🔴 Breaking
Aksi 27 Agustus di DPR Memanas, Massa Bakar Ban dan Dorong Pagar hingga Masuk Jalur Tol Waspadai Dampak Serius Kencing Tidak Tuntas terhadap Kesehatan Ginjal Kunjungan Akademik Guru Besar UIN Saizu ke National Cheng Kung University Taiwan Perluasan QRIS Tanpa Biaya, Pengusaha Dilarang Membebankan Tarif ke Konsumen Peningkatan Kasus Kanker di Kalangan Usia Muda: Apa Penyebabnya? Update Harga Emas 24 Karat di Antam, Pegadaian, dan Hartadinata pada 27 Agustus 2026 RSAB Harapan Kita Lakukan Bedah Janin Pertama di Indonesia UIN Surakarta Bagikan 3.100 Buku untuk Dorong Tradisi Akademik Mahasiswa Baru --- Target Transaksi Harbolnas 2026 Ditetapkan Rp 40 Triliun oleh Pemerintah --- Pendapatan Nvidia Melonjak Dua Kali Lipat, Capai Rp 1.700 Triliun Aksi 27 Agustus di DPR Memanas, Massa Bakar Ban dan Dorong Pagar hingga Masuk Jalur Tol Waspadai Dampak Serius Kencing Tidak Tuntas terhadap Kesehatan Ginjal Kunjungan Akademik Guru Besar UIN Saizu ke National Cheng Kung University Taiwan Perluasan QRIS Tanpa Biaya, Pengusaha Dilarang Membebankan Tarif ke Konsumen Peningkatan Kasus Kanker di Kalangan Usia Muda: Apa Penyebabnya? Update Harga Emas 24 Karat di Antam, Pegadaian, dan Hartadinata pada 27 Agustus 2026 RSAB Harapan Kita Lakukan Bedah Janin Pertama di Indonesia UIN Surakarta Bagikan 3.100 Buku untuk Dorong Tradisi Akademik Mahasiswa Baru --- Target Transaksi Harbolnas 2026 Ditetapkan Rp 40 Triliun oleh Pemerintah --- Pendapatan Nvidia Melonjak Dua Kali Lipat, Capai Rp 1.700 Triliun
Kesehatan

Waspadai Dampak Serius Kencing Tidak Tuntas terhadap Kesehatan Ginjal

Gangguan pola kencing dapat menjadi indikator masalah kesehatan, terutama pada pria dengan gangguan prostat, dan memiliki potensi dampak serius pada fungsi ginjal.

Raihan Fadhila

Penulis

27 August 2026
6 kali dibaca
Foto: Ilustrasi buang air kecil (Getty Images/Milan Markovic)
Foto: Ilustrasi buang air kecil (Getty Images/Milan Markovic)

Jakarta - Masalah pola buang air kecil sering kali dialami oleh individu yang memiliki gangguan prostat. Gejala ini biasanya muncul pada malam hari dan dapat mengganggu kualitas tidur seseorang. "Lebih sering (buang air kecil), malam terbangun berapa kali. Kencing tidak tuntas," jelas seorang spesialis urologi dari Bethsaida Hospital, dr Boyke Budiman Sumantri, SpU.

Namun, gangguan ini juga bisa disebabkan oleh berbagai penyakit lain, termasuk diabetes dan kencing manis, sehingga penting untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. Gejala yang berkaitan dengan pola kencing tidak boleh diabaikan, karena dapat berakibat buruk bagi kesehatan ginjal.

Risiko Kesehatan yang Mengancam

Menurut dr Boyke, tekanan yang tidak dapat dikeluarkan dari kandung kemih dapat kembali ke ginjal, yang menyebabkan tekanan di ginjal. "Karena air kencing itu praktis bukan air yang steril, kan. Dan dia akan menekan ginjal. Backflow ke ginjal. Ginjal tidak bisa berfungsi," ungkapnya. Jika kondisi ini dibiarkan, dapat berujung pada gagal ginjal, yang membuat pasien memerlukan cuci darah atau bahkan transplantasi ginjal.

Oleh karena itu, kencing yang tidak tuntas seharusnya tidak dianggap remeh. "Jadi, katakanlah misalnya harusnya 300 mili di kandung kencing bisa tuntas. Tapi hanya sisa 150 karena nggak tuntas. Tekanan dari atas ada lagi. Lama-lama tinggi, kan, bisa ke atas ke ginjal," tambahnya.

Pentingnya Pemeriksaan Dini

dr Boyke menekankan bahwa jika gangguan pola kencing diperiksa saat gejala baru muncul, masih ada harapan untuk kembali normal. Namun, jika pasien mengabaikan gejala dan tidak melakukan pemeriksaan, risiko kerusakan fungsi ginjal menjadi lebih besar. "Ternyata ginjalnya sudah terganggu fungsinya. Mungkin itu sudah harus diperiksa oleh dokter penyakit dalam khusus ginjal. Atau cuci darah kalau ginjal yang terganggu fungsinya," jelasnya.

Dengan demikian, penting bagi masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala gangguan pola kencing dan segera berkonsultasi dengan dokter untuk mencegah masalah kesehatan yang lebih serius.

Artikel Terkait