🔴 Breaking
Nasional

Arus Laut Kencang Hambat Pencarian Korban di Bangkai KM Virgo Transport 8

Basarnas terpaksa menarik kembali Remotely Operated Vehicle (ROV) yang digunakan untuk mencari korban di dalam bangkai KM Virgo Transport 8. Arus laut yang sangat kencang membuat perangkat tersebut belum dapat digunakan secara optimal.

Fehardian Rahaja

Penulis

21 September 2026
8 kali dibaca
Tim Basarnas mengoperasikan Remotely Operated Vehicle (ROV) dalam upaya pencarian korban di bangkai KM Virgo Transport 8.
Tim Basarnas mengoperasikan Remotely Operated Vehicle (ROV) dalam upaya pencarian korban di bangkai KM Virgo Transport 8.

Upaya pencarian korban di dalam bangkai KM Virgo Transport 8 menghadapi kendala arus laut yang sangat kencang. Basarnas sebelumnya telah menurunkan Remotely Operated Vehicle (ROV) untuk memantau kondisi bagian dalam kapal, tetapi perangkat tersebut harus kembali diangkat karena tidak dapat beroperasi secara maksimal. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana, mengatakan ROV sempat digunakan dalam operasi pencarian. Perangkat itu diharapkan dapat membantu petugas mendapatkan gambaran kondisi dan akses di dalam kapal sebelum penyelam melakukan evakuasi. Hingga saat ini, 118 dari 243 orang yang tercatat dalam manifes KM Virgo Transport 8 telah ditemukan. Jumlah tersebut terdiri dari 108 orang selamat dan 10 orang meninggal dunia. Sebanyak 125 orang lainnya masih dalam pencarian.

ROV Belum Bisa Digunakan Secara Maksimal

Putu mengatakan kondisi arus laut menjadi kendala utama dalam pengoperasian ROV. Perangkat tersebut tidak dapat bekerja secara optimal sehingga tim memutuskan untuk menariknya kembali. “Namun karena arus lautnya yang sangat kencang sehingga peralatan yang canggih itu tidak bisa dimaksimalkan, akhirnya diputuskan untuk diangkat kembali,” ungkap Putu. Basarnas masih menunggu kondisi cuaca dan arus laut yang lebih memungkinkan agar ROV dapat kembali diturunkan.

Perangkat tersebut akan digunakan untuk memantau bagian kapal yang sulit dijangkau secara langsung oleh penyelam. Basarnas juga telah memiliki rancang bangun KM Virgo Transport 8. Data tersebut menjadi acuan tim untuk mengetahui jalur dan akses yang dapat digunakan saat melakukan pencarian di dalam kapal.

Hasil Pantauan ROV Jadi Panduan Penyelam

ROV memiliki peran penting dalam memberikan gambaran awal mengenai kondisi di dalam bangkai kapal. Informasi dari kamera perangkat tersebut nantinya dapat digunakan tim penyelam untuk menentukan akses sebelum masuk ke bagian dalam kapal. “Kita manfaatkan ya sebagai guiding awal sebelum nanti tim penyelam berdasarkan hasil pantauan ROV itulah nanti tim penyelam akan melaksanakan proses evakuasi di dalam kapal ya,” tambahnya. Dengan pemantauan tersebut, tim diharapkan dapat mengetahui kondisi bagian dalam kapal dan menentukan area yang perlu disisir dalam proses pencarian korban.

125 Orang Masih dalam Pencarian

KM Virgo Transport 8 sebelumnya berlayar dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada 12 September 2026. Dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes, sebanyak 118 orang telah ditemukan. Basarnas masih melanjutkan operasi pencarian terhadap 125 orang lainnya. 

Artikel Terkait