🔴 Breaking
Inovasi BPJS Kesehatan untuk Mempercepat Klaim Rumah Sakit Prestasi Gemilang Siswa Al Abidin di Bulan Agustus 2026 Komunitas Ojol Jakarta Pusat Gelar Konvoi Damai “Jaga Jakarta”, Serukan Kondusivitas dan Solidaritas Freeport Membuka Kesempatan Kerja untuk Lulusan Baru dan Berpengalaman, Simak Posisi dan Jadwal Pendaftarannya Perusahaan Mulai Menyesali PHK Karyawan untuk AI, Kini Kembali Merekrut Manusia Mitos atau Fakta: Apakah Obat Kedaluwarsa Masih Bisa Dikonsumsi? Penurunan Harga Perak Antam Menjadi Rp 44.050 per Gram, Berikut Rinciannya Kenaikan Kasus COVID-19 di Korea Selatan Mendorong Pembelian Masker dan Alat Tes Taktik Blendtec Menghancurkan iPhone, Meningkatkan Penjualan Secara Drastis --- Daftar Harga BBM Pertamina per 1 September 2026 di Seluruh Provinsi Indonesia --- Inovasi BPJS Kesehatan untuk Mempercepat Klaim Rumah Sakit Prestasi Gemilang Siswa Al Abidin di Bulan Agustus 2026 Komunitas Ojol Jakarta Pusat Gelar Konvoi Damai “Jaga Jakarta”, Serukan Kondusivitas dan Solidaritas Freeport Membuka Kesempatan Kerja untuk Lulusan Baru dan Berpengalaman, Simak Posisi dan Jadwal Pendaftarannya Perusahaan Mulai Menyesali PHK Karyawan untuk AI, Kini Kembali Merekrut Manusia Mitos atau Fakta: Apakah Obat Kedaluwarsa Masih Bisa Dikonsumsi? Penurunan Harga Perak Antam Menjadi Rp 44.050 per Gram, Berikut Rinciannya Kenaikan Kasus COVID-19 di Korea Selatan Mendorong Pembelian Masker dan Alat Tes Taktik Blendtec Menghancurkan iPhone, Meningkatkan Penjualan Secara Drastis --- Daftar Harga BBM Pertamina per 1 September 2026 di Seluruh Provinsi Indonesia ---
Teknologi

Mantan Karyawan eBay Gunakan AI untuk Mendirikan Bisnis Setelah PHK

Linara Bozieva, mantan karyawan eBay, memilih untuk memulai usaha sendiri dengan memanfaatkan kecerdasan buatan setelah terkena PHK setelah lebih dari satu dekade bekerja di perusahaan tersebut.

Raihan Fadhila

Penulis

31 August 2026
13 kali dibaca
Ilustrasi AI. (Freepik)
Ilustrasi AI. (Freepik)

Karyawan yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sering kali mencari pekerjaan baru di perusahaan lain. Namun, Linara Bozieva, mantan pegawai platform marketplace eBay, memilih untuk mendirikan bisnisnya sendiri dengan memanfaatkan agen kecerdasan buatan (AI). Setelah lebih dari 10 tahun bekerja di eBay, Bozieva kehilangan pekerjaannya pada tahun 2024 dan beberapa bulan setelah itu, ia mendirikan Ravenopous, sebuah agensi pemasaran yang berlokasi di San Jose, Amerika Serikat.

Ravenopous berbeda dari agensi pemasaran lainnya karena sebagian besar operasionalnya kini dikerjakan oleh sistem AI yang dirancang oleh Bozieva. Saat ini, bisnisnya mengelola 27 agen AI dalam struktur kerja yang terdiri dari tiga lapisan. Sistem ini menangani berbagai tugas, mulai dari pembuatan iklan, analisis kampanye, hingga konversi calon pelanggan menjadi pendapatan. Seluruh sistem ini dioperasikan dengan biaya kurang dari 1.000 dolar AS (sekitar Rp 17,7 juta) per bulan.

Pengembangan Sistem AI

Sebelum mendirikan Ravenopous, Bozieva memiliki pengalaman 11 tahun di bidang analitik, yang membantunya dalam merancang sistem AI dan menetapkan panduan operasional untuk setiap agen. Dia mulai bereksperimen dengan berbagai layanan AI seperti ChatGPT dan Midjourney, sebelum beralih ke agen AI yang dapat beroperasi dengan sedikit campur tangan manusia. Awalnya, Bozieva menggunakan platform Antigravity milik Google, namun kemudian berpindah ke Claude Code karena mengalami batasan pada penggunaan token saat menggunakan Gemini Pro.

Sistem yang ia bangun terbagi menjadi tiga lapisan: directives, orchestration, dan execution. Lapisan directives menentukan peran dan kemampuan setiap agen, sedangkan lapisan orchestration berfungsi sebagai pengatur yang menentukan agen mana yang harus mengerjakan tugas tertentu. Di lapisan ini, terdapat enam agen yang mencakup riset pasar, analisis data, dan lainnya. Pada lapisan execution, tugas dibagi di antara berbagai agen, termasuk yang menangani kebutuhan teknis dan kampanye pemasaran.

Peran Manusia dalam Sistem AI

Meskipun banyak pekerjaan yang telah diotomatisasi, Bozieva menekankan bahwa keputusan manusia tetap penting. AI dapat memproses transkrip percakapan dengan klien, tetapi tidak selalu dapat memahami konteks secara menyeluruh. Keputusan strategis masih memerlukan pertimbangan manusia, terutama ketika data yang tersedia terbatas. Bozieva percaya bahwa meskipun AI dapat mengotomatisasi banyak tugas, pengetahuan mendalam dari manusia tetap diperlukan untuk mengarahkan sistem AI dengan efektif.

Bozieva juga melakukan pengujian sistemnya pada 14 profil klien sebelum meluncurkan bisnis secara resmi. Pada Mei 2026, Ravenopous telah memiliki lima klien aktif. Setelah persiapan awal, Bozieva menghabiskan sekitar dua jam per minggu untuk setiap klien, dan ia memperkirakan sistem ini dapat menangani 20 hingga 25 klien tanpa memerlukan banyak karyawan. Alih-alih merekrut banyak pekerja, Bozieva memilih untuk merekrut operator yang akan mengawasi agen AI dan menentukan strategi secara keseluruhan.

Dengan sistem ini, Bozieva merasa bahwa membangun bisnis sendiri tidak hanya mengubah cara kerjanya, tetapi juga pandangannya tentang potensi yang dapat dicapai oleh satu orang dengan bantuan AI.

Artikel Terkait