🔴 Breaking
Kemenko Perekonomian Klarifikasi Mengenai Emas 'Bawah Bantal' Sebesar 1.800 Ton Yayasan Al Abidin Tingkatkan Kompetensi Guru dalam Content Creation dan Pelayanan Prima Sepuluh Bank Terbesar di Dunia: Dominasi AS dan China Pemerintah Perkuat Kesejahteraan dan Status Guru, dari Tunjangan hingga Penataan Guru Non-ASN Kemenkes RI Menanggapi Peringatan CDC AS Terkait Virus Zika di Bali --- Kendaraan Bantuan Koperasi Merah Putih Diperbolehkan Digunakan oleh Warga Desa --- Tantangan dalam Budidaya Ube Dibandingkan Ubi Unggu, Menurut Profesor Pertanian UDB Run Fest Siap Mengguncang Solo dengan Tiket yang Terjual Habis Investasi Rp 31 Triliun untuk Guru PPPK, Ekonom Peringatkan Dampak pada Keuangan Negara Peringatan CDC AS Terkait Virus Zika di Bali: Pelancong Diminta Waspada Kemenko Perekonomian Klarifikasi Mengenai Emas 'Bawah Bantal' Sebesar 1.800 Ton Yayasan Al Abidin Tingkatkan Kompetensi Guru dalam Content Creation dan Pelayanan Prima Sepuluh Bank Terbesar di Dunia: Dominasi AS dan China Pemerintah Perkuat Kesejahteraan dan Status Guru, dari Tunjangan hingga Penataan Guru Non-ASN Kemenkes RI Menanggapi Peringatan CDC AS Terkait Virus Zika di Bali --- Kendaraan Bantuan Koperasi Merah Putih Diperbolehkan Digunakan oleh Warga Desa --- Tantangan dalam Budidaya Ube Dibandingkan Ubi Unggu, Menurut Profesor Pertanian UDB Run Fest Siap Mengguncang Solo dengan Tiket yang Terjual Habis Investasi Rp 31 Triliun untuk Guru PPPK, Ekonom Peringatkan Dampak pada Keuangan Negara Peringatan CDC AS Terkait Virus Zika di Bali: Pelancong Diminta Waspada
Kesehatan

Tantangan dalam Budidaya Ube Dibandingkan Ubi Unggu, Menurut Profesor Pertanian

Ube, umbi ungu yang kini populer dalam berbagai olahan kuliner, membutuhkan teknik budidaya yang lebih kompleks dibandingkan ubi ungu. Hal ini diungkapkan oleh seorang ahli pertanian yang menjelaskan...

Sabina Almira

Penulis

22 August 2026
9 kali dibaca
Ube atau purple yam, nama lainnya adalah ubi kelapa. Foto: Getty Images/Luis Echeverri Urrea
Ube atau purple yam, nama lainnya adalah ubi kelapa. Foto: Getty Images/Luis Echeverri Urrea

Jakarta - Popularitas olahan ube yang semakin meningkat, seperti dalam bentuk pastry, es krim, dan matcha latte, membuat umbi berwarna ungu pekat ini semakin diminati oleh industri kuliner modern. Di tengah tren ini, ube (Dioscorea alata) sering dibandingkan dengan ubi ungu (Ipomoea batatas) yang juga ada di pasar lokal. Meskipun keduanya terlihat mirip, mereka berasal dari keluarga yang berbeda. Namun, kenyataannya menunjukkan bahwa teknik penanaman ube memerlukan pendekatan, waktu, dan investasi yang jauh lebih besar dibandingkan dengan ubi ungu.

Perbedaan Teknik Budidaya

Pakar Plant Breeding dari Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Prof Agung Karuniawan, menjelaskan bahwa budidaya ube memiliki perbedaan signifikan dibandingkan dengan ubi jalar. "Kalau dibandingkan dari aspek teknis budidaya, ube relatif lebih kompleks karena merupakan tanaman merambat yang membutuhkan pengaturan pertumbuhan tajuk dan biasanya memerlukan lanjaran atau sistem penyangga agar pertumbuhan tanaman lebih terarah," ungkapnya.

Menurut Prof Agung, budidaya ubi jalar lebih sederhana karena pertumbuhannya menjalar di permukaan tanah tanpa memerlukan struktur penyangga. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan ruang vertikal sangat penting dalam budidaya ube. Meskipun ube adalah tanaman merambat yang umumnya membutuhkan penyangga, penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa hal ini tidak selalu berpengaruh positif terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman.

Manajemen Pertanaman yang Berbeda

Prof Agung menekankan bahwa kebutuhan akan lanjaran harus disesuaikan dengan varietas, sistem produksi, dan tujuan budidaya. "Secara prinsip teknik budidayanya sama-sama membutuhkan bahan tanam, pengolahan tanah, pengaturan air, pemupukan, pengendalian organisme pengganggu, dan panen, tetapi ada beberapa kekhususan," jelasnya.

Salah satu perbedaan utama antara ube dan umbi lainnya adalah siklus produksi ube yang lebih panjang, yaitu sekitar 8 hingga 10 bulan. Oleh karena itu, manajemen pertanaman perlu dirancang berbeda dibandingkan tanaman yang memiliki umur lebih pendek. Penelitian terbaru di IPB juga menunjukkan bahwa ukuran potongan umbi berpengaruh terhadap pertumbuhan bibit, sehingga teknologi perbanyakan menjadi aspek penting jika tanaman ingin dikembangkan secara massal.

Walaupun budidaya Dioscorea alata telah dilakukan di Indonesia, komoditas ini belum berkembang secepat umbi-umbi lain yang lebih umum seperti singkong atau kentang. Prof Agung menyatakan bahwa budidaya ube masih dilakukan dalam skala terbatas di beberapa wilayah, termasuk Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Maluku.

Artikel Terkait