🔴 Breaking
Kesehatan

Tren Ear Seeds untuk Mengatasi Stres yang Populer di Kalangan Penggemar K-Pop

Fenomena ear seeds, aksesori yang sering dikenakan oleh idol K-Pop, menarik perhatian publik sebagai bagian dari tren perawatan diri yang dipercaya dapat mengurangi stres.

Fayra Nugroho

Penulis

12 September 2026
9 kali dibaca
Tren ear seeds untuk meredakan stres. Bentuknya sih seperti patch. Foto: Getty Images/Jeniffer Fontan
Tren ear seeds untuk meredakan stres. Bentuknya sih seperti patch. Foto: Getty Images/Jeniffer Fontan

Di tengah popularitas K-Pop, penggemar mulai memperhatikan bahwa banyak idol mereka terlihat mengenakan aksesori kecil menyerupai mutiara atau kristal yang menempel di daun telinga. Beberapa idol terkenal seperti Lisa dari Blackpink, Seungkwan dan Wonwoo dari Seventeen, Chaeryeong dari ITZY, serta San dari ATEEZ, terlihat menggunakan aksesori ini, yang memicu rasa ingin tahu di kalangan publik.

Aksesori ini dikenal sebagai ear seeds, dan bukan hanya sekadar hiasan, melainkan bagian dari tren perawatan diri yang diklaim dapat membantu meredakan kecemasan dan demam panggung. Namun, muncul pertanyaan mengenai efektivitas ear seeds, apakah benar memiliki manfaat medis atau hanya sekadar tren estetika yang viral di media sosial.

Penjelasan Medis tentang Ear Seeds

Dokter psikiater dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI), dr. Lahargo Kembaren, SpKJ, memberikan penjelasan mengenai fenomena ini. Menurutnya, ear seeds merupakan bentuk akupresur telinga (auricular acupressure), di mana pengguna menekan biji atau pelet tersebut beberapa kali dalam sehari. Selain stimulasi saraf, efek relaksasi yang dirasakan juga sangat dipengaruhi oleh ritual psikologis yang menyertainya.

Ketika seseorang merasa panik dan mulai menekan ear seeds di telinganya, gerakan ini berfungsi sebagai grounding cue, yang memaksa individu untuk berhenti sejenak, mengatur napas, dan mengalihkan perhatian dari pikiran negatif kembali kepada sensasi fisik di tubuhnya. Namun, dr. Lahargo juga menekankan bahwa kemungkinan sensasi tersebut muncul akibat efek plasebo tidak bisa diabaikan. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengukur efektivitas sebenarnya dari penggunaan ear seeds.

Efek Plasebo dan Kesehatan Mental

Menurut dr. Lahargo, ketika seseorang meyakini bahwa suatu tindakan dapat membuatnya lebih tenang, otak dapat memicu perubahan nyata dalam persepsi terhadap stres, ketegangan, perhatian, dan respons emosional. Ia menambahkan bahwa efek plasebo bukanlah sebuah kebohongan, karena ekspektasi pengguna dapat menghasilkan rasa tenang yang nyata.

Namun, dr. Lahargo mengingatkan bahwa kesehatan mental tidak seharusnya dipandang sebagai gaya hidup semata. Ear seeds sebaiknya dianggap sebagai praktik pendukung yang harus dipadukan dengan tidur yang cukup, olahraga, dan latihan pernapasan, bukan sebagai terapi utama. Untuk gangguan kecemasan klinis yang sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, penanganan utama tetap harus dilakukan dengan terapi yang diakui oleh ahli, seperti Terapi Perilaku Kognitif (CBT) atau penggunaan obat psikofarmaka.

Secara umum, penggunaan ear seeds dianggap relatif aman, meskipun pengguna perlu waspada terhadap risiko iritasi kulit, rasa nyeri, pusing, atau biji yang mungkin masuk ke dalam liang telinga. Dr. Lahargo menegaskan bahwa ear seeds bisa menjadi alat bantu relaksasi, tetapi tidak boleh mengabaikan sumber stres yang ada.

Artikel Terkait