🔴 Breaking
Anthropic Siap Melampaui Rekor SpaceX dengan IPO Rp 36 Kuadriliun Ancaman Kesehatan Paru-paru dan Jantung bagi 3,8 Juta Lansia Akibat Karhutla Aksi Mahasiswa Yogyakarta 1 September Soroti Demokrasi, APBN hingga Papua, Sempat Diwarnai Gesekan dengan Warga Perayaan Dies Natalis ke-34 UIN Surakarta: Mengusung Semangat Lurik dan Glokalisasi Tingginya Pengangguran di Kalangan Pemuda, Perusahaan Justru Kesulitan Menemukan Tenaga Kerja GoPro Bergabung dengan Starman Optical, Memperluas Jangkauan ke Sektor Data Center AI Ratusan Santri di Sidoarjo Diduga Keracunan Setelah Makan Bergizi Gratis Jumlah Wisatawan Asing ke Indonesia Mencapai 8,98 Juta, Tertinggi Sejak Pandemi COVID-19 Perubahan Paradigma di Pasar Smartphone: HP Bekas Mengungguli HP Baru Menkes Tanggapi Usulan IDI Terkait Gaji Dokter, Diskusi dengan Kemenkeu Sedang Berlangsung Anthropic Siap Melampaui Rekor SpaceX dengan IPO Rp 36 Kuadriliun Ancaman Kesehatan Paru-paru dan Jantung bagi 3,8 Juta Lansia Akibat Karhutla Aksi Mahasiswa Yogyakarta 1 September Soroti Demokrasi, APBN hingga Papua, Sempat Diwarnai Gesekan dengan Warga Perayaan Dies Natalis ke-34 UIN Surakarta: Mengusung Semangat Lurik dan Glokalisasi Tingginya Pengangguran di Kalangan Pemuda, Perusahaan Justru Kesulitan Menemukan Tenaga Kerja GoPro Bergabung dengan Starman Optical, Memperluas Jangkauan ke Sektor Data Center AI Ratusan Santri di Sidoarjo Diduga Keracunan Setelah Makan Bergizi Gratis Jumlah Wisatawan Asing ke Indonesia Mencapai 8,98 Juta, Tertinggi Sejak Pandemi COVID-19 Perubahan Paradigma di Pasar Smartphone: HP Bekas Mengungguli HP Baru Menkes Tanggapi Usulan IDI Terkait Gaji Dokter, Diskusi dengan Kemenkeu Sedang Berlangsung
Kesehatan

Apakah Harga Tinggi Menjamin Kualitas Skincare? Simak Penjelasan Ahli

Industri skincare mengalami perkembangan pesat dengan beragam pilihan produk dan harga. Namun, apakah harga yang mahal selalu menjadi indikator kualitas yang lebih baik?

Raihan Fadhila

Penulis

04 July 2026
73 kali dibaca
Foto: dok. Skinberries.
Foto: dok. Skinberries.

Jakarta - Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan industri skincare telah berlangsung dengan sangat cepat. Saat ini, konsumen dihadapkan pada berbagai pilihan produk dengan rentang harga yang bervariasi, mulai dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah. Hal ini sering menimbulkan pertanyaan: apakah produk skincare yang lebih mahal selalu memiliki formula yang lebih unggul?

Menurut Dr. David Lee Thompson, pertanyaan tersebut tidak memiliki jawaban yang sederhana. Ia menjelaskan bahwa harga suatu produk kosmetik dipengaruhi oleh berbagai faktor, bukan hanya biaya bahan baku atau formulasi. Selain biaya penelitian dan produksi, perusahaan juga mengeluarkan anggaran untuk desain kemasan, distribusi, promosi digital, kolaborasi dengan influencer, iklan, pembangunan citra merek, serta biaya operasional.

Strategi Pemasaran dan Persepsi Konsumen

Akibatnya, ada produk yang dijual dengan harga tinggi karena strategi pemasaran yang mengedepankan citra merek premium, bukan hanya berdasarkan biaya bahan aktifnya. David mengungkapkan bahwa kondisi ini membuat sebagian orang beranggapan bahwa skincare berkualitas harus selalu mahal. Namun, ia menekankan bahwa dengan proses produksi yang efisien dan pengelolaan biaya yang baik, perusahaan dapat menawarkan produk berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau.

Filosofi ini menjadi dasar pengembangan Skinberries, di mana perusahaan berusaha untuk memfokuskan investasi pada pengembangan formula dan pengendalian mutu sambil menjaga harga tetap kompetitif. David juga mencatat bahwa konsumen saat ini semakin cerdas dalam memilih produk. Mereka mulai memperhatikan komposisi bahan aktif, memahami fungsi dari setiap kandungan, dan tidak hanya bergantung pada popularitas merek.

Pentingnya Transparansi dalam Pemilihan Produk

David mendorong masyarakat untuk membandingkan produk berdasarkan komposisi, keamanan, hasil uji yang ada, serta kesesuaian dengan kebutuhan kulit masing-masing. Meski demikian, ia juga mengingatkan bahwa harga yang tinggi tidak selalu berarti tidak sebanding. Beberapa perusahaan memang menginvestasikan dana yang signifikan untuk penelitian jangka panjang, pengembangan teknologi formulasi, dan uji klinis yang menyeluruh.

Oleh karena itu, David menyarankan agar konsumen tidak hanya menilai produk berdasarkan harga atau popularitas. "Yang terpenting adalah transparansi. Konsumen berhak mengetahui apa yang mereka beli dan mengapa sebuah produk memiliki harga tertentu," ujar David dalam keterangan tertulisnya.

Pada akhirnya, keberhasilan sebuah produk skincare ditentukan tidak hanya oleh strategi pemasaran, tetapi juga oleh kualitas formulasi, keamanan, kepatuhan terhadap regulasi, serta pengalaman nyata dari para penggunanya. Dengan semakin banyaknya edukasi mengenai kandungan aktif dan cara kerja skincare, diharapkan masyarakat dapat membuat keputusan yang lebih bijak berdasarkan informasi, bukan sekadar persepsi terhadap merek tertentu.

Artikel Terkait