Kalsium telah lama dikenal sebagai mineral yang berperan penting dalam menjaga kekuatan tulang dan gigi. Namun, kelebihan kalsium dapat menimbulkan risiko serius bagi kesehatan jantung. Meskipun hubungan kalsium dengan jantung tidak sepopuler kaitannya dengan tulang, dampak negatifnya dapat berpotensi memicu serangan jantung. Pertanyaannya, apakah benar bahwa asupan kalsium yang berlebihan dapat membahayakan jantung?
Dokter spesialis jantung, dr Maya Munigar Apandi, SpJP(K), menjelaskan bahwa kalsium yang berfungsi untuk jantung adalah unsur yang sama dengan kalsium yang terdapat di tulang dan gigi. Namun, proses metabolisme yang terjadi pada keduanya berbeda. Dalam pemeriksaan medis rutin, kadar kalsium dalam tubuh dapat dipantau melalui sampel darah, dengan nilai normal yang telah ditentukan. Sementara itu, kalsium yang berkaitan dengan jantung diukur berdasarkan akumulasi fisik yang terjadi pada dinding pembuluh darah.
Mekanisme Pembentukan Penumpukan Kalsium
Penumpukan kalsium di pembuluh darah jantung terjadi sebagai hasil dari reaksi kompleks dalam proses aterosklerosis. Seiring berjalannya waktu, kalsium akan mengendap dan berinteraksi dengan zat penyumbat lainnya. Menurut dr Maya, "Deposit atau penumpukan kalsium ini terbentuk karena proses plak aterosklerosis. Dia menumpuk di sini, bereaksi dengan si lemak dan komponen-komponen lain yang membentuk plak atau kerak dari aterosklerosis." Proses ini menyebabkan tumpukan kerak kalsium semakin tebal dan berat dalam pembuluh darah.
Pengukuran Penumpukan Kalsium
Untuk mengetahui sejauh mana akumulasi kalsium telah terjadi, tim medis memanfaatkan teknologi CT Scan. Teknologi ini memungkinkan dokter untuk menghitung calcium score (skor kalsium) secara otomatis. "Hitungnya soalnya bukan berhitung seperti biasa. Nanti by system kita scoring dengan CT Scan tersebut. Semakin tinggi nilainya, kita anggap burden atau beban dari risiko kardiovaskular ini juga semakin tinggi," jelas dr Maya.
dr Maya juga menekankan bahwa penumpukan kalsium dapat dipicu oleh gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok, kurang tidur, dan pola makan yang tidak teratur serta rendah gizi. Oleh karena itu, ia menyarankan agar masyarakat mengubah pola hidup menjadi lebih sehat, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung atau kondisi lain yang dapat menyebabkan gagal jantung, seperti kolesterol tinggi, hipertensi, dan diabetes.