Intel kembali melaksanakan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sejumlah karyawannya, kali ini menyasar divisi data center atau Data Center Group (DCG). Informasi ini disampaikan oleh juru bicara Intel kepada kantor berita internasional CRN. Menurut penjelasan Intel, langkah PHK ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk merampingkan struktur organisasi agar lebih efisien.
"Kami menyelaraskan organisasi DCG untuk memastikan divisi itu memiliki peran dan keahlian yang tepat, supaya bisnis kami sehat dan dapat sukses dalam jangka panjang," ungkap juru bicara Intel.
Dukungan untuk Karyawan Terdampak
Intel tidak mengungkapkan jumlah karyawan yang terdampak atau wilayah operasi mana saja yang terpengaruh oleh PHK tersebut. Namun, perusahaan memastikan bahwa karyawan yang terkena dampak akan mendapatkan dukungan dalam proses selanjutnya, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. "Kami berkomitmen memperlakukan seluruh karyawan yang terdampak dengan hormat, serta menyediakan sumber daya untuk mendukung mereka selama masa transisi," tambah Intel.
Sejarah PHK di Intel
PHK ini bukanlah yang pertama kalinya dilakukan oleh Intel. Sejak Lip-Bu Tan menjabat sebagai CEO pada Maret 2025, perusahaan yang berlokasi di Santa Clara, California ini telah melakukan beberapa kali PHK sebagai bagian dari restrukturisasi. Salah satu divisi yang terdampak sebelumnya adalah divisi Intel Automotive, yang bergerak di bidang arsitektur otomotif. Pada Juli 2025, Lip-Bu Tan menyatakan bahwa perusahaan akan melakukan efisiensi dengan mengurangi 15 persen dari total karyawan, dengan target akhir tahun tersisa 75.000 karyawan.
Namun, target tersebut tampaknya tidak tercapai. Berdasarkan laporan keuangan Intel untuk tahun 2025, jumlah total karyawan per 27 Desember 2025 tercatat sekitar 85.100 orang. Meskipun demikian, jumlah tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, di mana tercatat sekitar 108.900 karyawan per 28 Desember 2024.
PHK di divisi DCG ini dilakukan menjelang pengumuman laporan keuangan kuartal II-2026 yang direncanakan pada Kamis (23/7/2026) waktu setempat di AS. Sebelumnya, Intel melaporkan pendapatan kuartal I-2026 sebesar 13,6 miliar dollar AS (sekitar Rp 243 triliun), meningkat 7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, didorong oleh pertumbuhan bisnis data center yang naik 22 persen di tengah tingginya permintaan infrastruktur AI.