Judi online merupakan masalah yang semakin mengkhawatirkan, mempengaruhi kondisi keuangan, hubungan sosial, dan kesehatan mental individu. Banyak orang yang awalnya hanya mencoba untuk mengisi waktu luang, namun tanpa disadari terjebak dalam kebiasaan yang sulit dihentikan. Berikut adalah beberapa ciri perilaku yang dapat menunjukkan seseorang kecanduan judi online.
Ciri-Ciri Perilaku Kecanduan Judi Online
Beberapa ciri perilaku yang umum terlihat pada orang yang kecanduan judi online antara lain:
1. Sering Menyembunyikan Kondisi Keuangan
Psikolog klinis Tri Iswardani menjelaskan bahwa individu yang kecanduan judi sering kali menunjukkan perilaku tertentu, termasuk menutupi aspek penting, terutama terkait keuangan. Mereka mungkin menjual aset secara mendadak tanpa alasan yang jelas. "Diam-diam, dia akan mencoba terus, semakin sering berbohong kepada keluarga, waktu yang dia habiskan di depan gadget semakin lama," ungkap Tri dalam sebuah diskusi.
2. Memiliki Utang dan Mengandalkan Pinjaman Online
Orang yang terjebak dalam judi online sering kali mengalami peningkatan utang yang signifikan. Mereka cenderung beralih ke pinjaman online untuk menutupi utang yang terus bertambah. "Tiba-tiba dia punya utang, utangnya makin lama semakin nambah, dari awalnya Rp300 ribu sampai bisa jutaan rupiah, dia akhirnya lari ke pinjol," jelasnya.
3. Terus Memantau Aplikasi Judi
Individu yang terlibat dalam judi online sering kali menghabiskan waktu yang lama di depan perangkat mereka. Tri juga mencatat bahwa ada kasus di mana seseorang terus memantau aplikasi judi untuk tetap terjaga. "Jadi dia harus memantau, melek terus, dan untuk kebutuhan kuat meleknya, dia mulailah pakai sabu," tambahnya, menunjukkan bagaimana kecanduan judi dapat berujung pada penggunaan zat terlarang.
Dampak Kecanduan Judi terhadap Kesehatan Mental
Kecanduan judi online dapat berdampak serius pada kesehatan mental. Mereka yang terjebak dalam kebiasaan ini lebih rentan mengalami kecemasan dan peningkatan denyut jantung. Dalam kasus yang lebih parah, individu dapat mengalami depresi berat dan memiliki keinginan untuk bunuh diri. "Dia gemetar atau denyut nadinya meningkat itu bisa terjadi. Tidak ada halusinasi, tapi level stresnya bisa sampai depresi berat akibat tidak bisa berhenti dari siklus lingkaran setannya," kata spesialis kejiwaan dr Kristiana Siste Kurniasanti, SpKJ.
Contohnya, seseorang berjudi, kalah, lalu melakukan pinjaman online. "Lalu, pinjolnya harus dibayar, judi lagi, kalah, pinjol lagi. Menang sedikit, main lagi, kalah besar, pinjol lagi," sambungnya, menggambarkan siklus berbahaya yang sering terjadi.
Apakah Kecanduan Judi Online Bisa Disembuhkan?
Tri menekankan bahwa kecanduan judi online dapat diatasi dengan pendekatan yang tepat. Semakin awal masalah ini ditangani, semakin besar kemungkinan untuk sembuh. Langkah pertama adalah mendekati pelaku judi online agar menyadari kondisi mereka dan mencari bantuan profesional. Menyelidiki akar masalah yang dihadapi dianggap lebih efektif dalam menyadarkan mereka.
Selain itu, penting untuk mengalihkan sumber kesenangan dari berjudi ke aktivitas lain yang dapat memicu pelepasan dopamin. Misalnya, melakukan kegiatan yang disukai dan, jika perlu, dengan pendekatan yang lebih tegas. "Internetnya diputus dulu kalau perlu," tutup Tri, menekankan pentingnya tindakan tegas dalam proses pemulihan.