🔴 Breaking
Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh 28 Tahun Reformasi: Kritik Itu Perlu, Provokasi Itu Berbeda Soeharto, IMF, dan Pelajaran bagi Indonesia Hari Ini: Ketika Kedaulatan Ekonomi Jadi Sorotan Publik Di Tengah Gelombang Kritik dan Provokasi, Pemerintah Terus Jalankan Program untuk Rakyat BEM Nusantara DIY Gelar Ruang Perempuan dalam Peringatan Hari Buku Nasional 2026 BPOM Menyatakan Bogor-Depok Dalam Keadaan Darurat Penyalahgunaan Obat Danantara Luncurkan BUMN Baru untuk Pengelolaan Transaksi Ekspor Meta Lakukan PHK Besar-besaran, Karyawan di Singapura Terima Email Pemecatan Dini Hari Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh 28 Tahun Reformasi: Kritik Itu Perlu, Provokasi Itu Berbeda Soeharto, IMF, dan Pelajaran bagi Indonesia Hari Ini: Ketika Kedaulatan Ekonomi Jadi Sorotan Publik Di Tengah Gelombang Kritik dan Provokasi, Pemerintah Terus Jalankan Program untuk Rakyat BEM Nusantara DIY Gelar Ruang Perempuan dalam Peringatan Hari Buku Nasional 2026 BPOM Menyatakan Bogor-Depok Dalam Keadaan Darurat Penyalahgunaan Obat Danantara Luncurkan BUMN Baru untuk Pengelolaan Transaksi Ekspor Meta Lakukan PHK Besar-besaran, Karyawan di Singapura Terima Email Pemecatan Dini Hari
Ekonomi

Alasan Kerugian Garuda Indonesia Mencapai Rp 5,42 Triliun Pada 2025 Menurut Bos Danantara

COO Danantara, Dony Oskaria, menjelaskan faktor-faktor utama yang menyebabkan kerugian besar PT Garuda Indonesia Tbk dalam laporan keuangan mendatang.

Raihan Fadhila

Penulis

29 March 2026
48 kali dibaca
Alasan Kerugian Garuda Indonesia Mencapai Rp 5,42 Triliun Pada 2025 Menurut Bos Danantara
Sumber gambar: liputan6.com

Melalui pernyataan yang disampaikan oleh Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, terungkap bahwa PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) diperkirakan akan mengalami kerugian signifikan sebesar Rp 5,42 triliun pada tahun 2025. Penjelasan Dony terkait angka kerugian tersebut memberikan wawasan yang dalam tentang tantangan yang dihadapi oleh perusahaan maskapai nasional ini.

Dalam penjelasannya, Dony mengidentifikasi beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja keuangan Garuda Indonesia. Salah satu penyebab utama adalah dampak dari pandemi COVID-19 yang masih terasa hingga saat ini, yang mengakibatkan penurunan drastis dalam jumlah penumpang. “Pandemi telah merubah pola perjalanan dan daya beli masyarakat. Kami harus beradaptasi dengan cepat untuk tetap bertahan,” ungkap Dony dalam penjelasannya. Hal ini menunjukkan bagaimana situasi global berdampak langsung pada industri penerbangan, dengan Garuda Indonesia tidak terkecuali.

Selain itu, Dony juga menyoroti masalah biaya operasional yang terus meningkat, termasuk harga bahan bakar yang volatile dan perawatan pesawat yang memerlukan investasi besar. “Biaya tetap kami sangat tinggi, dan ini menjadi beban berat di tengah pendapatan yang menurun,” tambahnya. Dengan rincian lebih lanjut, ia merinci bahwa perusahaan masih berjuang untuk mengembalikan kepercayaan konsumen dan menarik kembali penumpang ke layanan mereka.

Kondisi ini semakin diperburuk oleh persaingan ketat di sektor penerbangan domestik dan internasional, di mana Garuda harus bersaing dengan maskapai lainnya yang lebih lincah dan memiliki biaya operasional yang lebih efisien. “Kami menyadari ada tantangan di depan, namun kami tetap optimistis dapat mengatasi masalah ini dengan strategi yang tepat,” jelas Dony, menegaskan komitmen perusahaan untuk memperbaiki posisinya di pasar.

Melihat ke masa depan, Dony optimistis bahwa langkah-langkah yang diambil oleh Garuda Indonesia, termasuk restrukturisasi bisnis dan peningkatan layanan, akan membantu perusahaan pulih dari kerugian yang dihadapi saat ini. Meski begitu, ia mengingatkan bahwa dibutuhkan waktu untuk memulihkan kinerja dan kepercayaan di antara pelanggan. “Kami berharap masyarakat dapat melihat perbaikan yang kami lakukan dalam waktu dekat,” pungkasnya, memberikan harapan bagi para pemangku kepentingan dan pelanggan setia Garuda Indonesia.

Dengan berbagai tantangan yang dihadapi, perkembangan selanjutnya dari Garuda Indonesia akan menjadi perhatian utama, terutama terkait dengan upaya pemulihan dan strategi yang dijalankan untuk mengatasi kerugian yang signifikan ini.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait