🔴 Breaking
Kesehatan

Penelitian Mengungkap Mikroplastik dalam Darah Pasien Serangan Jantung

Sebuah studi terbaru menemukan adanya mikroplastik dan nanoplastik dalam darah pasien yang mengalami serangan jantung, menunjukkan potensi bahaya polusi plastik bagi kesehatan pembuluh darah.

Maya Soraya Larasati

Penulis

24 July 2026
12 kali dibaca
Foto ilustrasi: Getty Images/Chinnapong
Foto ilustrasi: Getty Images/Chinnapong

Jakarta - Penelitian terbaru mengungkapkan temuan mengejutkan mengenai dampak bahan plastik terhadap kesehatan pembuluh darah. Mikroplastik dan nanoplastik ditemukan dalam darah pasien yang mengalami serangan jantung, dengan konsentrasi yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan individu yang memiliki kondisi jantung stabil.

Studi yang dilakukan di Italia dan dipublikasikan dalam European Heart Journal ini menganalisis sampel darah dari arteri koroner, yaitu pembuluh darah utama yang menyuplai oksigen ke jantung, dari 61 pasien yang menjalani prosedur angiogram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir 84 persen dari pasien yang mengalami serangan jantung akut memiliki mikroplastik dan nanoplastik dalam darah mereka. Sebagai perbandingan, partikel plastik ini hanya terdeteksi pada 40 persen pasien dengan penyakit jantung kronis dan 32 persen pada individu dengan pembuluh darah normal.

Dominasi Jenis Plastik

Jenis plastik yang paling banyak ditemukan dalam darah pasien adalah polietilen, yang merupakan bahan umum untuk kantong belanja dan botol plastik sekali pakai. Bahan ini terdeteksi pada 97 persen pasien yang positif mengandung mikroplastik.

Hubungan Mikroplastik dan Serangan Jantung

Ahli diet kardiologi preventif, Michelle Routhenstein, menjelaskan bahwa studi ini memperkuat dugaan mengenai keterlibatan polusi lingkungan dalam peradangan dan kerusakan pembuluh darah. Namun, ia menekankan bahwa penelitian ini bersifat observasional, sehingga hanya menunjukkan adanya hubungan, bukan hubungan sebab-akibat yang langsung. "Meskipun temuan ini menarik dan menyoroti pentingnya memperhatikan faktor lingkungan yang dapat berkontribusi pada peradangan dan cedera pembuluh darah, temuan ini tidak membuktikan bahwa plastik secara langsung menyebabkan serangan jantung," jelas Routhenstein.

Penelitian juga menemukan bahwa riwayat merokok merupakan faktor pemicu terkuat yang terkait dengan keberadaan partikel plastik dalam aliran darah.

Tips Mengurangi Paparan Mikroplastik

Walaupun penelitian ini masih dalam tahap pengembangan, ada baiknya untuk mulai membatasi paparan partikel plastik dalam kehidupan sehari-hari demi menjaga kesehatan jantung. Routhenstein memberikan beberapa tips praktis, antara lain:

  • Ganti wadah makanan: Gunakan wadah berbahan kaca atau keramik untuk menyimpan makanan, alih-alih menggunakan wadah plastik.
  • Hindari memanaskan plastik: Jangan memanaskan makanan di dalam microwave menggunakan wadah plastik.
  • Kurangi penggunaan botol sekali pakai: Batasi penggunaan botol air minum plastik sekali pakai, terutama yang sering terpapar panas matahari.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan dapat mengurangi risiko kesehatan yang mungkin disebabkan oleh mikroplastik.

Artikel Terkait