🔴 Breaking
Kesehatan

Peningkatan Kasus Kanker di Kalangan Usia Muda: Apa Penyebabnya?

Sebelas jenis kanker kini semakin sering terdeteksi pada individu muda di Inggris, terutama di kalangan mereka yang berusia akhir remaja hingga 40-an. Peneliti mencatat hubungan antara lonjakan kasus...

Arjuna Mahendra

Penulis

27 August 2026
7 kali dibaca
Foto: Getty Images/gorodenkoff
Foto: Getty Images/gorodenkoff

Di Inggris, ditemukan bahwa sebelas jenis kanker semakin banyak dijumpai pada kelompok usia muda, khususnya mereka yang berusia akhir remaja hingga 40-an. Temuan ini berasal dari analisis yang dilakukan oleh ilmuwan dari Institute of Cancer Research dan Imperial College London. Meskipun demikian, para peneliti menegaskan bahwa kanker pada usia muda tetap tergolong jarang.

Penyebab pasti dari meningkatnya kasus kanker di kalangan usia muda masih belum sepenuhnya dipahami. Namun, penelitian menunjukkan adanya hubungan antara meningkatnya kasus kanker dengan tren obesitas dan kelebihan berat badan yang telah berlangsung selama beberapa dekade.

Daftar Jenis Kanker yang Meningkat

Menurut laporan yang dikutip dari BBC, berikut adalah sebelas jenis kanker yang semakin banyak ditemukan pada usia muda:

  • Kanker usus
  • Kanker tiroid
  • Multiple myeloma
  • Kanker hati
  • Kanker ginjal
  • Kanker kandung empedu
  • Kanker pankreas
  • Kanker endometrium atau lapisan rahim
  • Kanker mulut
  • Kanker payudara
  • Kanker ovarium

Kanker usus dan payudara merupakan dua jenis kanker yang paling umum terdeteksi pada orang dewasa muda, dengan total mencapai sekitar 11.500 kasus per tahun. Sementara itu, kanker pankreas dan kandung empedu jauh lebih jarang ditemukan. Menariknya, hanya kanker usus dan ovarium yang menunjukkan peningkatan khusus pada kelompok usia muda, sedangkan sembilan jenis kanker lainnya mengalami peningkatan pada usia yang lebih tua.

Peran Kelebihan Berat Badan

Para peneliti kemudian menganalisis berbagai faktor gaya hidup yang diketahui berhubungan dengan risiko kanker. Hasilnya menunjukkan bahwa tingkat merokok, konsumsi alkohol, aktivitas fisik, serta pola makan rendah serat tidak menunjukkan perubahan signifikan yang dapat menjelaskan peningkatan kasus kanker pada usia muda. Sebaliknya, kelebihan berat badan dan obesitas menjadi faktor yang paling sesuai dengan lonjakan kasus kanker ini.

Sejak dekade 1990-an, jumlah individu yang mengalami kelebihan berat badan dan obesitas terus meningkat. Jaringan lemak berlebih dapat mempengaruhi hormon dalam tubuh, termasuk insulin, yang diduga berkontribusi pada peningkatan risiko kanker. Namun, para ilmuwan menekankan bahwa kelebihan berat badan bukanlah satu-satunya penyebab. Dalam kasus kanker usus, misalnya, diperkirakan dari setiap 100 kasus tambahan, sekitar 20 kasus mungkin terkait dengan kelebihan berat badan, sementara 80 kasus lainnya masih belum dapat dijelaskan.

"Masih banyak yang belum kita ketahui," ungkap Prof Marc Gunter dari Imperial College London. Para ilmuwan masih menyelidiki berbagai faktor lain yang mungkin berkontribusi, seperti konsumsi makanan olahan, paparan bahan kimia berbahaya, penggunaan antibiotik, minuman berpemanis, peradangan, polusi udara, bakteri usus, hingga paparan herbisida. Selain itu, peningkatan kemampuan dalam mendeteksi kanker juga mungkin berkontribusi pada banyaknya kasus yang ditemukan pada usia muda.

Kisah Nyata: Kasus Kanker Usus di Usia Muda

Salah satu kisah yang mencerminkan fenomena ini adalah Bradley Coombes, seorang pria dari Portsmouth, Inggris, yang meninggal akibat kanker usus pada usia 23 tahun. Menurut ibunya, Caroline Mousdale, Bradley adalah seorang pemuda yang sehat dan aktif, bahkan sedang bersiap untuk menandatangani kontrak sepak bola semi-profesional.

Namun, setelah tahun pertamanya di universitas, kondisi Bradley mulai memburuk. Ia mengalami penurunan berat badan yang drastis dan nyeri perut, yang kemudian berkembang menjadi diare dan darah dalam tinja. Caroline mengungkapkan bahwa putranya mengalami berbagai gejala yang seharusnya menjadi tanda peringatan kanker usus, tetapi karena usianya yang masih muda, gejala tersebut tidak dianggap serius.

Bradley membutuhkan waktu sekitar 18 bulan sejak gejala muncul hingga akhirnya mendapatkan diagnosis. Ketika menjalani kolonoskopi, tumor yang ditemukan sudah cukup besar sehingga menghalangi alat untuk melewati bagian usus yang terkena kanker. Meskipun telah menjalani operasi dan kemoterapi, pengobatan tersebut tidak mampu menghentikan pertumbuhan tumor, dan ia akhirnya meninggal dengan anjing kesayangannya, Buster, di sisinya. "Saya benar-benar merasa, seperti setiap orang tua, bahwa dia akan mewujudkan impian sepak bolanya dan menjalani kehidupan yang luar biasa. Semua itu direnggut karena kanker usus yang muncul di usia muda tidak teridentifikasi sejak awal," kata Caroline.

Artikel Terkait