Wahidin Ungkap Agenda Pertemuan dengan Kapolri Elon Musk Mengakui Ketidaktahuannya dalam Pembuatan Chip, Namun Bertekad Mendirikan Pabrik Sendiri Paus Leo XIV Harus Jalani Operasi Pengangkatan Nodul Paru Siswa SDII Al Abidin Surakarta Berhasil Masuk Nasional OMI 2026 di Matematika BNI Segera Tindak Lanjuti Bantuan untuk Korban Banjir di Padang Kenaikan Harga Pangan Nasional: Cabai Merah Keriting Mencapai Rp155 Ribu per Kg Pertamina Tingkatkan Kesiapan UMKM untuk Pasar Global Melalui Pelatihan Ekspor Pemerintah Tambah Anggaran BPJS Kesehatan Sebesar Rp 20 Triliun Secara Bertahap Dua Pria Terbakar Setelah Gagal Melarikan Diri Usai Mencuri Motor di Koja --- PAN Siap Dukung Prabowo di Pilpres 2029, Berikut Alasannya --- KBMI–KBPBI Tidak Rencanakan Aksi Oktober, Daeng Wahidin Ungkap Agenda Pertemuan dengan Kapolri Elon Musk Mengakui Ketidaktahuannya dalam Pembuatan Chip, Namun Bertekad Mendirikan Pabrik Sendiri Paus Leo XIV Harus Jalani Operasi Pengangkatan Nodul Paru Siswa SDII Al Abidin Surakarta Berhasil Masuk Nasional OMI 2026 di Matematika BNI Segera Tindak Lanjuti Bantuan untuk Korban Banjir di Padang Kenaikan Harga Pangan Nasional: Cabai Merah Keriting Mencapai Rp155 Ribu per Kg Pertamina Tingkatkan Kesiapan UMKM untuk Pasar Global Melalui Pelatihan Ekspor Pemerintah Tambah Anggaran BPJS Kesehatan Sebesar Rp 20 Triliun Secara Bertahap Dua Pria Terbakar Setelah Gagal Melarikan Diri Usai Mencuri Motor di Koja --- PAN Siap Dukung Prabowo di Pilpres 2029, Berikut Alasannya ---
Ekonomi

Pemerintah Tambah Anggaran BPJS Kesehatan Sebesar Rp 20 Triliun Secara Bertahap

Pemerintah Indonesia mengalokasikan tambahan dana Rp 20 triliun untuk BPJS Kesehatan yang akan dicairkan secara bertahap hingga bulan November. Kebijakan ini diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan No...

Fehardian Rahaja

Penulis

13 October 2026
6 kali dibaca
Menteri Keuangan Suahasil Nazara saat konferensi pers APBN KiTa di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (9/10/2026). [Dok. Kemenkeu]
Menteri Keuangan Suahasil Nazara saat konferensi pers APBN KiTa di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (9/10/2026). [Dok. Kemenkeu]

Pemerintah Indonesia telah memutuskan untuk memberikan tambahan anggaran sebesar Rp 20 triliun kepada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Penyaluran dana ini dilakukan secara bertahap, dengan pencairan pertama berlangsung pada bulan ini dan sisanya akan disalurkan pada bulan depan. Kebijakan ini diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 73 Tahun 2026.

Rincian Pencairan Anggaran

Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan bahwa pencairan awal sebesar Rp 10 triliun telah dilakukan pada bulan ini, dan sisanya sebesar Rp 10 triliun akan dicairkan pada bulan berikutnya. Dalam konferensi pers yang diadakan di Kantor Kementerian Keuangan, Suahasil menjelaskan, “Telah dikeluarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 73 Tahun 2026, yang memberikan suntikan tambahan untuk BPJS Kesehatan sebesar Rp 20 triliun. Cair bulan ini Rp 10 triliun, bulan depan akan kita cairkan lagi Rp 10 triliun.”

Tujuan Penambahan Anggaran

Suahasil menekankan bahwa suntikan dana ini bertujuan untuk menutupi defisit yang dialami oleh BPJS Kesehatan. Ia berharap bahwa tambahan anggaran ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. “Ini untuk membantu supaya BPJS Kesehatan, klaim menjaga kesehatan masyarakat itu meningkat. BPJS Kesehatan defisit, lalu kemudian kita lihat bahwa supaya BPJS Kesehatan bisa terus melayani masyarakat, terus membayari fasilitas kesehatan, dia membutuhkan tambahan suntikan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Suahasil menyatakan bahwa anggaran tambahan ini termasuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang tercantum dalam PMK Nomor 73 Tahun 2026. Dengan adanya suntikan dana ini, total dana yang disetorkan APBN ke BPJS Kesehatan tahun ini diperkirakan mencapai antara Rp 67 triliun hingga Rp 68 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp 47 triliun merupakan iuran dari masyarakat tidak mampu yang ditanggung oleh pemerintah. “Jadi ibaratnya itu dari APBN sekarang adalah Rp 47 triliun untuk PBI, plus Rp 20 triliun untuk suntikan. Jadi kira-kira dari APBN itu sekarang menjadi Rp 67-Rp 68 triliun,” tutup Suahasil.

Artikel Terkait