🔴 Breaking
Kesehatan

Penelitian Mengungkap Cara Otak Memperbarui Memori dengan Informasi Baru

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh tiga lembaga di Spanyol menjelaskan bagaimana neuron di hipokampus berfungsi untuk mempertahankan memori dan menyimpan informasi baru. Temuan ini memberikan wawas...

Raihan Fadhila

Penulis

05 October 2026
4 kali dibaca
Foto: Getty Images/saifulasmee chede
Foto: Getty Images/saifulasmee chede

Jakarta - Penelitian kolaboratif yang melibatkan tiga institusi di Spanyol telah mengungkapkan cara kerja neuron tertentu di hipokampus dalam mempertahankan memori yang telah ada, sekaligus memungkinkan otak untuk menyimpan informasi baru mengenai suatu peristiwa. Sebagai ilustrasi, bayangkan sebuah bangunan di lingkungan yang sedang direnovasi. Otak manusia mampu mengingat tiga fase penting: kondisi sebelum renovasi, proses pembangunan, dan hasil akhir setelah proyek selesai. Namun, bagaimana otak dapat menyimpan ketiga memori tersebut tanpa mencampurkannya?

Institut Ilmu Saraf, sebuah pusat penelitian yang merupakan hasil kerja sama antara Dewan Riset Nasional Spanyol (CSIC) dan Universitas Miguel Hernández, percaya bahwa mereka telah menemukan mekanisme neurologis yang berperan dalam proses ini. Hasil penelitian mereka dipublikasikan dalam jurnal PLOS Biology.

Peran Girus Dentatus dalam Pembentukan Memori

Tim dari Laboratorium Plastisitas Jaringan Neuronal menduga bahwa otak memanfaatkan bagian dari hipokampus yang dikenal sebagai girus dentatus, yang berfungsi dalam pembentukan memori baru. Di area ini, jenis neuron tertentu menghambat aktivitas sel-sel lain, sehingga membantu otak dalam mengintegrasikan pengalaman baru.

Untuk menguji hipotesis ini, para peneliti melakukan studi tentang proses penghambatan pada tikus dengan cara meningkatkan atau mengurangi aktivitas neuron tersebut. "Ketika tingkat penghambatan lebih rendah dari biasanya, perilaku mereka lebih menunjukkan kemampuan mengingat kembali yang lebih baik dan ingatan yang lebih detail," ungkap Encarni Marcos, salah satu penulis utama studi dan kepala bidang penelitian di IN CSIC-UMH.

Dinamika Penghambatan dalam Memori

Akan tetapi, tidak ada tingkat penghambatan tertentu yang selalu lebih baik atau lebih buruk dalam mempertahankan informasi. Model komputasi yang digunakan tim dalam penelitian menunjukkan bahwa saat beban informasi yang harus diingat masih rendah, pengurangan aktivitas penghambatan dapat memberikan keuntungan. Namun, kondisi ini tidak berlaku ketika jumlah informasi meningkat secara signifikan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa, tergantung pada jenis memori yang dibentuk, girus dentatus di hipokampus dapat mendorong masuknya informasi baru atau, sebaliknya, menjaga memori yang sudah ada agar tidak mudah terpengaruh oleh rangsangan baru. Hal ini bergantung pada pentingnya konteks atau, sebagaimana dijelaskan oleh tim peneliti, tuntutan dari tugas yang sedang dilakukan. "Kesimpulan yang kami peroleh dari hasil ini adalah adanya mekanisme yang secara dinamis menyesuaikan cara kerja otak melalui proses penghambatan," kata Marcos.

Artikel Terkait