🔴 Breaking
The Fiji Times Soroti Film Pig Feast: Jangan Biarkan Film Menjadi Vonis, Verifikasi Fakta Tetap yang Utama Wabah Diare Parah di AS: Lebih dari 400 Kasus Teridentifikasi Daftar 95 Lembaga Pinjaman Online Resmi OJK Juli 2026, Periksa Sebelum Mengajukan Pinjaman Mengenal Kaktus Pir Berduri: Superfood yang Sedang Naik Daun di Jepang Tanggapan Bulog Atasi Hama di Karawang Melalui Fumigasi Gudang Beras China Diakui Sebagai Pusat Pelatihan Terkuat di Dunia, Perusahaan Lemah Berisiko Tersisih Apakah Harga Tinggi Menjamin Kualitas Skincare? Simak Penjelasan Ahli Kegiatan Awwalussanah di Al Abidin dan SMA ABBS Karanganyar Kenaikan Harga Emas Pegadaian pada 4 Juli 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Naik Bersama Kenali Tanda-Tanda Kecanduan Judi Online yang Perlu Diwaspadai The Fiji Times Soroti Film Pig Feast: Jangan Biarkan Film Menjadi Vonis, Verifikasi Fakta Tetap yang Utama Wabah Diare Parah di AS: Lebih dari 400 Kasus Teridentifikasi Daftar 95 Lembaga Pinjaman Online Resmi OJK Juli 2026, Periksa Sebelum Mengajukan Pinjaman Mengenal Kaktus Pir Berduri: Superfood yang Sedang Naik Daun di Jepang Tanggapan Bulog Atasi Hama di Karawang Melalui Fumigasi Gudang Beras China Diakui Sebagai Pusat Pelatihan Terkuat di Dunia, Perusahaan Lemah Berisiko Tersisih Apakah Harga Tinggi Menjamin Kualitas Skincare? Simak Penjelasan Ahli Kegiatan Awwalussanah di Al Abidin dan SMA ABBS Karanganyar Kenaikan Harga Emas Pegadaian pada 4 Juli 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Naik Bersama Kenali Tanda-Tanda Kecanduan Judi Online yang Perlu Diwaspadai
Kesehatan

Mengenal Kaktus Pir Berduri: Superfood yang Sedang Naik Daun di Jepang

Kaktus pir berduri kini semakin populer di Jepang sebagai superfood yang kaya nutrisi dan memiliki berbagai manfaat kesehatan. Para petani mulai mengolahnya menjadi berbagai hidangan menarik.

Sekar Wangi

Penulis

04 July 2026
15 kali dibaca
prickly pear cactus atau kaktus pir berduri (Foto: Getty Images/RinoCdZ)
prickly pear cactus atau kaktus pir berduri (Foto: Getty Images/RinoCdZ)

Kaktus pir berduri, yang dikenal sebagai prickly pear cactus, telah lama dikenal sebagai tanaman hias atau tumbuhan gurun. Namun, di Jepang, tanaman ini mulai mendapatkan perhatian sebagai superfood berkat kandungan gizinya yang melimpah. Para petani di negara tersebut mulai mengolah kaktus ini menjadi berbagai hidangan, seperti quiche, pizza toast, sate, tempura, dan mi dingin, yang ditujukan untuk masyarakat yang semakin peduli akan pola makan sehat.

Salah satu petani kaktus yang dapat dimakan di Jepang, Miki Deguchi, percaya bahwa kaktus ini memiliki potensi untuk menjadi bahan pangan yang umum dikonsumsi di negaranya. Kaktus dari genus Opuntia ini semakin diminati karena kaya akan mineral, serat, dan nutrisi lainnya, dengan rasa yang cenderung ringan dan segar, sehingga bisa dikonsumsi tanpa perlu dimasak.

Nutrisi Kaktus Pir Berduri

Kandungan gizi pada kaktus pir berduri dapat bervariasi tergantung pada varietasnya. Namun, secara umum, tanaman ini merupakan sumber serat, vitamin, dan mineral yang baik. Dalam satu cangkir (149 gram) kaktus pir berduri mentah, terdapat:

  • Kalori: 61 kkal
  • Protein: 1 gram
  • Lemak: 1 gram
  • Karbohidrat: 14 gram
  • Serat: 5 gram
  • Magnesium: 30 persen dari Angka Kecukupan Gizi (AKG) harian
  • Vitamin C: 23 persen AKG harian
  • Kalium: 7 persen AKG harian
  • Kalsium: 6 persen AKG harian

Kaktus pir berduri adalah sumber serat pangan yang cukup baik, dengan satu cangkir memenuhi sekitar 19 persen kebutuhan serat harian. Tanaman ini mengandung serat larut dan tidak larut yang penting untuk kesehatan sistem pencernaan. Selain itu, kandungan magnesium, kalium, dan kalsium membantu menjaga tekanan darah tetap sehat, sementara vitamin C mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh.

Manfaat Kaktus Pir Berduri

Kaktus pir berduri mendapatkan label 'superfood' bukan tanpa alasan. Berbagai penelitian mulai menunjukkan manfaat kesehatan dari tanaman ini. Pada tahun 2024, Chubu University mendirikan Research Initiatives Center for Cactus and Succulent Plant Research di Kota Kasugai, Prefektur Aichi, untuk mengembangkan pemanfaatan kaktus dalam berbagai sektor, termasuk pangan.

Dalam penelitian di pusat tersebut, tikus yang diberi pakan mengandung bubuk kaktus pir berduri menunjukkan peningkatan kadar mucin, yaitu protein yang melapisi permukaan usus dan membantu menghalangi masuknya virus. Selain itu, fungsi sistem kekebalan tubuh tikus juga dilaporkan meningkat. Mamoru Tanaka, seorang profesor madya bidang pangan dan gizi di Chubu University, menyatakan, "Saya yakin kaktus memiliki potensi besar sebagai pangan fungsional."

Beberapa manfaat lain dari kaktus pir berduri meliputi:

  1. Berpotensi menjaga kesehatan kulit dan rambut: Konsumsi kaktus pir berduri diklaim dapat membuat kulit lebih sehat dan rambut lebih berkilau. Ekstraknya banyak digunakan dalam produk perawatan kulit dan rambut. Manfaat ini diduga berasal dari kandungan vitamin C, pigmen betalain, serta senyawa antioksidan dan antiperadangan. Namun, belum ada penelitian khusus yang membuktikan klaim ini.
  2. Berpotensi membantu mengontrol gula darah: Kaktus pir berduri dianggap dapat membantu mengendalikan kadar gula darah dan mengurangi risiko komplikasi diabetes. Kandungan pektin, serat larut, diduga berperan dalam menurunkan kadar gula darah. Sebuah tinjauan penelitian pada 2022 menunjukkan bahwa konsumsi kaktus pir berduri dapat menurunkan kadar gula darah puasa, tetapi hasilnya masih bervariasi tergantung cara konsumsi.
  3. Berpotensi menjaga kesehatan hati: Secara tradisional, kaktus pir berduri digunakan untuk mengatasi gangguan hati. Penelitian modern menunjukkan bahwa kandungan antioksidan dalam kaktus ini dapat melindungi hati dari peradangan dan stres oksidatif. Namun, bukti ilmiah pada manusia masih terbatas.

Efek Samping dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Kaktus pir berduri umumnya aman dikonsumsi jika diolah dengan benar, tetapi tetap perlu dibatasi. Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan efek samping seperti diare, gangguan pencernaan, perut kembung, dan mual. Bagian luar buah kaktus ini memiliki glochids, duri halus yang harus dibersihkan sebelum dikonsumsi untuk menghindari luka.

Potensi kaktus pir berduri sebagai sumber pangan juga menarik perhatian peneliti di berbagai negara. Pada 2017, Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) menyoroti kaktus ini sebagai sumber pangan bergizi yang tahan terhadap perubahan iklim. Kaktus pir berduri telah dibudidayakan di sekitar 30 negara, termasuk Meksiko, dan popularitasnya terus meningkat di Jepang, di mana beberapa supermarket mulai menjualnya.

Artikel Terkait