🔴 Breaking
Kesehatan

Hindari 4 Kebiasaan Pagi Ini Agar Kesehatan Ginjal Terjaga

Ginjal memiliki peran penting dalam tubuh, dan ada beberapa kebiasaan pagi yang sebaiknya dihindari untuk menjaga fungsinya. Berikut adalah kebiasaan yang perlu diperhatikan.

Aditya Surya

Penulis

26 August 2026
7 kali dibaca
Ilustrasi. (Foto: Getty Images/Pawel Kacperek)
Ilustrasi. (Foto: Getty Images/Pawel Kacperek)

Ginjal merupakan organ vital yang berfungsi menyaring darah, membuang cairan, dan mengeluarkan limbah dari tubuh. Untuk menjaga kesehatan ginjal, penting untuk mengenali beberapa kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit ginjal.

Menunda Buang Air Kecil

Kandung kemih biasanya mencapai kapasitas maksimal saat tidur, sehingga saat bangun tidur, seseorang cenderung merasa ingin buang air kecil. Menahan buang air kecil dapat memberikan tekanan pada kandung kemih dan ginjal. Kebiasaan ini dapat melemahkan otot kandung kemih, meningkatkan risiko infeksi, dan berpotensi merusak jaringan ginjal. Jika kebiasaan ini terus dilakukan, ginjal akan mengalami tekanan lebih besar saat urine akhirnya dikeluarkan.

"Jangan pernah menahan buang air kecil terlalu lama di pagi hari, dan jangan lakukan hal tersebut sepanjang hari," ungkap seorang ahli urologi di India, Dr Venkatsubramaniam.

Kurang Minum Air Putih

Setelah tidur semalaman, tubuh dan ginjal mengalami dehidrasi ringan karena kurangnya asupan cairan. Ginjal memerlukan cairan yang cukup untuk menjalankan fungsi pembuangan limbah. Jika tidak mengonsumsi air di pagi hari, fungsi ginjal bisa terganggu.

"Awali hari dengan setidaknya segelas air putih daripada memilih kopi atau teh," saran Dr Venkatsubramaniam. Ia menambahkan bahwa menjaga tubuh tetap terhidrasi di pagi hari dapat membantu memulai metabolisme, mendukung pencernaan, dan menjaga energi sepanjang hari. Minum air setelah bangun tidur juga dapat membantu menjaga kejernihan pikiran, mengurangi rasa lelah, serta mendukung proses pembuangan zat sisa dari tubuh.

Minum Obat Pereda Nyeri Saat Perut Kosong

Obat seperti ibuprofen dan aspirin sering digunakan untuk meredakan sakit kepala atau nyeri tubuh di pagi hari. Namun, penggunaan obat antiinflamasi non-steroid (AINS) untuk meredakan nyeri dapat mengurangi aliran darah ke ginjal. Jika dilakukan secara berulang, hal ini dapat menyebabkan peradangan dan kerusakan ginjal.

"Obat pereda nyeri dapat membahayakan ginjal jika tidak digunakan secara bijak, terutama jika dikonsumsi saat perut kosong," tambahnya. Mengonsumsi obat pereda nyeri tanpa makanan juga dapat memberikan tekanan tambahan pada ginjal karena tubuh tidak mendapatkan perlindungan dari makanan terhadap zat tersebut.

Melewatkan Sarapan Sehat

Banyak orang yang berusaha menurunkan berat badan atau memiliki aktivitas padat cenderung melewatkan sarapan. Tidak makan dalam waktu lama dapat menyebabkan ketidakseimbangan kadar gula darah dan meningkatkan produksi asam dalam tubuh. Hal ini dapat menambah beban kerja ginjal, yang harus menjaga keseimbangan kimiawi dan membuang zat sisa dari tubuh.

"Dengan melewatkan sarapan, seseorang cenderung mengonsumsi camilan tinggi garam yang memiliki kandungan natrium sangat tinggi," jelas Dr Venkatsubramaniam. Sarapan yang seimbang memberikan nutrisi penting yang membantu menjaga energi dan mendukung proses metabolisme yang berkaitan dengan kesehatan ginjal.

Artikel Terkait