CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan harapannya agar Danantara Indonesia Trust dapat memberikan dampak signifikan untuk program-program yang akan datang. Dalam pernyataannya, ia menekankan pentingnya yayasan tersebut untuk tidak hanya bergantung pada dana setoran tahunan dari induknya, Badan Pengelola Investasi Danantara.
Rosan menyatakan bahwa meskipun terdapat komitmen untuk menyetor Rp 17,9 triliun setiap tahun, yayasan filantropi ini sebaiknya juga mencari sumber pendanaan dari pihak lain. "Kami pun mengharapkan nanti bahwa Danantara Trust ini pendanaannya atau sumber pendanaan-nya tidak hanya berasal dari Danantara Indonesia," jelasnya di Wisma Danantara, Jakarta, pada Kamis (15/10/2025).
Kepercayaan dan Partisipasi Donatur
Ia berharap Danantara Indonesia Trust dapat semakin dipercaya sebagai lembaga filantropi yang dapat menarik minat para donatur. "Berjalannya waktu dan dengan keberadaan Danantara Trust ini memberikan juga kepercayaan dan kenyamanan untuk para filantropis, para donatur juga ikut berpartisipasi baik secara langsung (maupun) tidak langsung," ujarnya.
Rosan menambahkan bahwa keberadaan Danantara Trust diharapkan dapat memberikan dampak besar dan positif bagi kelangsungan program-program yang mereka jalankan di masa depan.
Pendanaan Tahunan untuk Program Prioritas
Sebelumnya, Danantara Indonesia Trust direncanakan akan menerima suntikan dana minimal sebesar US$ 100 juta atau sekitar Rp 1,79 triliun per tahun. Dana tersebut akan dialokasikan untuk mendukung program-program prioritas di tiga sektor strategis.
Rosan Roeslani mengungkapkan, "Kami pun di Danantara Indonesia memang berkomitmen untuk setiap tahunnya minimum memberikan pendanaan US$ 100 juta kepada Danantara Trust, itu adalah komitmen kami." Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung program-program di bidang kesehatan, pendidikan, dan sanitasi, termasuk bantuan vaksinasi dan beasiswa untuk tenaga kesehatan.
Inisiatif ini diambil bersama Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, dengan fokus pada pemberian beasiswa penuh kepada 1.343 dokter spesialis. "Karena kita disampaikan oleh Pak Budi dan jajarannya memang bukan hanya kita shortage kekurangan dari dokter umum, dokter spesialis lebih kurang lagi, lebih kurang lagi," tambahnya.
Beasiswa dan Dukungan Biaya Hidup
Rosan menjelaskan bahwa beasiswa yang diberikan oleh Danantara Indonesia Trust tidak hanya mencakup biaya pendidikan dokter spesialis, tetapi juga biaya hidup sebagai dukungan penuh. "Jadi kami pun memberikan itu, jadi kami pun memberikan tidak hanya dari segi beasiswanya saja, tapi juga biaya untuk hidup mereka selama mengikuti pendidikan sebagai dokter spesialis atau living expenses-nya," ujarnya.
Dengan demikian, diharapkan dalam waktu 3 hingga 6 tahun ke depan, 1.343 dokter spesialis akan dapat dihasilkan dari kolaborasi antara Danantara Trust dan Kementerian Kesehatan.