Harga emas dunia mengalami penurunan pada perdagangan hari Senin, 29 Juni 2026, setelah ketegangan kembali meningkat antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Selat Hormuz. Penurunan ini membuat banyak orang bertanya-tanya tentang pergerakan harga emas perhiasan di Raja Emas dan Laku Emas.
Menurut informasi yang dihimpun dari CNBC, harga emas spot turun sebesar 0,7% menjadi US$ 4.061,35 per ons pada pukul 02.42 GMT. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus juga mengalami penurunan sebesar 0,5% menjadi US$ 4.076,40. Hal ini menandakan bahwa logam mulia ini sedang menuju penurunan bulanan keempat berturut-turut dengan total penurunan sebesar 10,4%.
Pengaruh Ketegangan Geopolitik
Penurunan harga emas dunia ini dipicu oleh serangan yang terjadi antara AS dan Iran, yang juga berdampak pada kenaikan harga minyak. Harapan akan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (the Fed) semakin menekan harga logam mulia tersebut. “AS dan Iran kembali beraksi selama akhir pekan. Hal ini dengan serangan militer baru yang dilaporkan dari kedua pihak, yang menimbulkan keraguan lebih lanjut tentang berapa lama harga minyak dapat bertahan pada level rendah ini. Ini berdampak terhadap prospek inflasi dan suku bunga,” ungkap Chief Market Analyst KCM Trade.
Di sisi lain, harga minyak mengalami kenaikan setelah Iran meluncurkan rudal dan drone ke lokasi militer AS di Kuwait dan Bahrain pada Minggu pagi waktu setempat. Ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menghancurkan kepemimpinan Iran jika mereka tidak mematuhi kesepakatan untuk mengakhiri konflik.
Namun, Teheran dan Washington sepakat untuk menghentikan konflik di teluk dan melanjutkan pembicaraan mengenai perselisihan di Selat Hormuz, berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 28 Juni 2026. Kenaikan harga minyak mentah dapat menyebabkan inflasi dan berpotensi mendorong kenaikan suku bunga. Meskipun emas biasanya dianggap sebagai pelindung nilai terhadap inflasi, daya tariknya sebagai aset non-yielding menurun dalam lingkungan suku bunga yang tinggi. Pelaku pasar memperkirakan tiga kali kenaikan suku bunga oleh the Fed pada tahun ini, dengan prediksi sekitar 80% untuk kenaikan suku bunga pada bulan Desember, menurut CME FedWatch Tool.
Harga Emas Perhiasan Hari Ini
Investor kini tengah menunggu data ketenagakerjaan ADP untuk bulan Juni serta data penggajian non-pertanian AS yang akan dirilis akhir pekan ini. Data tersebut akan menjadi acuan untuk mengukur kebijakan moneter the Fed. “Harga emas bisa kembali mencapai level US$ 5.000 tahun ini, tetapi ini akan bergantung pada de-eskalasi lebih lanjut, pergerakan harga minyak yang berkelanjutan ke level sebelum perang untuk meredam dampak inflasi dari konflik tersebut, dan dolar AS yang lebih lemah,” ujar Waterer.
Berlanjut ke harga emas perhiasan di Raja Emas dan Laku Emas pada hari ini, Laku Emas menyediakan daftar harga jual emas perhiasan per gram yang dapat menjadi referensi bagi masyarakat yang berencana untuk menjual perhiasan mereka. Harga jual untuk emas 24 karat (99%) tercatat sebesar Rp 2.260.000 per gram, dengan catatan bahwa harga tersebut dapat berubah sewaktu-waktu.
Sementara itu, Raja Emas Indonesia juga merilis daftar harga beli emas perhiasan per gram yang dapat menjadi acuan bagi konsumen yang ingin melakukan pembelian. Harga beli untuk emas 24 karat (K24*) tercatat Rp 2.275.000, sedangkan emas 24 karat dengan kemurnian 99,5% dihargai Rp 2.235.000.