Pendidikan

Pentingnya Mempertahankan Empati Sosial Pasca Ramadan Menurut Guru Besar UIN Saizu

Jumat, 27 Maret 2026, 08:06 WIB 5 views 2 menit baca
Pentingnya Mempertahankan Empati Sosial Pasca Ramadan Menurut Guru Besar UIN Saizu
Bagikan:

Guru Besar Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora (FUAH) Universitas Islam Negeri (UIN) Saizu Purwokerto, Prof. K.H. Saifuddin Zuhri, bersama Prof. Naqiyah, mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya melanjutkan nilai-nilai kemanusiaan dan empati sosial setelah bulan Ramadan berakhir. Pesan tersebut diungkapkan dalam sebuah diskusi yang diadakan secara daring, di mana para peserta diajak untuk merenungkan kembali prinsip-prinsip yang selama ini diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam acara tersebut, Prof. Saifuddin menekankan bahwa Ramadan bukan hanya sekadar ritual ibadah, melainkan juga merupakan momen untuk memperkuat solidaritas sosial. "Semangat berbagi yang tumbuh selama Ramadan seharusnya tidak berhenti setelah bulan suci berakhir. Kita perlu memelihara nilai-nilai itu dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya. Dia menambahkan, meningkatkan empati sosial akan membantu menciptakan lingkungan yang lebih harmonis dan saling mendukung.

Sementara itu, Prof. Naqiyah mengungkapkan bahwa banyak individu yang mungkin merasa kehilangan motivasi untuk berbuat baik setelah Ramadan. "Kita harus menyadari bahwa setiap tindakan kecil memiliki dampak yang signifikan. Kesadaran untuk membantu sesama harus tetap ada, karena itu adalah bagian dari ajaran agama kita," jelasnya. Dia juga mendorong masyarakat untuk aktif terlibat dalam kegiatan sosial, terutama yang berkaitan dengan membantu mereka yang membutuhkan.

Menurut para akademisi tersebut, Ramadan seharusnya menjadi titik awal bagi setiap individu untuk mengembangkan sikap empati dan perhatian kepada orang lain. "Ketika kita merasakan kesulitan orang lain, kita belajar untuk lebih menghargai nikmat yang kita miliki," tambah Prof. Saifuddin. Hal ini juga sejalan dengan ajaran Islam yang menekankan pentingnya berbagi dan berbuat baik kepada sesama.

Dalam konteks yang lebih luas, Prof. Naqiyah mengajak masyarakat untuk bersatu dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik dengan cara memperkuat jaringan sosial. "Kolaborasi antarindividu dan komunitas sangat penting. Kita harus bersama-sama berupaya untuk mengatasi masalah sosial yang ada di sekitar kita," katanya. Dia berharap bahwa semangat ini dapat menular dan menginspirasi lebih banyak orang untuk berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan.

Secara keseluruhan, acara tersebut diakhiri dengan ajakan untuk tidak melupakan esensi dari Ramadan, yakni meningkatkan kepedulian sosial. Keduanya setuju bahwa tindakan kecil dapat membawa perubahan yang besar jika dilakukan secara konsisten. "Mari kita buktikan bahwa empati sosial bukan hanya sekedar saat Ramadan, melainkan sepanjang tahun," tutup Prof. Saifuddin. Dengan demikian, harapan untuk membangun masyarakat yang lebih peduli dan tanggap terhadap kebutuhan orang lain dapat terwujud.

S

Penulis

Sekar Wangi

Penulis di Poros Berita

Berita Terkait