Berlangganan →
Update
--- Partai Amanat Nasional Dukung Gagasan KPK tentang Peraturan Baru --- --- Menteri Sosial Menargetkan Penyelesaian 100 Sekolah Rakyat pada Juli 2026 --- --- Transformasi Shindy Samuel: Dari 171 Kg Menjadi 61 Kg --- Investor Menunda Transaksi di Pasar Logam Mulia, Harga Emas Tidak Bergerak Signifikan --- Wakil Menteri Pertanian Ajak Kepala Desa Tingkatkan Pembangunan Pertanian --- --- Memperkuat Generasi Qur'ani, KB TK Quran Platinum Al Abidin Selenggarakan Haflatul Qur'an --- Fakta Sehat Gula Aren yang Perlu Diketahui Generasi Z --- UI Luncurkan Teknologi XPS untuk Tingkatkan Kapasitas Riset Material --- Kementerian Kelautan dan Perikanan Tegaskan Dua Kapal Ikan di Merauke Tidak Trawl --- El Rumi Tampil Anggun dengan Rompi Bergaya Regency Karya Didiet Maulana --- --- Partai Amanat Nasional Dukung Gagasan KPK tentang Peraturan Baru --- --- Menteri Sosial Menargetkan Penyelesaian 100 Sekolah Rakyat pada Juli 2026 --- --- Transformasi Shindy Samuel: Dari 171 Kg Menjadi 61 Kg --- Investor Menunda Transaksi di Pasar Logam Mulia, Harga Emas Tidak Bergerak Signifikan --- Wakil Menteri Pertanian Ajak Kepala Desa Tingkatkan Pembangunan Pertanian --- --- Memperkuat Generasi Qur'ani, KB TK Quran Platinum Al Abidin Selenggarakan Haflatul Qur'an --- Fakta Sehat Gula Aren yang Perlu Diketahui Generasi Z --- UI Luncurkan Teknologi XPS untuk Tingkatkan Kapasitas Riset Material --- Kementerian Kelautan dan Perikanan Tegaskan Dua Kapal Ikan di Merauke Tidak Trawl --- El Rumi Tampil Anggun dengan Rompi Bergaya Regency Karya Didiet Maulana ---
Ekonomi

Pengurangan Kuota BBM Bersubsidi RON 95 di Malaysia Dimulai 1 April 2026

Malaysia akan mengurangi kuota bahan bakar bersubsidi RON 95 mulai 1 April 2026, langkah ini diambil sementara menunggu pemulihan harga minyak global.

Sabina Almira 27 March 2026 26 pembaca liputan6.com liputan6.com
Pengurangan Kuota BBM Bersubsidi RON 95 di Malaysia Dimulai 1 April 2026
liputan6.com

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengumumkan bahwa negara tersebut akan mengurangi kuota bahan bakar bersubsidi untuk jenis RON 95, yang dijadwalkan mulai berlaku pada 1 April 2026. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari upaya untuk menyesuaikan diri dengan dinamika pasar global serta menunggu pemulihan harga minyak dunia.

Pengurangan kuota ini bertujuan untuk menangani fluktuasi harga minyak global yang belakangan ini mengalami ketidakstabilan. Anwar Ibrahim menegaskan bahwa langkah ini bersifat sementara, dengan harapan bahwa situasi di pasar minyak internasional akan membaik dalam waktu dekat. "Kami berharap ini hanya langkah sementara sampai pasar minyak kembali stabil," jelasnya dalam konferensi pers.

Pemerintah Malaysia telah memberikan subsidi untuk bahan bakar RON 95 selama bertahun-tahun, guna membantu masyarakat menghadapi biaya hidup yang semakin meningkat. Namun, dengan kondisi ekonomi global yang tidak menentu, pemerintah merasa perlu untuk melakukan penyesuaian terhadap kebijakan subsidi, termasuk penyesuaian kuota.

“Kami mengerti bahwa langkah ini mungkin tidak menyenangkan bagi banyak pihak, tetapi ini adalah langkah yang perlu untuk memastikan keberlanjutan fiskal negara,” tambah Anwar. Penyesuaian ini diharapkan dapat mengurangi beban subsidi yang telah menjadi tantangan bagi keuangan negara, terutama di tengah situasi ekonomi yang sulit.

Beberapa warga negara Malaysia telah memberikan reaksinya terhadap pengumuman ini. Seorang pengemudi taksi, Ahmad, mengatakan, “Pengurangan subsidi pasti akan berdampak pada biaya operasional kami. Kami berharap pemerintah mempertimbangkan kembali keputusan ini.” Di sisi lain, seorang ibu rumah tangga, Siti, menyatakan, “Kami memahami kondisi ekonomi, tetapi kami juga berharap ada solusi lain yang bisa diambil untuk meringankan beban masyarakat seperti kami.”

Pemerintah Malaysia hingga saat ini masih melakukan evaluasi terhadap implementasi kebijakan ini dan akan terus mengawasi perkembangan harga minyak global. Dengan adanya penyesuaian ini, diharapkan masyarakat tetap memperoleh akses ke bahan bakar yang terjangkau dalam jangka panjang.

Keputusan ini mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh banyak negara di kawasan yang berusaha menyeimbangkan antara memberikan dukungan kepada warganya dan mengelola keuangan negara dengan bijak. Di masa mendatang, akan sangat penting bagi pemerintah untuk memantau dampak dari pengurangan kuota ini dan mencari solusi jangka panjang yang dapat mendukung stabilitas ekonomi Malaysia.

Dengan demikian, keputusan untuk mengurangi kuota BBM bersubsidi RON 95 ini menjadi langkah pertama dalam menghadapi dinamika ekonomi yang kompleks, dan pemerintah berkomitmen untuk terus berupaya demi kesejahteraan masyarakat.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait