🔴 Breaking
Galon Le Minerale Dapat Penghargaan Excellent dari theAsianparent Awards 2026 Keluarga Miliarder Indonesia Perluas Investasi di Sydney dengan Akuisisi Saham Signifikan Bahaya Penggunaan Baygon pada Ikan Asin yang Dikhawatirkan Menyebabkan Residu Berbahaya Strategi Publikasi Jurnal Scopus Dibagikan Dosen UIN Saizu kepada Mahasiswa Malaysia Luhut Tegaskan Pentingnya Hubungan Baik dengan Singapura Terkait Ekspor Gas Microsoft Tawarkan Program Pensiun Dini untuk 60.000 Karyawan demi Meningkatkan Efisiensi Kontroversi Penyemprotan Baygon pada Ikan Asin, BPOM Ambil Tindakan Pergerakan Harga Emas Perhiasan Hari Ini, 27 Oktober 2026 Keamanan Transaksi dan Legalitas Usaha, Kunci Sukses UMKM di Era Digital Tantangan UMKM di Indonesia: Modal dan Akses Pasar yang Perlu Diperhatikan Galon Le Minerale Dapat Penghargaan Excellent dari theAsianparent Awards 2026 Keluarga Miliarder Indonesia Perluas Investasi di Sydney dengan Akuisisi Saham Signifikan Bahaya Penggunaan Baygon pada Ikan Asin yang Dikhawatirkan Menyebabkan Residu Berbahaya Strategi Publikasi Jurnal Scopus Dibagikan Dosen UIN Saizu kepada Mahasiswa Malaysia Luhut Tegaskan Pentingnya Hubungan Baik dengan Singapura Terkait Ekspor Gas Microsoft Tawarkan Program Pensiun Dini untuk 60.000 Karyawan demi Meningkatkan Efisiensi Kontroversi Penyemprotan Baygon pada Ikan Asin, BPOM Ambil Tindakan Pergerakan Harga Emas Perhiasan Hari Ini, 27 Oktober 2026 Keamanan Transaksi dan Legalitas Usaha, Kunci Sukses UMKM di Era Digital Tantangan UMKM di Indonesia: Modal dan Akses Pasar yang Perlu Diperhatikan
Ekonomi

IHSG Diprediksi Melemah, Aksi Jual Asing Mencapai Ratusan Miliar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan mengalami penurunan pada 8 Oktober 2026, dipengaruhi oleh sentimen dari The Fed dan aksi jual bersih dari investor asing.

Fehardian Rahaja

Penulis

08 October 2026
49 kali dibaca
Ilustrasi [Suara.com/Alfian Winanto]
Ilustrasi [Suara.com/Alfian Winanto]

IHSG diprediksi akan melemah pada tanggal 8 Oktober 2026, seiring dengan sentimen dari The Fed dan aksi jual bersih yang mencapai Rp829 miliar. Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mencabut suspensi perdagangan untuk tiga saham, yaitu NICK, BIKE, dan POLA, setelah mengalami lonjakan harga yang signifikan sebelumnya.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan bergerak dalam konsolidasi dengan kecenderungan melemah dalam rentang 6.100 hingga 6.250 pada perdagangan Kamis (8/10/2026). Sentimen utama yang menekan indeks domestik berasal dari rilis FOMC Minutes bulan September yang menunjukkan nada hawkish. Sebagian besar anggota The Fed mengisyaratkan kemungkinan adanya kenaikan suku bunga lebih lanjut sebelum akhir tahun 2026 untuk mengatasi inflasi yang terus berlanjut dan aktivitas ekonomi AS yang masih solid.

Pada penutupan perdagangan sebelumnya, IHSG mengalami koreksi sebesar 0,75% di tengah arus modal keluar yang signifikan. Investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp829 miliar, dengan fokus penjualan pada saham-saham berkapitalisasi besar seperti BBCA, GOTO, BRIS, TPIA, dan ANTM. Berdasarkan analisis teknikal dari BNI Sekuritas, indeks berpotensi bergerak sideways dengan level support di 6.100–6.120 dan resistance di 6.200–6.250.

Pencabutan Suspensi Saham

Dari sisi regulasi bursa, Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) telah resmi mencabut suspensi perdagangan tiga saham mulai Sesi I hari ini setelah sebelumnya dihentikan akibat lonjakan harga yang signifikan. PT Charnic Capital Tbk (NICK) kembali diperdagangkan setelah mengalami kenaikan 94% menjadi Rp2.820 dalam sebulan sebelum disuspensi pada 21 September 2026. PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) dibuka kembali setelah lonjakan 119% menjadi Rp1.505 yang memicu suspensi sejak 29 September 2026. Sedangkan PT Pool Advista Finance Tbk (POLA) kembali aktif setelah harganya melonjak 107,55% menjadi Rp110.

Dalam konteks aksi korporasi lainnya, Adhi Karya (ADHI) mendivestasikan saham Tol Jogja-Solo senilai Rp1,77 triliun di bawah arahan Danantara, sementara OJK sedang menyelidiki dugaan penggelapan dana di Asuransi Bintang (ASBI). Untuk rekomendasi trading hari ini, BNI Sekuritas merekomendasikan saham MDKA, AMMN, PTRO, JPFA, SGER, dan UVCR. Di sisi lain, BRI Danareksa Sekuritas memberikan rekomendasi beli untuk saham INDY, KAEF, dan INDF.

Kondisi Pasar Global dan Regional

Berpindah ke pasar global, Wall Street ditutup di zona merah pada Rabu (7/10). Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,66%, S&P 500 mengalami koreksi 0,22%, dan Nasdaq Composite melemah 0,22%. Penurunan ini disebabkan oleh lonjakan imbal hasil (yield) US Treasury tenor 30 tahun yang mencapai rekor tertinggi, yang meningkatkan kekhawatiran pasar terkait beban utang dan inflasi di tengah suku bunga tinggi yang diperkirakan akan bertahan lebih lama.

Tekanan inflasi global semakin diperburuk oleh harga minyak mentah Brent yang kembali menembus dan bertahan di atas US$100 per barel. Kenaikan harga komoditas energi ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan perang di Iran, serangan kelompok Houthi ke fasilitas Arab Saudi, serta ancaman badai di wilayah produksi minyak Amerika Utara yang berpotensi mengganggu pasokan.

Beberapa sektor spesifik di Wall Street mengalami penurunan yang signifikan: sektor perumahan, di mana saham perusahaan properti anjlok antara 2,3% hingga 2,9% setelah suku bunga hipotek 30 tahun melonjak ke level tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Sektor semikonduktor juga terkoreksi 1,2% akibat aksi ambil untung setelah sektor ini memimpin pertumbuhan lebih dari 80% sepanjang tahun.

Selain itu, saham SpaceX mengalami penurunan 2,5% setelah muncul laporan bahwa perusahaan milik Elon Musk tersebut sedang mencari pendanaan besar senilai US$40 miliar untuk akuisisi chip kecerdasan buatan dari Nvidia. Mengikuti pelemahan di bursa AS, bursa saham di kawasan Asia juga mengalami penurunan pada perdagangan hari Rabu, terutama di pasar Korea Selatan dan Singapura. Di Seoul, indeks Kospi dan Kosdaq masing-masing melemah 2% dan 2,3%. Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 0,9%, diikuti oleh Topix yang melemah 0,7%. Indeks Hang Seng di Hong Kong juga turun 0,6%, tertekan oleh penurunan sektor bioteknologi yang merosot hingga 4%, sementara indeks ASX 200 di Australia ditutup dengan penurunan tipis 0,1%. Pasar keuangan di Tiongkok masih tutup karena libur nasional.

Artikel Terkait