Jakarta - Perawatan estetika saat ini tidak lagi hanya dipilih karena viral, digunakan oleh selebriti, atau karena harga yang tinggi. Semakin banyak konsumen yang berusaha memahami apakah tindakan yang diambil sesuai dengan kondisi kulit mereka, memiliki tujuan yang jelas, dan sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.
Menurut dr. Dedy Chandra, konsumen yang mempertimbangkan hal-hal tersebut lebih tepat disebut sebagai Smart People. "Sekarang saya lebih suka menyebut mereka Smart People. Mereka bukan sekadar datang karena sebuah brand sedang viral," ungkap dr. Dedy dalam keterangan tertulisnya.
Pemahaman yang Lebih Dalam tentang Perawatan
Dr. Dedy menjelaskan bahwa konsumen kini ingin mengetahui apa yang dilakukan, alasan di balik tindakan tersebut, serta hasil yang diharapkan. Prinsip yang dipegang adalah: "Spend your money on the result, not just on the hype." Meskipun perawatan premium masih memiliki tempat, produk dari merek terkenal atau perawatan dengan harga tinggi tidak selalu berarti buruk. Namun, harga dan popularitas seharusnya tidak menjadi satu-satunya pertimbangan dalam memilih perawatan.
Contohnya, ada injectable yang sedang populer dengan harga beberapa juta rupiah. "Kita juga punya pilihan tersebut. Tetapi kalau ada alternatif lain yang indikasinya sesuai, kualitasnya baik, hasilnya bisa kita dokumentasikan, dan biayanya lebih rasional, tentu pasien berhak mengetahui pilihan itu," tambah dr. Dedy. Dengan pendekatan ini, pasien dapat memilih perawatan berdasarkan kebutuhan dan hasil yang diinginkan, bukan sekadar mengikuti tren.
Program Perawatan yang Terjangkau dan Efektif
DL Beauty menerapkan prinsip ini melalui beberapa tingkatan perawatan. Salah satunya adalah Tantangan 2 Minggu, sebuah program entry-level yang menggabungkan beberapa tindakan dalam satu rangkaian perawatan. Program ini dirancang dengan biaya yang lebih terjangkau dan dilengkapi evaluasi hasil setelah dua minggu. Menurut dr. Dedy, aspek penting dari program ini bukan hanya biayanya, tetapi juga proses evaluasinya.
"Yang penting kita bisa lihat: before treatment, lalu dua minggu kemudian after treatment. Jadi bukan hanya mendengar janji," jelas dr. Dedy. "Kita melihat hasil," sambungnya.
Setelah kebutuhan dasar kulit terpenuhi, perawatan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Pendekatan DL Beauty mencakup FOURGENIC untuk ketahanan kulit, perawatan regeneratif seperti exosome, perawatan biostimulatory seperti collagen stimulator, serta perawatan korektif dan kontur seperti dermal filler. Salah satu pengembangan terbaru adalah Glow Trifecta Injectable, yang mengkombinasikan collagen stimulator dengan pendekatan regeneratif untuk memperbaiki struktur dan kualitas kulit.
Namun, dr. Dedy menekankan bahwa tidak semua pasien perlu langsung menjalani injectable. Bagi pasien yang lebih muda, termasuk mereka yang berada di akhir usia 20-an tanpa tanda penuaan yang signifikan, pendekatan pencegahan primer dapat menjadi pilihan yang lebih tepat.
Pendekatan ini dirangkum dalam konsep FOURGENIC Skin Longevity, yang meliputi: Healthy Life - membangun gaya hidup sehat sebagai fondasi kesehatan dan kualitas kulit; Good Nutrition - memastikan asupan nutrisi yang mendukung fungsi tubuh dan regenerasi kulit; Eligible Skincare - menggunakan produk perawatan kulit yang sesuai dengan kondisi, kebutuhan, dan tujuan kulit; serta Smart Treatments - memilih perawatan secara rasional berdasarkan indikasi, evaluasi, dan hasil yang ingin dicapai.
"Bukan karena ada treatment baru kemudian kita mencari siapa yang bisa disuntik. Kita harus melihat orangnya dulu, masalah kulitnya apa, baru menentukan treatment," tegas dr. Dedy. Pemilihan perawatan harus dimulai dari kondisi dan kebutuhan pasien, bukan dari tren atau produk yang sedang populer. Inilah karakter dari Smart People, yang tidak hanya bertanya, 'Treatment apa yang sedang viral?', tetapi juga mulai bertanya: 'Apa yang sebenarnya kulit saya butuhkan?'
Akhirnya, inovasi dalam estetika bukan sekadar memilih perawatan yang paling mahal atau paling murah. Yang terpenting adalah memilih tindakan yang tepat, rasional, memiliki tujuan yang jelas, dan sesuai dengan kebutuhan pasien.