🔴 Breaking
Kesehatan

Gejala Diabetes yang Muncul di Pagi Hari yang Perlu Diwaspadai

Diabetes adalah kondisi yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah, dan beberapa gejala dapat muncul di pagi hari. Memahami tanda-tanda ini sangat penting untuk penanganan yang tepat.

Raihan Fadhila

Penulis

20 June 2026
6 kali dibaca
Foto: Ilustrasi haus (Getty Images/Prostock-Studio)
Foto: Ilustrasi haus (Getty Images/Prostock-Studio)

Jakarta - Diabetes adalah penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah. Beberapa gejala diabetes sering kali dapat terlihat pada pagi hari. Salah satu penyebab utama tingginya kadar gula darah di pagi hari adalah fenomena fajar, di mana hormon yang diproduksi tubuh secara alami pada pagi hari dapat meningkatkan kadar gula darah.

Berdasarkan informasi dari Cleveland Clinic, fenomena ini umum dialami oleh penderita diabetes. Penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 50 persen pengidap diabetes tipe 1 dan tipe 2 mengalami kondisi ini.

Gejala Diabetes yang Sering Muncul di Pagi Hari

Menurut dr. Randy Nusrianto, seorang spesialis penyakit dalam, pada tahap awal diabetes sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas. Hal ini membuat banyak pengidap tidak menyadari kondisi mereka dan tidak segera mencari pengobatan. Jika tidak ditangani, kadar gula darah dapat meningkat secara signifikan dan menyebabkan berbagai gejala. "Jadi gejalanya tidak spesifik," jelas dr. Randy dalam sebuah seminar baru-baru ini.

Beberapa gejala hiperglikemia yang mungkin muncul pada pagi hari antara lain:

  1. Rasa Lelah Terus-Menerus
    Diabetes dapat menyebabkan kelelahan yang ekstrem. Menurut Mayo Clinic, hal ini disebabkan oleh tingginya kadar gula darah yang mengganggu kemampuan tubuh dalam memanfaatkan glukosa sebagai sumber energi. Dehidrasi akibat frekuensi buang air kecil yang meningkat juga berkontribusi pada rasa lelah.
  2. Rasa Haus Berlebihan
    Polidipsia, atau rasa haus yang berlebihan, merupakan gejala umum diabetes. Penderita sering terbangun dengan rasa haus yang sangat kuat sebagai respons tubuh untuk mengatasi kadar gula darah yang tinggi. Ginjal bekerja lebih keras untuk menyaring kelebihan glukosa, yang memerlukan banyak cairan, sehingga meningkatkan rasa haus.
  3. Sering Buang Air Kecil
    Poliuria, atau sering buang air kecil, adalah gejala lain yang sering muncul pada malam hingga pagi hari. Kadar gula darah yang tinggi menyebabkan ginjal menyaring lebih banyak glukosa, yang menarik lebih banyak cairan dan meningkatkan produksi urine.
  4. Pandangan Kabur
    Kadar gula darah yang tinggi dapat menarik cairan dari jaringan tubuh, termasuk lensa mata, yang mempengaruhi kemampuan mata untuk fokus. Jika tidak diobati, diabetes dapat menyebabkan pembentukan pembuluh darah baru di retina dan merusak pembuluh darah yang sudah ada.
  5. Sakit Kepala
    Sakit kepala yang berkaitan dengan kadar gula darah tinggi pada penderita diabetes dapat bervariasi dari sedang hingga berat dan sering terjadi berulang. Sakit kepala ini bisa menjadi tanda bahwa kadar glukosa darah terlalu tinggi atau terlalu rendah, menurut Healthline.
  6. Merasa Sangat Lapar
    Diabetes melitus terjadi ketika tubuh tidak memproduksi insulin yang cukup. Glukosa adalah sumber energi utama yang diperoleh dari makanan. Tanpa insulin yang cukup, tubuh tidak dapat menggunakan glukosa secara optimal, menyebabkan rasa lapar yang meningkat atau polifagia, seperti yang dijelaskan oleh Cleveland Clinic.

Cara Memeriksa Kadar Gula Darah

Berikut adalah beberapa metode untuk memeriksa kadar gula darah:

  1. Tusuk Ujung Jari (Finger Prick)
    Metode ini melibatkan menusukkan jarum ke ujung jari untuk mengambil setetes darah. Pemeriksaan ini menggunakan strip tes dan alat pengukur glukosa yang memberikan hasil dalam hitungan detik.
  2. Continuous Glucose Monitoring (CGM)
    CGM adalah metode pemantauan kadar gula darah tanpa perlu menusuk jari secara berulang. Pasien menggunakan sensor kecil yang ditempelkan pada tubuh untuk mendeteksi kadar gula darah secara kontinu.
  3. Tes Hemoglobin A1C (HbA1c)
    Tes ini menunjukkan rata-rata kadar gula darah selama dua hingga tiga bulan terakhir. Hasilnya dibagi menjadi beberapa kategori: Normal (di bawah 5,7 persen), Prediabetes (5,7-6,4 persen), dan Diabetes (6,5 persen atau lebih).
  4. Tes Gula Darah Puasa (GDP)
    Pemeriksaan ini dilakukan setelah pasien berpuasa selama 8-12 jam. Seseorang dinyatakan diabetes jika kadar glukosa darah puasa mencapai 126 mg/dL atau lebih pada dua kali pemeriksaan yang berbeda.
  5. Tes Gula Darah Sewaktu (GDS)
    Pemeriksaan ini dilakukan tanpa puasa, dan kadar gula darah sewaktu dianggap normal jika berada di bawah 200 mg/dL.
  6. Tes Gula Darah Dua Jam Postprandial (GD2PP)
    Tes ini mengevaluasi respons tubuh terhadap glukosa setelah makan. Dalam dua jam setelah makan, kadar insulin dan glukosa darah seharusnya kembali mendekati normal. Hasil normal untuk tes ini adalah kurang dari 140 mg/dL.

Memahami gejala diabetes dan cara memeriksa kadar gula darah sangat penting untuk deteksi dini dan penanganan yang tepat.

Artikel Terkait