🔴 Breaking
Kesehatan

Waspadai! Serangan Jantung Tanpa Gejala Bisa Mengancam Kelompok Tertentu

Terdapat kelompok tertentu yang dapat mengalami serangan jantung tanpa menunjukkan gejala klasik, seperti nyeri dada. Hal ini menjadi perhatian penting bagi masyarakat dan tenaga medis.

Sekar Wangi

Penulis

30 August 2026
13 kali dibaca
Serangan jantung bisa muncul tanpa gejala. Foto: Getty Images/Mininyx Doodle
Serangan jantung bisa muncul tanpa gejala. Foto: Getty Images/Mininyx Doodle

Jakarta - Umumnya, masyarakat mengenali tanda-tanda serangan jantung melalui gejala klasik, seperti nyeri di bagian dada sebelah kiri yang terasa berat. Namun, ada kelompok orang tertentu yang dapat mengalami serangan jantung tanpa menunjukkan gejala-gejala tersebut. Dalam dunia medis, kelompok ini dikenal sebagai "populasi khusus".

Dokter Maya Munigar Apandi, SpJP(K), menjelaskan bahwa keluhan yang dialami oleh populasi khusus sering kali sangat samar, sehingga dapat menyebabkan kebingungan dan penundaan dalam penanganan medis yang tepat.

Siapa Saja yang Termasuk Populasi Khusus?

Menurut dr Maya, populasi khusus ini terdiri dari beberapa kelompok individu dengan karakteristik kerentanan yang berbeda. "Populasi khusus spesifik itu yang mana? (Di antaranya ialah) usia muda, usia lanjut, usia yang ekstrem (terlalu muda atau terlalu tua), perempuan, dan pasien-pasien yang punya sakit diabetes," ungkap dr Maya saat ditemui.

Di antara kelompok ini, sangat jarang ditemukan pasien yang mengeluhkan nyeri dada sebelah kiri secara spesifik. Sebaliknya, keluhan mereka cenderung tidak khas (atypical) jika dibandingkan dengan populasi umum.

Gejala "Siluman" yang Sering Menipu

Karena tidak merasakan nyeri dada yang tajam, pasien dari populasi khusus sering kali datang ke rumah sakit dengan keluhan yang tampak ringan atau tidak berhubungan langsung dengan masalah jantung. "Kadang datang dengan keluhannya yang lain. Ya bisa dari otot, bisa sesak napas yang tidak terkondisikan. Nggak jelas, pokoknya nggak enak lah dadanya. Ada juga yang cuma keluar keringat dingin. Semua kita periksa bagus, pas kita lihat EKG, wah ini sama aja (serangan jantung)," jelasnya.

Kondisi ini menunjukkan pentingnya pemeriksaan rekam jantung atau elektrokardiogram (EKG) bagi populasi khusus, meskipun gejala yang muncul hanya berupa pegal otot, ketidaknyamanan di dada, atau keringat dingin tanpa penyebab yang jelas.

Kombinasi Berbagai Faktor Risiko

Di balik gejala serangan jantung yang tiba-tiba, terdapat proses panjang berupa pembentukan plak atau kalsifikasi (penumpukan kalsium) yang mengeraskan dinding pembuluh darah. Menurut dr Maya, berdasarkan data di Indonesia, ada dua penyebab utama yang merusak pembuluh darah: hipertensi dan merokok.

Kombinasi kedua faktor ini dapat mempercepat kerusakan arteri koroner secara fatal. "Hipertensi bikin pembuluh darahnya kaku, tidak fleksibel. Merokok juga sama, bikin kaku, bikin dinding pembuluh darahnya jadi sensitif. Kalau makanannya berlemak dan tinggi gula, tambah berproses dia, menyebabkan plak atau kalsifikasi," tambahnya.

Apabila mengalami gejala samar seperti ketidaknyamanan di dada yang disertai keringat dingin, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Selain itu, penting untuk memodifikasi gaya hidup dengan berhenti merokok serta mengontrol asupan gula dan lemak.

Artikel Terkait