🔴 Breaking
Kesehatan

Pentingnya Memahami Gejala Depresi dan Kecemasan pada Remaja bagi Orang Tua

Masalah kesehatan mental remaja di Indonesia memerlukan perhatian serius, terutama terkait depresi dan kecemasan. Data menunjukkan tingginya angka gangguan mental di kalangan remaja, yang perlu diwasp...

Raihan Fadhila

Penulis

23 July 2026
30 kali dibaca
Ilustrasi (Foto: Getty Images/spukkato)
Ilustrasi (Foto: Getty Images/spukkato)

Di Indonesia, kesehatan mental anak dan remaja menjadi isu yang semakin mendesak. Menurut hasil survei Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS), dari sekitar 46 juta remaja, sekitar 15,5 juta di antaranya mengalami gangguan kesehatan mental. Masalah yang paling umum termasuk kecemasan, depresi, dan stres berat. Data menunjukkan bahwa sekitar 2 persen anak dan remaja mengalami depresi, dan dari kelompok ini, 61 persen mengaku pernah memiliki pikiran untuk mengakhiri hidup dalam sebulan terakhir.

Ciri-Ciri Depresi yang Perlu Diketahui

dr Angga Wirahmadi, anggota Unit Kerja Koordinasi Tumbuh Kembang Pediatri Sosial Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), menyatakan bahwa depresi lebih sering terjadi pada remaja perempuan, mereka yang berada di pendidikan menengah, dan yang tinggal di perkotaan. Meskipun angka depresi cukup tinggi, kesadaran masyarakat untuk mencari bantuan medis masih rendah. "Walaupun angka depresi ini termasuk tinggi, ternyata hanya 10 persen populasi usia muda ini yang mencari pertolongan ke dokter," jelas dr Angga dalam sebuah webinar.

Untuk menghindari dampak yang lebih serius, orang tua diimbau untuk lebih peka terhadap gejala awal depresi pada anak. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain hilangnya minat dalam beraktivitas, perasaan rendah diri, gangguan tidur, penurunan nafsu makan, dan perasaan tidak berguna. "Coba dipantau apakah anak menunjukkan gejala atau tanda tersebut. Jika ada, konsultasikan segera ke dokter untuk dievaluasi lebih lanjut," tambahnya.

Waspadai Tanda-Tanda Kecemasan

Selain depresi, orang tua juga harus waspada terhadap gangguan kecemasan. dr Angga menjelaskan bahwa remaja yang mengalami kecemasan tinggi sering menunjukkan perilaku overthinking, menghindari situasi yang tidak disukai, dan mengeluhkan sakit perut. Gejala psikologis ini sering kali muncul dalam bentuk fisik, seperti keringat dingin berlebihan, jantung berdebar, sakit kepala, dan gelisah.

dr Angga menekankan bahwa keluhan fisik ini dapat menyebabkan kesalahan diagnosis, karena gejalanya mirip dengan masalah kesehatan lainnya. "Jadi gejalanya sebenarnya agak sulit dibedakan dengan gangguan-gangguan lain. Sehingga kita sebagai dokter anak harus tahu bagaimana cara mendeteksinya," pungkasnya.

Artikel Terkait