🔴 Breaking
Teknologi

Warga Singapura Berusia 22 Tahun Jadi Otak Sindikat Pencurian Kripto Rp 4,41 Triliun

Malone Lam, seorang pria berusia 22 tahun asal Singapura yang tinggal di Miami, mengaku bersalah atas konspirasi pemerasan internasional yang melibatkan pencurian aset kripto senilai lebih dari 245 ju...

Bima Sakti

Penulis

12 September 2026
4 kali dibaca
Ilustrasi hacker.(Julio Lopez)
Ilustrasi hacker.(Julio Lopez)

Malone Lam, seorang warga negara Singapura berusia 22 tahun yang menetap di Miami, Amerika Serikat, telah mengaku bersalah atas tuduhan konspirasi pemerasan berskala internasional. Lam dituduh sebagai otak di balik pencurian aset kripto yang mencapai lebih dari 245 juta dollar AS, setara dengan sekitar Rp 4,41 triliun. Pengakuan bersalah ini disampaikan di hadapan pengadilan federal AS pada tanggal 8 September 2026. Lam menghadapi ancaman hukuman penjara hingga 20 tahun, dengan sidang untuk menentukan vonis dijadwalkan pada 8 Desember 2026.

Departemen Kehakiman AS menyatakan bahwa kasus ini merupakan konspirasi pemerasan berbasis siber yang beroperasi baik di dalam maupun luar negeri. Uang hasil pencurian dicuci melalui berbagai metode, termasuk pertukaran kripto, layanan pencampur, dan teknik "peel chain" untuk menyembunyikan jejak transaksi sebelum digunakan untuk gaya hidup mewah. Jaringan yang dipimpin oleh Lam beroperasi dengan pembagian tugas yang terorganisir, melibatkan hacker yang mencuri basis data dompet kripto, koordinator yang menentukan target bernilai tinggi, serta penelepon yang menipu korban melalui rekayasa sosial.

Modus Operandi dan Penipuan Telepon

Jaringan ini beroperasi sejak Oktober 2023 hingga Mei 2025. Di dunia maya, Lam dikenal dengan beberapa alias, seperti "Anne Hathaway", "$$$", dan "King Greavy". Ia merekrut anggota melalui platform game online, yang kemudian berkembang menjadi sindikat pencurian kripto lintas negara. Menurut laporan, banyak korban Lam dan jaringannya ditipu melalui panggilan telepon dukungan teknis palsu, di mana nomor teleponnya dipalsukan untuk terlihat seolah-olah berasal dari perusahaan teknologi resmi.

Salah satu pencurian terbesar terjadi pada Agustus 2024, ketika seorang korban di Washington DC ditipu hingga menyerahkan lebih dari 4.100 bitcoin, dengan nilai mencapai 230 juta dollar AS. Ini tercatat sebagai salah satu pencurian kripto individu terbesar di AS. Sebulan sebelumnya, jaringan Lam juga berhasil mencuri 14 juta dollar AS dari korban lain dengan modus yang sama.

Gaya Hidup Mewah dan Penangkapan

Penangkapan Lam pertama kali terjadi pada Oktober 2024, saat ia menyamar sebagai staf Google untuk menipu salah satu korbannya. Uang hasil kejahatan digunakan untuk gaya hidup mewah, termasuk pengeluaran sekitar 500.000 dollar AS dalam satu malam di klub malam. Menurut dokumen tuntutan, Lam dan komplotannya juga menghabiskan uang curian untuk membeli lebih dari 28 mobil mewah, dengan harga per unit berkisar antara 100.000 dollar AS hingga 3,8 juta dollar AS.

Lam juga menyewa rumah mewah di Los Angeles, Hamptons, dan Miami, dilengkapi dengan jet pribadi dan tim keamanan. Barang-barang mewah seperti jam tangan dan tas Hermes Birkin menjadi favorit mereka. Salah satu anggota jaringannya bahkan ditemukan menyembunyikan uang tunai sebesar 25.000 dollar AS di dalam boneka Squishmallow untuk mengelabui petugas saat bepergian.

Sebanyak 12 orang telah didakwa dalam kasus konspirasi ini, dengan total nilai pencurian mencapai 263 juta dollar AS. Salah satu anggota, Evan Tangeman, telah divonis lebih dari lima tahun penjara pada April 2026 karena perannya dalam pencucian uang. Dua anggota lainnya masih buron dan diduga bersembunyi di Dubai.

Artikel Terkait