🔴 Breaking
Nasional

Kejadian OTT KPK di BNPB Mengguncang DPR: Korupsi di Tengah Bencana

Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK di BNPB pada 13 Oktober 2026 mengejutkan banyak pihak, termasuk anggota DPR yang menilai insiden ini menurunkan kepercayaan publik di tengah penanganan...

Fehardian Rahaja

Penulis

14 October 2026
13 kali dibaca
Anggota Komisi VIII DPR RI, Hetifah Sjaifudian. (Suara.com/Faqih)
Anggota Komisi VIII DPR RI, Hetifah Sjaifudian. (Suara.com/Faqih)

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melaksanakan operasi tangkap tangan (OTT) di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada tanggal 13 Oktober 2026, mengamankan 14 individu beserta barang bukti. Barang bukti yang berhasil diamankan mencakup uang tunai senilai Rp1,4 miliar dan logam mulia berupa emas.

Reaksi DPR terhadap Kasus Korupsi

Anggota Komisi VIII DPR RI, Hetifah Sjaifudian, mengungkapkan rasa terkejut dan prihatin atas kejadian OTT tersebut. Ia menilai situasi ini sangat ironis, terutama mengingat saat ini Indonesia tengah menghadapi berbagai bencana. Hetifah menyatakan, "Tentunya pasti terkejut. Ya pastinya juga kita prihatin. Padahal kan ini kayak lagi di Kalimantan kan ini lagi kondisinya nih kebakaran hutan masih belum beres." Ia menekankan pentingnya dukungan yang lebih serius dari BNPB dalam menghadapi bencana yang sedang terjadi.

Lebih lanjut, Hetifah menilai insiden ini sebagai pukulan berat bagi DPR dan menjadi bahan evaluasi dalam menjalankan fungsi pengawasan lembaga negara. Ia menjelaskan, "Ya pasti terpukul lah intinya gitu. Tapi kita akan pelajari lebih jauh lagi dan tentu sebagai DPR kan kita punya fungsi pengawasan ya." Menurutnya, kejadian ini harus menjadi refleksi bagi DPR untuk meningkatkan pengawasan di masa mendatang.

Proses Hukum dan Harapan untuk Pembenahan

Mengenai dugaan korupsi dalam pengadaan dana bencana, Hetifah menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk menelusuri kasus ini. Ia menekankan pentingnya kolaborasi agar penyelidikan dapat berlangsung secara menyeluruh. "Kita serahkanlah ya kepada penegak hukum untuk menggali, gitu, apakah hanya itu atau mungkin ada unsur-unsur lain yang harus diperbaiki," ujarnya.

Hetifah berharap insiden ini dapat menjadi momentum untuk melakukan pembenahan di internal BNPB dan kementerian terkait lainnya, serta memulihkan kepercayaan masyarakat yang terdampak. "Nah mudah-mudahan nanti bisa sesegera mungkin, apa dampak dari ini, terutama kepada kepercayaan publik ya. Trust publik kan jadi turun kepada lembaga yang menangani bencana ini," tuturnya.

Sebelumnya, KPK mengamankan 14 orang dalam OTT di BNPB, termasuk Sekretaris Utama, PPK, dan beberapa pihak dari unsur swasta. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyatakan bahwa tim KPK menemukan sejumlah barang bukti, termasuk uang tunai dan logam mulia. "Untuk uang tunai, hitungan awal oleh tim senilai sekitar Rp1,4 miliar," jelas Budi. Mengenai barang bukti emas, terdapat emas batangan dan tabungan emas, meskipun jumlah pastinya belum diungkapkan. Penyelidikan ini berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan barang dan jasa di BNPB.

Artikel Terkait