🔴 Breaking
Teknologi

Ponsel Premium Makin Populer, Samsung dan Apple Memimpin Pasar

Pasar smartphone premium menunjukkan pertumbuhan signifikan pada semester pertama 2026, dengan Samsung dan Apple sebagai pemimpin. Kenaikan harga komponen turut berkontribusi terhadap tren ini.

Galang Mahesa

Penulis

07 August 2026
3 kali dibaca
Ilustrasi iPhone 17 Pro Max dan Samsung Galaxy S25 Ultra.(Tom's Guide/John Velasco)
Ilustrasi iPhone 17 Pro Max dan Samsung Galaxy S25 Ultra.(Tom's Guide/John Velasco)

Smartphone kelas premium mengalami lonjakan penjualan yang signifikan di pasar global pada paruh pertama tahun 2026. Ponsel dalam kategori ini memiliki harga rata-rata di atas 600 dollar AS (sekitar Rp 10,7 juta). Menurut laporan dari Counterpoint Research, penjualan smartphone premium tumbuh 5 persen secara tahunan (year-on-year/YoY), yang juga mendorong pangsa pasar kategori ini mencapai rekor tertinggi sebesar 29 persen. Sebagai perbandingan, pangsa pasar smartphone premium tercatat 25 persen pada semester I-2025 dan 20 persen pada semester I-2022.

Counterpoint menyatakan bahwa pertumbuhan penjualan ponsel premium dipengaruhi oleh kenaikan harga komponen dan memori, yang lebih berdampak pada ponsel kelas menengah dan bawah.

Strategi Produsen dalam Menghadapi Tantangan

Analis Senior Counterpoint, Harshit Rastogi, menjelaskan bahwa produsen smartphone kelas premium mampu mengatasi kenaikan biaya komponen berkat margin keuntungan yang lebih besar dan pengurangan program promosi. Hal ini menjaga permintaan di segmen premium meskipun kondisi pasar masih penuh tantangan. "Ketika harga smartphone Android kelas menengah naik, selisih harganya dengan ponsel flagship, terutama model lama yang mendapat diskon, menjadi semakin tipis. Kondisi ini membuat perangkat flagship menjadi pilihan upgrade yang lebih menarik," ungkap Rastogi.

Beberapa produsen juga memperluas program cicilan, tukar tambah, dan buyback untuk mempermudah akses konsumen terhadap ponsel premium. Samsung, misalnya, telah memperluas program Galaxy Forever ke lebih banyak negara untuk meningkatkan akses terhadap perangkat flagship. Program ini memungkinkan konsumen membayar setengah harga perangkat melalui skema cicilan selama satu tahun, setelah itu pengguna dapat mengembalikan, melakukan upgrade, atau melunasi sisa harga.

Dominasi Apple dan Samsung di Pasar Premium

Dalam laporan tersebut, Counterpoint merinci merek ponsel premium yang mendominasi pasar smartphone global. Apple masih memimpin dengan pangsa pasar sebesar 65 persen pada enam bulan pertama 2026, meskipun angka ini turun dari 74 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan Apple tumbuh 9 persen YoY berkat performa seri iPhone 17, terutama model regulernya. Namun, posisi Apple mulai tertekan di China, pasar smartphone premium terbesar di dunia, akibat meningkatnya persaingan dari merek lokal seperti Huawei, Xiaomi, Oppo, dan Vivo.

Samsung berada di posisi kedua dengan pangsa pasar 19 persen setelah mencatat pertumbuhan 3 persen. Salah satu faktor pendorongnya adalah fitur Privacy Display yang diperkenalkan melalui Galaxy S26 series, di mana Galaxy S26 Ultra menyumbang lebih dari separuh penjualan lini tersebut. Counterpoint juga mencatat bahwa Oppo mengalami pertumbuhan tertinggi, yakni 69 persen, didorong oleh seri Find X9, yang diluncurkan pada April 2026. Sementara itu, Vivo mencatat pertumbuhan 20 persen berkat ponsel X300 series yang lebih laris dibandingkan pendahulunya.

Analis Senior Counterpoint, Karn Chauhan, menyatakan bahwa fokus utama industri smartphone kini adalah untuk meningkatkan penjualan ponsel premium. Produsen tidak hanya mengejar volume penjualan, tetapi juga berusaha meningkatkan nilai dan keuntungan dengan memperbesar kontribusi perangkat premium. "Para vendor kini menyasar segmen ponsel mahal demi menjaga margin di tengah kondisi pasar yang penuh tantangan," ujar Chauhan.

Di sisi lain, siklus penggantian smartphone yang semakin panjang membuat konsumen lebih cenderung memilih perangkat premium yang dianggap memiliki umur pakai lebih lama. Counterpoint juga memprediksi bahwa Apple dan Samsung akan terus mempertahankan dominasi mereka di segmen premium berkat ekosistem perangkat, kekuatan merek, serta posisi yang kuat di pasar negara maju. Sementara itu, di China, Huawei dan Xiaomi diperkirakan akan terus memperbesar pangsa pasar premium seiring dengan perluasan portofolio flagship dan pengembangan ekosistem perangkat mereka.

Artikel Terkait