🔴 Breaking
Ekonomi

China Eastern Airlines Rencanakan Pembelian 25 Pesawat Airbus A330neo

China Eastern Airlines mengumumkan rencana untuk membeli 25 pesawat A330neo dari Airbus dengan nilai sekitar US$ 9,35 miliar sebagai bagian dari ekspansi rute internasional mereka.

Eko Prasetyo

Penulis

29 June 2026
30 kali dibaca
Pesawat maskapai China Eastern Airlines (dok. Instagram @chinaeasternna/https://www.instagram.com/p/B66Gj-ZnYzv/)
Pesawat maskapai China Eastern Airlines (dok. Instagram @chinaeasternna/https://www.instagram.com/p/B66Gj-ZnYzv/)

China Eastern Airlines mengumumkan pada hari Jumat, 26 Juni 2026, bahwa mereka akan melakukan pembelian 25 unit pesawat A330neo dari Airbus. Total nilai transaksi ini diperkirakan mencapai US$ 9,35 miliar atau setara dengan Rp 166,77 triliun, berdasarkan kurs dolar AS yang berada di kisaran 17.840. Langkah ini diambil untuk memperluas armada pesawat berbadan lebar guna melayani lebih banyak rute internasional.

Sesuai dengan laporan dari Channel News Asia pada Senin, 29 Juni 2026, pesawat-pesawat tersebut direncanakan akan dikirimkan secara bertahap antara tahun 2029 hingga 2033. China Eastern juga mengonfirmasi bahwa mereka telah menandatangani perjanjian pembelian di Shanghai.

Rincian Pembelian dan Diskon

Dalam pengajuan yang dilakukan ke bursa saham Shanghai, China Eastern menjelaskan bahwa harga katalog sebesar US$ 9,35 miliar didasarkan pada daftar harga Airbus yang berlaku pada Januari 2025. Namun, harga transaksi yang sebenarnya diperkirakan akan lebih rendah karena maskapai mendapatkan diskon yang menguntungkan dibandingkan dengan pembelian sebelumnya dari produsen pesawat asal Eropa tersebut. Diskon besar merupakan praktik umum ketika maskapai melakukan pemesanan dalam jumlah besar.

Maskapai yang berpusat di Shanghai ini menyatakan bahwa pesawat berbadan lebar tersebut akan dioperasikan terutama dari Bandara Shanghai Pudong, dengan tujuan untuk memperluas destinasi antarbenua dan meningkatkan frekuensi penerbangan. Ini akan memperkuat posisi hub tersebut sebagai pusat transit untuk rute jarak jauh.

Kesepakatan Sebelumnya dan Pertumbuhan Pasar

Kesepakatan ini muncul beberapa bulan setelah China Eastern menandatangani perjanjian terpisah dengan Airbus pada bulan Maret untuk membeli 101 pesawat A320neo, dengan harga daftar sekitar US$ 15,8 miliar atau Rp 281,8 triliun. Fokus utama maskapai asal China ini adalah pada ekspansi internasional sebagai pendorong utama pertumbuhan mereka.

Langkah ini juga bertepatan dengan upaya Airbus untuk meningkatkan pangsa pasar di industri penerbangan terbesar kedua di dunia, di mana mereka memperkirakan pertumbuhan lalu lintas penumpang mencapai sekitar 5 persen setiap tahun selama dua dekade mendatang. Menurut laporan Reuters, Airbus telah terlibat dalam negosiasi yang tidak konsisten selama beberapa tahun untuk mengamankan pesanan besar hingga 500 pesawat di China, yang sering kali terkait dengan kunjungan kenegaraan.

A330neo adalah versi terbaru yang lebih efisien dari jet jarak jauh Airbus A330 generasi sebelumnya, dilengkapi dengan sayap yang lebih aerodinamis dan mesin Rolls-Royce Trent 7000. China Eastern memperkirakan bahwa setidaknya 10 unit A330 yang lebih tua akan dipensiunkan karena usia selama periode pengiriman, sehingga pesawat baru ini akan berfungsi sebagian sebagai pengganti.

Pembiayaan untuk kesepakatan ini akan dilakukan melalui kombinasi modal sendiri, pinjaman bank, penerbitan obligasi, dan instrumen pembiayaan lainnya. China Eastern menyatakan bahwa struktur pembayaran yang bertahap ini diperkirakan tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap arus kas atau operasional mereka.

Dalam pengajuan terpisah, China Eastern juga mengumumkan rencana untuk menerbitkan obligasi global senilai hingga 2,8 miliar yuan (sekitar US$ 411,89 juta atau Rp 7,34 triliun), meskipun tidak menyebutkan tujuan penggunaan dana dari penerbitan tersebut.

Artikel Terkait