Jakarta - Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa ia bersedia untuk 'melepaskan' jabatannya sebagai Menteri Kesehatan Republik Indonesia jika terpilih menjadi Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). "Ya, kalau kepilih kan, belum tentu terpilih karena milih kan 194 negara anggota di bulan Mei," katanya setelah menghadiri Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR di Senayan, Jakarta, pada Kamis (27/8/2026).
Budi menjelaskan bahwa pencalonannya sebagai Dirjen WHO merupakan amanah dari Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan bahwa Indonesia belum pernah memiliki perwakilan di posisi pimpinan lembaga internasional setingkat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). "Indonesia kan bangsa yang besar ya. Bapak Presiden sampaikan ke saya kita tuh tidak pernah ada wakilnya yang duduk sebagai pimpinan lembaga tingkat dunia yang levelnya PBB atau United Nations. Jadi begitu beliau melihat ini ada opportunity, ya saya ditugaskan di sana," ujarnya.
Peluang Indonesia di Kancah Internasional
Lebih lanjut, Budi menambahkan bahwa Prabowo juga mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki potensi yang besar di kancah internasional. Ia menyatakan bahwa banyak negara anggota yang menganggap perlunya reformasi dalam organisasi-organisasi tingkat dunia. "Banyak negara-negara anggota juga yang melihat bahwa harus, harus ada reform-lah di organisasi-organisasi tingkat dunia seperti ini, dan dia melihat Indonesia, ya mungkin di bawah pimpinan Bapak Presiden Prabowo, itu memiliki potensi itu," jelasnya.
Daftar Calon Dirjen WHO
Dalam informasi terbaru yang dirilis oleh WHO pada 22 Agustus 2026, Budi Gunadi Sadikin termasuk dalam daftar calon Dirjen WHO bersama tiga kandidat lainnya, yaitu Hanan Mohammed Al-Kuwari dari Qatar, Hanan Balkhy yang diusulkan oleh Arab Saudi, serta Hans Kluge, Direktur Regional WHO untuk Eropa yang diusulkan oleh Belgia.