🔴 Breaking
Teknologi

Penurunan Saham Apple Setelah Kenaikan Harga Produk

Saham Apple mengalami penurunan lebih dari 5 persen pada perdagangan Kamis (25/6/2026) setelah perusahaan mengumumkan kenaikan harga untuk beberapa produknya, mengakibatkan hilangnya nilai kapitalisas...

Chandra Kirana

Penulis

29 June 2026
22 kali dibaca
Penurunan Saham Apple Setelah Kenaikan Harga Produk
Sumber gambar: tekno.kompas.com

Saham Apple mengalami penurunan drastis lebih dari 5 persen dalam perdagangan yang berlangsung pada Kamis (25/6/2026) waktu Amerika Serikat. Penurunan ini terjadi setelah perusahaan mengumumkan kenaikan harga untuk beberapa produk, yang menyebabkan kehilangan nilai kapitalisasi pasar sekitar 275 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 4.482 triliun hanya dalam satu hari.

Pada hari yang sama, Apple mengumumkan bahwa harga beberapa perangkatnya, termasuk MacBook, iPad, Apple TV, dan HomePod, akan mengalami kenaikan. Besaran kenaikan harga tersebut bervariasi antara 15 hingga 25 persen, tergantung pada model perangkat. Meskipun harga iPhone tetap tidak berubah, Apple memberikan sinyal bahwa penyesuaian harga serupa mungkin akan terjadi di masa mendatang.

Penyebab Kenaikan Harga

Kenaikan harga ini memicu kekhawatiran di kalangan investor, yang khawatir bahwa hal ini dapat menekan permintaan konsumen di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu. Menurut laporan dari Forbes, saham Apple sempat merosot lebih dari 6 persen sebelum akhirnya menutup perdagangan dengan penurunan sekitar 5,3 persen di kisaran 277 dollar AS per saham.

Apple menjelaskan bahwa kenaikan harga ini disebabkan oleh lonjakan biaya komponen, terutama untuk chip memori (DRAM) dan penyimpanan (NAND flash). CEO Apple, Tim Cook, menyatakan bahwa perusahaan telah berusaha menahan kenaikan harga selama mungkin. Namun, meningkatnya harga memori akibat permintaan tinggi dari industri kecerdasan buatan (AI) membuat strategi tersebut tidak dapat dipertahankan. Apple mencatat bahwa perusahaan teknologi besar seperti Amazon, Microsoft, Meta, dan Alphabet kini membeli memori dalam jumlah besar untuk membangun pusat data AI.

Dampak Terhadap Penjualan

Akibatnya, produsen memori lebih memprioritaskan pasokan untuk industri AI, sehingga pasokan untuk perangkat elektronik konsumen menjadi lebih terbatas dan harga meningkat tajam. Meskipun Apple memiliki basis pelanggan yang setia, analis memperingatkan bahwa kenaikan harga ini berisiko memperlambat penjualan, terutama untuk produk yang ditujukan kepada konsumen yang sensitif terhadap harga. Hal ini menjadi salah satu faktor yang mendorong aksi jual saham Apple setelah pengumuman kenaikan harga tersebut.

Di sisi lain, beberapa analis tetap optimis bahwa Apple masih memiliki kekuatan dalam penetapan harga berkat ekosistem produk yang solid. Penurunan saham Apple juga mencerminkan kekhawatiran pasar bahwa dampak dari ledakan AI tidak hanya dirasakan oleh perusahaan teknologi, tetapi juga mulai berdampak pada produsen perangkat elektronik melalui kenaikan biaya komponen. Jika harga memori tetap tinggi, Apple telah mengisyaratkan bahwa penyesuaian harga juga mungkin akan mencakup lini iPhone dan produk lainnya di masa mendatang.

Artikel Terkait