🔴 Breaking
Teknologi

Amazon Raih Rekor Pendapatan, Perluas Investasi di AI

Amazon berhasil mencatatkan pendapatan kuartalan tertinggi dalam sejarahnya pada kuartal II 2026, mencapai 200,6 miliar dolar AS. Pertumbuhan ini didorong oleh kesuksesan layanan komputasi awan Amazon...

Fayra Nugroho

Penulis

31 July 2026
5 kali dibaca
Amazon Raih Rekor Pendapatan, Perluas Investasi di AI
Sumber gambar: tekno.kompas.com

Amazon mencatatkan pendapatan kuartalan tertinggi dalam sejarahnya pada kuartal II tahun 2026, dengan total pendapatan mencapai 200,6 miliar dolar AS. Jika dihitung dengan kurs saat ini yang setara dengan Rp 18.060 per dolar AS, jumlah tersebut berkonversi menjadi sekitar Rp 3.622 triliun. Ini merupakan pertama kalinya Amazon berhasil meraih pendapatan di atas 200 miliar dolar AS dalam satu kuartal. Pendapatan yang diperoleh selama periode April hingga Juni ini menunjukkan peningkatan sebesar 20 persen dibandingkan tahun lalu yang tercatat sebesar 167,7 miliar dolar AS (sekitar Rp 3.028 triliun). Peningkatan ini terutama didorong oleh pertumbuhan bisnis komputasi awan Amazon Web Services (AWS).

Perkembangan Pesat AWS

Pada kuartal II 2026, pendapatan AWS mencapai 42,2 miliar dolar AS (sekitar Rp 762 triliun), meningkat 37 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ini menjadi pertumbuhan tercepat dalam 18 kuartal terakhir dan melampaui ekspektasi analis yang memprediksi kenaikan sekitar 31 persen. Dengan angka tahunan yang mencapai sekitar 169 miliar dolar AS (sekitar Rp 3.052 triliun), laba operasional AWS juga mengalami lonjakan signifikan menjadi 16,6 miliar dolar AS (sekitar Rp 300 triliun), dibandingkan dengan 10,2 miliar dolar AS (sekitar Rp 184 triliun) pada kuartal II 2025.

Menurut Andy Jassy, Presiden dan CEO Amazon, "AWS sedang berkembang pesat, tumbuh 36,7 persen secara tahunan pada kuartal II, tercepat dalam 18 kuartal. Bisnis AI dan chip kami juga masing-masing telah melampaui tingkat pendapatan tahunan lebih dari 25 miliar dolar AS." Kinerja yang melebihi ekspektasi analis ini membuat investor menyambut baik laporan keuangan Amazon.

Peningkatan Investasi di Infrastruktur AI

Seiring dengan meningkatnya permintaan akan layanan AI, Amazon memutuskan untuk meningkatkan belanja modal sepanjang tahun 2026. Perusahaan memperkirakan total belanja modal mencapai sekitar 220 miliar dolar AS (sekitar Rp 3.973 triliun), meningkat 20 miliar dolar AS (sekitar Rp 361 triliun) dari proyeksi sebelumnya. Sebagian besar dana tersebut akan digunakan untuk membangun pusat data, mengembangkan chip AI, serta memperluas infrastruktur komputasi yang diperlukan untuk layanan AI generatif. Pada kuartal II saja, Amazon mengeluarkan sekitar 54,2 miliar dolar AS (sekitar Rp 979 triliun) untuk pembelian properti dan peralatan.

Akibat dari besarnya investasi ini, arus kas bebas Amazon mengalami penurunan menjadi negatif sebesar 7,6 miliar dolar AS (sekitar Rp 137 triliun) dalam 12 bulan terakhir, padahal pada tahun sebelumnya perusahaan mencatatkan arus kas bebas positif sebesar 18,2 miliar dolar AS (sekitar Rp 329 triliun). Meskipun investasi di AI terus meningkat, Andy Jassy meyakini bahwa adopsi AI oleh perusahaan di seluruh dunia masih dalam tahap awal.

Jassy menjelaskan bahwa permintaan AI saat ini didominasi oleh dua kelompok: pertama, perusahaan yang mengembangkan model AI besar seperti Anthropic dan layanan AI generatif lainnya yang memerlukan kapasitas komputasi besar, dan kedua, perusahaan yang mulai memanfaatkan AI untuk meningkatkan produktivitas dan menekan biaya operasional. Dia menambahkan, "Saya pikir kita masih berada pada tahap yang relatif awal dalam melihat seberapa besar permintaan terhadap AI nantinya." Jassy juga percaya bahwa AI akan mengubah hampir setiap pengalaman pelanggan yang ada saat ini.

Selain pertumbuhan pendapatan yang signifikan, Amazon juga mencatatkan laba bersih sebesar 62,6 miliar dolar AS (sekitar Rp 1.131 triliun) pada kuartal II 2026. Namun, sebagian besar laba ini berasal dari keuntungan non-operasional sebesar 53,4 miliar dolar AS (sekitar Rp 964 triliun), terutama dari investasi Amazon di perusahaan AI, Anthropic.

Anthropic sendiri telah berkomitmen untuk menggunakan lebih dari 100 miliar dolar AS layanan cloud AWS dalam beberapa tahun ke depan, menjadikan Amazon sebagai investor sekaligus penyedia infrastruktur utama bagi pengembangan model AI Anthropic.

Artikel Terkait