🔴 Breaking
Teknologi

IBM Luncurkan Chip Pertama di Dunia dengan Ukuran di Bawah 1 Nm, Apa Saja Keunggulannya?

IBM telah memperkenalkan chip dengan teknologi transistor berukuran 0,7 nanometer, yang menjadi yang pertama di dunia di bawah 1 nm. Pencapaian ini menjanjikan peningkatan signifikan dalam kecepatan d...

Eko Prasetyo

Penulis

29 June 2026
15 kali dibaca
IBM Luncurkan Chip Pertama di Dunia dengan Ukuran di Bawah 1 Nm, Apa Saja Keunggulannya?
Sumber gambar: tekno.kompas.com

IBM baru saja mencatatkan sejarah baru di bidang semikonduktor dengan peluncuran chip yang menggunakan teknologi transistor berukuran 0,7 nanometer (nm). Ini menjadikannya chip pertama di dunia yang berhasil menembus batas ukuran di bawah 1 nm. Pencapaian ini tidak hanya merupakan rekor teknis, tetapi juga berpotensi membawa perubahan besar dalam kecepatan, efisiensi daya, serta kemampuan kecerdasan buatan (AI) pada perangkat komputer dan ponsel di masa depan.

Chip prototipe ini mampu menampung hampir 100 miliar transistor dalam area yang seukuran kuku jari. Untuk memberikan gambaran, kepadatan transistor ini hampir dua kali lipat dibandingkan dengan chip generasi awal berukuran 2 nm yang diluncurkan pada tahun 2021. Kunci dari pencapaian ini adalah arsitektur baru yang dinamakan "nanostack" oleh IBM. Pendekatan ini menyusun transistor dalam format tiga dimensi, di mana transistor ditumpuk dan disusun bertingkat, mirip dengan miniatur kota. Desain ini tidak hanya memungkinkan lebih banyak transistor dalam satu chip, tetapi juga memberikan fleksibilitas bagi insinyur untuk menggabungkan berbagai material demi meningkatkan performa dan efisiensi setiap transistor.

Keunggulan Chip Sub-1 Nm

Arsitektur ini diklaim mampu menyediakan bandwidth yang lebih tinggi, yang sangat dibutuhkan untuk komputasi AI. Dari segi performa, IBM memperkirakan chip sub-1 nm ini dapat memberikan peningkatan kecepatan hingga 50 persen dibandingkan chip 2 nm yang mereka miliki, serta menghemat energi hingga 70 persen. Dalam konteks penggunaannya di PC atau ponsel, hal ini berarti perangkat dapat menjadi lebih bertenaga dan memiliki daya tahan baterai yang lebih lama tanpa perlu memperbesar ukuran fisik prosesor.

Namun, seberapa besar keuntungan nyata yang akan dirasakan pengguna nantinya akan tergantung pada desain chip yang spesifik serta jenis beban kerja yang dijalankan. Sejarah industri semikonduktor menunjukkan bahwa kemajuan dalam proses manufaktur sering kali mendorong peningkatan performa yang signifikan. Intel dikenal dengan strategi "tick tock" yang bergantian antara teknologi fabrikasi baru dan arsitektur baru untuk meningkatkan kecepatan. Apple juga pernah mengklaim keunggulan atas Intel dan AMD sebagian berkat keberaniannya untuk menjadi yang pertama mengadopsi teknik manufaktur terbaru.

Produksi Massal di Masa Depan

Saat ini, chip ini masih dalam tahap prototipe. Namun, IBM menyatakan bahwa produksi chip sub-1 nm secara komersial dapat dimulai dalam lima tahun ke depan. Dalam jangka panjang, IBM memprediksi bahwa arsitektur nanostack masih dapat terus dikembangkan selama setidaknya satu dekade ke depan, membuka peluang untuk generasi chip berikutnya yang lebih padat dan efisien. Pencapaian ini menandai sebuah babak baru dalam perkembangan semikonduktor dan menunjukkan bahwa batas fisik miniaturisasi chip belum akan tercapai dalam waktu dekat.

Artikel Terkait