RSAB Harapan Kita, yang berperan sebagai Pusat Kesehatan Nasional untuk Wanita dan Anak, bersama tim dari Mater Mothers' Hospital di Brisbane, Australia, telah sukses melaksanakan open fetal surgery atau bedah janin terbuka yang pertama di Indonesia. Tindakan ini ditujukan untuk menangani kasus myelomeningocele, yang merupakan salah satu bentuk paling parah dari spina bifida atau kelainan bawaan pada tulang belakang. Operasi tersebut dilaksanakan pada Selasa, 25 Agustus 2023.
Myelomeningocele adalah kelainan bawaan pada tulang belakang dan sistem saraf yang terjadi ketika tulang belakang serta jaringan saraf tidak menutup dengan sempurna selama perkembangan janin. Kondisi ini dapat mengakibatkan gangguan fungsi saraf, kelumpuhan, serta masalah pada fungsi kandung kemih dan usus, dan juga meningkatkan risiko terjadinya hidrosefalus. Kelainan ini dapat dideteksi sejak masa kehamilan melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG) fetomaternal. Setelah diagnosis ditegakkan dan melalui berbagai pemeriksaan serta skrining, termasuk skrining kelainan genetik, pasien dapat dipertimbangkan untuk menjalani tindakan bedah janin sesuai dengan indikasi medis.
Pentingnya Terobosan dalam Kedokteran Indonesia
Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. Dante Saksono Harbuwono, menyatakan bahwa keberhasilan ini menjadi tonggak penting bagi perkembangan kedokteran di Indonesia, khususnya dalam penanganan kelainan bawaan sejak dalam kandungan. "Ini adalah operasi pertama di Indonesia, fetal open surgery, artinya operasi janin secara terbuka ketika masih berada di dalam kandungan. Ini merupakan terobosan yang luar biasa dan semuanya dilakukan oleh dokter-dokter Indonesia," ungkap Dante dalam konferensi pers di RSAB Harapan Kita, Jakarta, pada Rabu, 26 Agustus 2023.
Dia menambahkan bahwa pencapaian ini menunjukkan bahwa sumber daya manusia (SDM) dan teknologi yang ada di Indonesia sudah sangat maju. "Teknologinya sudah luar biasa, skill dokter-dokter kita di Indonesia juga sudah mampu. Ini menjadi kado 17 Agustus bagi dunia kedokteran Indonesia bahwa kita sudah bisa melakukan fetal open surgery pada bayi pertama Indonesia," jelasnya.
Pengembangan Layanan Terapi Janin
Sebelumnya, RSAB Harapan Kita telah secara bertahap mengembangkan berbagai layanan terapi janin (fetal therapy) yang unggul, di antaranya adalah:
- Pemasangan fetal shunt: Prosedur untuk mengalirkan dan mengatasi penumpukan cairan abnormal pada organ janin.
- Radiofrequency Ablation (RFA): Tindakan medis berbasis ultrasonografi untuk menangani kelainan aliran darah atau tumor tertentu pada janin.
- Fetoscopic Laser Surgery: Terapi laser endoskopi untuk penanganan Twin-to-Twin Transfusion Syndrome (TTTS), yaitu kondisi ketidakseimbangan suplai darah pada kehamilan kembar.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Tim Obstetri dan Ginekologi RSAB Harapan Kita, dr. Gatot Abdurrazak, menjelaskan bahwa kemampuan terapi janin di RSAB Harapan Kita telah dibangun selama bertahun-tahun. RSAB Harapan Kita mulai melakukan transfusi intrauterin sejak 2005 dan mengembangkan tindakan fetoskopik sejak 2011. "Untuk pasien ini, datang dikirim oleh sejawat dengan kelainan spina bifida pada usia kehamilan 18 minggu. Ini menjadi kesempatan untuk melakukan repair karena waktunya hanya sampai 26 minggu. Kami bergerak cepat dan mendapat dukungan penuh dari manajemen serta seluruh tim," ujarnya.
Ketua Tim Bedah Saraf RSAB Harapan Kita, dr. Alfi Aulia Rahmah, menjelaskan bahwa myelomeningocele adalah bentuk spina bifida yang paling berat. Tindakan perbaikan sejak dalam kandungan diharapkan dapat mengurangi kerusakan saraf lebih lanjut dan menurunkan risiko komplikasi jangka panjang, termasuk hidrosefalus. "Pekerjaan ini bukan hanya pekerjaan bedah saraf. Semua memiliki peran yang sangat penting. Pada tindakan intrauterin, yang krusial adalah bagaimana menjaga janin tetap stabil. Apabila janin tidak stabil, operasi harus dihentikan," jelas dr. Alfi.