Jakarta - Kebiasaan menikmati teh di pagi hari sering kali menjadi pilihan yang disukai untuk menenangkan pikiran dan menambah energi. Selain rasanya yang nikmat, teh juga memiliki banyak manfaat kesehatan, seperti mengurangi risiko stroke dan menjaga kesehatan jantung. Namun, penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of Internal Medicine menunjukkan bahwa cara seseorang menyeduh dan mengonsumsi teh sangat berpengaruh terhadap manfaat yang diperoleh untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Studi yang melibatkan lebih dari 485.000 orang dewasa ini menemukan bahwa rutin mengonsumsi teh setidaknya tiga kali dalam seminggu dapat menurunkan risiko penyakit vaskular hingga 11 persen. Meskipun demikian, para ahli memperingatkan bahwa kesalahan dalam cara mengonsumsinya dapat mengurangi manfaat atau bahkan menimbulkan risiko kesehatan lainnya.
1. Hindari Minum Teh Saat 'Sangat Panas'
Banyak orang suka menyeruput teh saat masih dalam kondisi sangat panas. Namun, kebiasaan ini ternyata berbahaya. Penelitian menunjukkan bahwa individu yang rutin mengonsumsi teh pada suhu yang sangat panas memiliki risiko penyakit pembuluh darah yang lebih tinggi, yakni 16 persen dibandingkan mereka yang tidak melakukannya. Dr. Leana Wen menyarankan agar menghindari minum teh yang cukup panas hingga membakar mulut atau tenggorokan, karena konsumsi minuman yang sangat panas secara berulang kali juga dapat meningkatkan risiko kanker esofagus. Sebaiknya, biarkan teh hingga hangat atau agak dingin sebelum dinikmati.
2. Pilih Kepekatan Sedang (Moderate-Strength)
Cara penyeduhan teh juga sangat penting. Penelitian menunjukkan bahwa teh yang diseduh dengan kepekatan sedang lebih efektif dalam memberikan perlindungan bagi jantung dibandingkan teh yang terlalu pekat. Baik teh hitam maupun teh hijau mengandung polifenol dan flavonoid, yang berfungsi untuk merilekskan pembuluh darah serta menurunkan tekanan darah.
3. Hindari Penggunaan Gula Tambahan
Manfaat teh untuk kesehatan jantung dapat berkurang drastis jika ditambahkan gula secara berlebihan. Mengonsumsi teh tanpa tambahan gula merupakan pilihan terbaik sebagai pengganti minuman bersoda atau kemasan manis. Ini juga membantu dalam mengontrol berat badan dan mengurangi risiko gangguan metabolisme yang dapat memicu penyakit jantung.
4. Perhatikan Batas Asupan Kafein
Walaupun responden yang mengonsumsi teh sebanyak 6-8 cangkir sehari menunjukkan risiko vaskular terendah dalam studi tersebut, para ahli mengingatkan agar tidak menjadikan angka tersebut sebagai patokan mutlak. Teh tetap mengandung kafein yang jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan kecemasan, gangguan tidur, hingga palpitasi jantung. Batas aman asupan kafein harian bagi orang dewasa umumnya adalah sekitar 400 mg.
Dengan mengikuti panduan ini, Anda dapat menikmati teh dengan cara yang lebih sehat dan mendapatkan manfaat optimal untuk kesehatan jantung.