🔴 Breaking
Teknologi

Apple Kirim Surat Hukum kepada Mantan Karyawannya di OpenAI

Apple mengeluarkan surat hukum kepada sejumlah mantan karyawan yang kini bekerja di OpenAI, di tengah gugatan terkait dugaan pencurian rahasia dagang. Sekitar 40 mantan pegawai Apple dilaporkan telah...

Eko Prasetyo

Penulis

21 July 2026
16 kali dibaca
Apple Kirim Surat Hukum kepada Mantan Karyawannya di OpenAI
Sumber gambar: tekno.kompas.com

Apple baru-baru ini mengirimkan surat hukum kepada puluhan mantan karyawannya yang saat ini bekerja di OpenAI. Tindakan ini diambil menyusul gugatan yang dilayangkan oleh Apple terkait dugaan pencurian rahasia dagang yang digunakan untuk pengembangan produk perangkat keras AI di OpenAI.

Menurut laporan dari Financial Times, sekitar 40 mantan pegawai Apple yang kini berada di OpenAI telah menerima surat hukum yang dikenal sebagai preservation letter. Angka tersebut mencakup sekitar 10 persen dari total mantan karyawan Apple yang bekerja di OpenAI, yang diperkirakan lebih dari 400 orang. Namun, belum ada informasi jelas apakah semua mantan karyawan akan menerima surat tersebut.

Isi Surat Hukum

Jika mantan karyawan Apple menerima surat itu, mereka diharuskan untuk mematuhi ketentuan yang tercantum di dalamnya, jika tidak ingin menghadapi masalah hukum. Surat tersebut berfungsi sebagai pemberitahuan bahwa penerima harus menyimpan semua dokumen, komunikasi, data elektronik, dan informasi lain yang berkaitan dengan sengketa hukum yang sedang berlangsung.

Sebelumnya, Apple secara resmi menggugat OpenAI pada Jumat (10/7/2026) waktu setempat di AS. Dalam dokumen gugatan yang beredar, Apple menuduh OpenAI melakukan upaya terkoordinasi untuk mempercepat pengembangan perangkat keras dengan memanfaatkan informasi rahasia milik Apple. Dalam dokumen itu juga disebutkan bahwa jumlah mantan karyawan Apple yang bekerja di OpenAI meningkatkan risiko kebocoran informasi rahasia dan hak kekayaan intelektual yang seharusnya dirahasiakan.

Tuduhan terhadap Mantan Karyawan

Dua mantan pegawai yang disebut dalam gugatan tidak mengungkapkan apakah semua mantan karyawan membocorkan rahasia perusahaan. Namun, mereka menyebut dua nama secara spesifik, yaitu Chang Liu dan Tang Tan, yang dituduh mencuri dan membagikan informasi rahasia Apple untuk membantu OpenAI dalam pengembangan produk perangkat keras. Apple juga menuduh Tang Tan aktif merekrut karyawan dari Apple untuk bergabung dengan OpenAI dan mendorong calon karyawan untuk mempelajari materi rahasia Apple sebelum wawancara, bahkan membawa prototipe dan materi desain ke diskusi internal.

Melalui gugatan ini, Apple meminta ganti rugi yang jumlahnya belum diungkapkan dan juga meminta pengadilan untuk mengeluarkan perintah yang melarang OpenAI menggunakan rahasia dagang yang diduga diperoleh secara ilegal.

Tanggapan OpenAI

Menanggapi gugatan tersebut, OpenAI menyatakan bahwa tuduhan itu tidak memiliki dasar hukum yang jelas. Dalam pernyataan resmi yang disampaikan kepada Bloomberg, perusahaan AI ini mengklaim belum menemukan bukti yang mendukung klaim Apple. "Kami menanggapi tuduhan ini dengan serius, tetapi kami tidak mengetahui adanya bukti yang menunjukkan gugatan tersebut memiliki bukti atau dasar yang kuat," ungkap OpenAI.

Perusahaan yang dipimpin oleh Sam Altman ini juga menegaskan komitmennya terhadap persaingan yang sehat dan kebebasan individu untuk memilih tempat kerja. "Kami percaya pada persaingan yang adil dan kebebasan setiap orang untuk bekerja di mana pun mereka memilih. Fokus kami adalah membangun teknologi inovatif yang memberdayakan masyarakat di seluruh dunia," tambah OpenAI.

Hingga saat ini, belum ada kejelasan mengenai bagaimana proses hukum antara Apple dan OpenAI akan berlangsung. Kasus ini diperkirakan menjadi salah satu sengketa hukum terbesar di industri AI tahun ini, yang tidak hanya menyoroti persaingan antara Apple dan OpenAI dalam pengembangan perangkat berbasis AI, tetapi juga berpotensi menjadi acuan baru terkait perlindungan rahasia dagang dan perpindahan talenta di sektor teknologi.

Artikel Terkait