🔴 Breaking
Kesehatan

Duka Mendalam atas Meninggalnya Dokter PPDS di Siak

Kementerian Kesehatan menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas meninggalnya dr. Alex Cristo Loris, peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis Anestesi di RSUD Tengku Rafian, Siak, Riau. Penyeba...

Sekar Wangi

Penulis

15 July 2026
5 kali dibaca
Ilustrasi (Foto: Getty Images/Ash2016)
Ilustrasi (Foto: Getty Images/Ash2016)

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengungkapkan rasa duka yang mendalam atas kepergian dr. Alex Cristo Loris, seorang peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi di RSUD Tengku Rafian, Siak, Riau. Dalam pernyataannya, Kemenkes menyatakan, "Kepergian beliau meninggalkan duka bagi keluarga, rekan sejawat, serta seluruh insan kesehatan di Indonesia. Dedikasi dan semangat pengabdian yang telah diberikan akan selalu dikenang."

Lebih lanjut, Kemenkes berharap agar dr. Alex mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Mereka juga mendoakan agar keluarga dan orang-orang terkasih yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan penghiburan.

Penyelidikan Penyebab Kematian

Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI, Azhar Jaya, mengungkapkan bahwa pihaknya telah meminta laporan dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau serta pihak rumah sakit terkait. "Kami sudah mengetahui kasus tersebut dan sudah meminta keterangan lebih lanjut ke Dinkes Provinsi Riau dan RS terkait," ujarnya kepada wartawan.

Saat ini, Kemenkes belum mengetahui secara pasti penyebab meninggalnya dr. Alex. Azhar menambahkan, lokasi penemuan jenazah yang berada di semak-semak menimbulkan kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain. "Tetapi jika melihat lokasi ditemukan di semak-semak maka kemungkinan besar ada pelaku lain yang meletakkan korban di situ, sehingga ada kemungkinan ini bukan bunuh diri dan mungkin juga bukan bullying," jelasnya.

Temuan Jenazah dan Langkah Selanjutnya

Jenazah dr. Alex ditemukan oleh warga di Jalan Raja Kecik, Kecamatan Siak, Kabupaten Siak, pada Selasa siang, 14 Juli. Penemuan tersebut dilakukan oleh dua petugas keamanan rumah sakit dan seorang sopir ambulans yang menyisir area semak-semak berdasarkan rekaman kamera CCTV. Sekitar pukul 11.30 WIB, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Azhar menekankan pentingnya menunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian sebelum menarik kesimpulan lebih lanjut. "Jadi kami masih menunggu informasi dari Dinkes Provinsi Riau dan penyidikan polisi lebih lanjut," tutupnya.

Artikel Terkait