🔴 Breaking
Kesehatan

Tiga Metode Program Hamil yang Perlu Diketahui Pasangan

Pasangan yang berencana untuk memiliki anak dapat memilih dari berbagai metode program hamil, mulai dari cara alami hingga teknologi reproduksi yang lebih canggih. Pemilihan metode ini harus mempertim...

Arjuna Mahendra

Penulis

14 October 2026
13 kali dibaca
Foto: Ilustrasi bayi (Getty Images/iStockphoto/StockerThings)
Foto: Ilustrasi bayi (Getty Images/iStockphoto/StockerThings)

Pasangan yang ingin memiliki keturunan memiliki berbagai pilihan metode program hamil (promil), mulai dari cara alami hingga teknologi reproduksi berbantu. Pemilihan metode yang tepat perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing pasangan dan faktor-faktor yang dapat memengaruhi kesuburan.

Spesialis obstetri dan ginekologi dari Alpha IVF Jakarta, dr. Febriyan Nicolas K, Sp.OG, M.Kes, FESICOG, FEIICOG, menjelaskan ada tiga metode promil yang dapat dipilih oleh pasangan. Metode pertama adalah promil alami yang dilakukan melalui sanggama terjadwal. Dalam metode ini, pasangan mengatur waktu berhubungan seksual untuk meningkatkan peluang terjadinya pembuahan.

Metode Inseminasi

Metode kedua adalah inseminasi, yang berbeda dari sanggama terjadwal karena melibatkan bantuan medis untuk memasukkan sperma langsung ke dalam rahim. Sebelum dimasukkan, sperma akan diproses dan dipilih terlebih dahulu. Dokter kemudian menggunakan kateter kecil untuk menyalurkan sperma ke dalam rahim. "Kita bantu, kita olah spermanya, kita bersihkan, kita kasih nutrisi, mungkin kita masukkan di kateter kecil, kita bikinin jalan tol, kita semprot langsung ke dalam rahim," jelas dr. Nico. Ia menambahkan bahwa inseminasi dapat meningkatkan peluang keberhasilan hingga dua hingga tiga kali lipat dibandingkan dengan metode alami.

Fertilisasi In Vitro (IVF)

Metode ketiga adalah fertilisasi in vitro (IVF), yang lebih dikenal sebagai bayi tabung. "Nah, nanti kalau IVF, misalnya yang ini udah nggak bisa nih, karena misalnya saluran telurnya tersumbat, jadi nggak bisa ketemu tuh sperma sama sel telur. Kita baru lakukan IVF," ungkap dr. Nico. Dalam prosedur ini, sel telur diambil dari ovarium dan dicampurkan dengan sperma untuk pembuahan di laboratorium. Sperma yang digunakan juga melalui proses seleksi.

Setelah proses pembuahan, embrio atau bakal janin akan terbentuk dan kemudian dimasukkan ke dalam rahim. Kualitas embrio menjadi salah satu faktor penting yang dipertimbangkan dalam prosedur bayi tabung. "Yang paling utama mungkin embrio. Karena embrionya itu kualitasnya bagaimana. Sekarang kan kita udah ada pemeriksaan PGT-A (Preimplantation Genetic Testing for Aneuploidy) untuk melihat ada kelainan kromosom enggak di embrio. Jadi kita bisa tahu, oh ini embrio kualitasnya bagus," tutupnya.

Artikel Terkait