🔴 Breaking
Teknologi

Penurunan Pasar Smartphone Global, Namun Samsung dan Apple Justru Berkembang

Laporan terbaru dari Omdia menunjukkan bahwa pasar smartphone global mengalami penurunan, tetapi Samsung dan Apple berhasil meningkatkan pengiriman mereka.

Raihan Fadhila

Penulis

15 July 2026
6 kali dibaca
Penurunan Pasar Smartphone Global, Namun Samsung dan Apple Justru Berkembang
Sumber gambar: tekno.kompas.com

Omdia, sebuah firma riset pasar, baru saja merilis laporan mengenai pengiriman smartphone secara global untuk kuartal kedua tahun 2026. Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa pasar smartphone global mengalami penurunan sebesar 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini disebabkan oleh krisis memori yang masih berlangsung, yang berdampak pada pasokan komponen dan meningkatkan biaya produksi, sehingga menekan pasar secara keseluruhan.

Pertumbuhan Samsung dan Apple

Meskipun pasar secara umum melemah, beberapa vendor tidak merasakan dampak negatif dari krisis ini. Samsung dan Apple tercatat sebagai dua perusahaan yang berhasil meningkatkan pengiriman dan memperbesar pangsa pasar mereka dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Samsung tetap mempertahankan posisinya sebagai vendor smartphone terbesar di dunia dengan pangsa pasar sebesar 22 persen, meningkat dua persen dibandingkan kuartal kedua tahun 2025. Omdia mencatat bahwa pencapaian ini didorong oleh permintaan yang kuat dan ketersediaan pasokan perangkat yang stabil. Peluncuran seri flagship Galaxy S26 yang sempat tertunda juga berkontribusi pada pergeseran permintaan di segmen premium ke kuartal kedua.

Di sisi lain, Apple mencatatkan kinerja kuartal kedua terbaik dalam sejarahnya dengan pangsa pasar mencapai 20 persen, meningkat empat persen dari kuartal yang sama tahun lalu. Omdia menyebut bahwa pencapaian ini didorong oleh siklus pembaruan dan upgrade iPhone 17 series yang dianggap sebagai salah satu yang terkuat dalam sejarah produk tersebut.

Vendor Lain Mengalami Penurunan

Sementara itu, beberapa vendor lain seperti Xiaomi, Oppo, dan Vivo mengalami penurunan penjualan akibat melemahnya pasar smartphone, terutama di segmen kelas menengah dan bawah. Xiaomi berada di posisi ketiga dengan pangsa pasar 11 persen, diikuti oleh Oppo dengan 10 persen dan Vivo dengan 8 persen. Penurunan yang paling signifikan terjadi pada segmen pasar massal dengan harga di bawah 400 dollar AS, yang menghadapi keterbatasan pasokan, margin keuntungan yang tipis, serta sensitivitas harga yang tinggi, menurut Principal Analyst Omdia, Runar Bjorhovde.

Omdia juga mengamati bahwa banyak vendor mulai mengubah strategi mereka dari fokus pada volume penjualan menjadi meningkatkan nilai produk. Hal ini dilakukan dengan mengoptimalkan portofolio produk dan menyesuaikan harga ritel. Bjorhovde menekankan bahwa pengelolaan kenaikan biaya kini menjadi semakin kompleks dan sulit diprediksi, dengan beberapa vendor harus membayar harga chip memori yang jauh lebih mahal dibandingkan tahun lalu.

Research Manager Omdia, Le Xuan Chiew, menambahkan bahwa harga memori diperkirakan baru akan mulai turun pada paruh kedua tahun 2027, namun tidak akan kembali ke level sebelum tahun 2025.

Omdia memprediksi bahwa penurunan volume pengiriman smartphone mungkin akan berlanjut dalam dua kuartal mendatang, dipicu oleh permintaan musiman yang meningkat akibat peluncuran produk baru dan festival belanja, sementara pasokan chip memori masih terbatas.

Artikel Terkait