🔴 Breaking
Kesehatan

Pengaruh Waktu Makan terhadap Kesehatan Otak

Penelitian menunjukkan bahwa tidak hanya jenis makanan yang dikonsumsi, tetapi juga waktu makan dapat memengaruhi kesehatan otak, terutama pada orang dewasa yang lebih tua.

Fayra Nugroho

Penulis

31 July 2026
5 kali dibaca
Foto: Ilustrasi otak (Getty Images/ThitareeSarmkasat)
Foto: Ilustrasi otak (Getty Images/ThitareeSarmkasat)

Jakarta - Kesehatan otak dipengaruhi oleh pola makan yang diterapkan, dan penelitian terbaru menunjukkan bahwa waktu makan juga berperan penting. Temuan ini mengungkapkan adanya hubungan antara jadwal makan dan kesehatan kognitif, di mana membatasi waktu makan pada jam-jam tertentu dapat membantu menjaga fungsi kognitif seiring bertambahnya usia.

Studi yang dilakukan oleh Rutgers University dan dipresentasikan dalam pertemuan American Society for Nutrition pada Juli 2026 mengindikasikan bahwa mengonsumsi makanan dalam jendela waktu 8-9 jam per hari, serta menghentikan konsumsi makanan sekitar empat jam sebelum tidur, dapat meningkatkan kemampuan kognitif pada orang dewasa yang lebih tua.

Detail Penelitian

Dalam penelitian ini, 47 perempuan berusia 50-79 tahun dengan kelebihan berat badan atau obesitas berpartisipasi dalam program penurunan berat badan selama enam bulan. Semua peserta diminta untuk mengurangi asupan kalori harian mereka sebanyak 500 kalori. Dari jumlah tersebut, 26 peserta diminta untuk menyelesaikan semua makanan mereka dalam waktu maksimal sembilan jam setiap hari, sementara kelompok lainnya tetap mengikuti pola makan normal selama sekitar 12 jam.

Kelompok yang membatasi waktu makan mereka umumnya mulai makan dari pukul 10.00 hingga 18.00, sedangkan kelompok yang tidak membatasi waktu makan menghabiskan waktu rata-rata 12 jam untuk makan. Setelah enam bulan, kedua kelompok mengalami penurunan berat badan yang hampir setara, yaitu sekitar 15 pon atau 6,8 kg. Namun, peserta yang menerapkan pola makan dalam jendela waktu delapan jam menunjukkan hasil yang lebih baik dalam tes yang mengukur kemampuan perencanaan spasial dan pemecahan masalah.

Manfaat Pembatasan Waktu Makan

Selain itu, kelompok yang membatasi waktu makan juga menunjukkan lebih sedikit kesalahan dalam tes yang menilai kemampuan memori dan proses belajar. Obesitas diketahui sebagai salah satu faktor risiko yang dapat menurunkan fungsi kognitif, karena kelebihan jaringan lemak dapat menyebabkan peradangan yang berpotensi merusak otak. Oleh karena itu, penurunan berat badan dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan otak.

Peneliti utama studi ini, Sue Shapses, menyatakan, "Menurunkan berat badan saja akan mencegah sebagian penurunan kognitif yang berkaitan dengan penuaan." Meskipun kedua kelompok kehilangan berat badan dengan jumlah yang serupa, hasil tes kognitif yang berbeda menunjukkan bahwa pembatasan waktu makan mungkin menjadi faktor yang memengaruhi perbedaan tersebut.

Shapses menambahkan, "Hasil ini menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam mengingat informasi saat menjalankan aktivitas sehari-hari serta mengurangi kesalahan yang berkaitan dengan memori, perhatian, dan pemecahan masalah." Namun, penelitian ini masih dalam skala kecil, sehingga diperlukan studi lanjutan dengan jumlah peserta yang lebih besar untuk memastikan apakah manfaat terhadap fungsi kognitif juga berlaku pada populasi yang lebih luas dan untuk menjelaskan mekanisme yang membuat waktu makan dapat memengaruhi kesehatan otak.

Artikel Terkait