🔴 Breaking
Singapura Berikan Subsidi Kesehatan bagi Warga Terdampak Kabut Asap Kekhawatiran Bahlil Terhadap Dampak Serangan Houthi di Arab Saudi Tragedi Bayi 24 Hari: Bahaya Pemberian Makanan Sebelum Usia 6 Bulan Pelatihan Kader Kesehatan di Banyuanyar untuk Menghadapi Banjir Upaya Pertamina Patra Niaga Mengatasi Antrean SPBU di Bondowoso Akibat Lonjakan Konsumsi Pertalite BPOM Indonesia Siap Dukung Pengembangan Laboratorium Keamanan Pangan di Timor Leste Zulkifli Hasan Ingatkan Ancaman bagi Nelayan Lemah: Laut Kita Dikuasai Asing Bayi 24 Hari Diduga Diberi Telur Mentah, IDAI Beri Peringatan Kegiatan Al-Qur’an Super Camp di SDTQ Al Abidin Surakarta Memperkuat Karakter Islami Siswa Keamanan di Riyadh Memanas, Penerbangan dari Soekarno-Hatta ke Jeddah Tetap Berjalan Lancar Singapura Berikan Subsidi Kesehatan bagi Warga Terdampak Kabut Asap Kekhawatiran Bahlil Terhadap Dampak Serangan Houthi di Arab Saudi Tragedi Bayi 24 Hari: Bahaya Pemberian Makanan Sebelum Usia 6 Bulan Pelatihan Kader Kesehatan di Banyuanyar untuk Menghadapi Banjir Upaya Pertamina Patra Niaga Mengatasi Antrean SPBU di Bondowoso Akibat Lonjakan Konsumsi Pertalite BPOM Indonesia Siap Dukung Pengembangan Laboratorium Keamanan Pangan di Timor Leste Zulkifli Hasan Ingatkan Ancaman bagi Nelayan Lemah: Laut Kita Dikuasai Asing Bayi 24 Hari Diduga Diberi Telur Mentah, IDAI Beri Peringatan Kegiatan Al-Qur’an Super Camp di SDTQ Al Abidin Surakarta Memperkuat Karakter Islami Siswa Keamanan di Riyadh Memanas, Penerbangan dari Soekarno-Hatta ke Jeddah Tetap Berjalan Lancar
Ekonomi

Kekhawatiran Bahlil Terhadap Dampak Serangan Houthi di Arab Saudi

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan kekhawatirannya mengenai dampak serangan Houthi ke Arab Saudi yang dapat memperburuk kondisi energi global. Ia menekankan pentingnya perhatian terhadap kete...

Raihan Fadhila

Penulis

12 October 2026
11 kali dibaca
Sebuah kapal kontainer terlihat di Selat Hormuz di lepas pantai Pulau Qeshm, Iran, Sabtu, 18 April 2026. (AP Photo/Asghar Besharati)
Sebuah kapal kontainer terlihat di Selat Hormuz di lepas pantai Pulau Qeshm, Iran, Sabtu, 18 April 2026. (AP Photo/Asghar Besharati)

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, mengaku sulit tidur nyenyak akibat harus melakukan lobi untuk mendapatkan pasokan minyak dari berbagai negara, terutama dengan adanya sentimen yang berkembang di Arab Saudi. Ia menyatakan bahwa serangan Houthi ke Arab Saudi berpotensi memperburuk situasi energi global.

Bahlil menegaskan bahwa ketegangan di Timur Tengah saat ini belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda. Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran masih berlangsung, dan serangan dari kelompok Houthi dapat memperburuk arus logistik serta ketahanan energi dunia. "Ramalan kita, bahwa geopolitik ketegangan antara Iran, Amerika, Israel dan sekarang masuk, Houthi juga masuk ke Arab Saudi, ini akan semakin memperparah arus logistik dan ketahanan energi dunia," ujarnya di Djakarta Theatre, Jakarta, pada Senin (12/10/2026).

Risiko Terhadap Arus Logistik

Ia menjelaskan bahwa sebelum pecahnya perang yang mengganggu arus logistik di Selat Hormuz, sekitar 23% kebutuhan minyak mentah Indonesia berasal dari jalur tersebut. Bahlil menambahkan bahwa saat ini tidak ada yang bisa memprediksi kapan ketegangan ini akan mereda. "Tidak ada satu orang pun yang dapat meramalkan. Dulu kita punya 23%, crude kita dari Selat Hormuz. Sekarang dengan Arab Saudi lagi kena begini lagi, nambah lagi," tuturnya.

Karena itu, Bahlil mengungkapkan bahwa sebagai Menteri ESDM, ia tidak bisa tidur dengan tenang karena harus terus melakukan lobi untuk mendapatkan pasokan minyak.

Peringatan dari Menteri Dalam Negeri

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian juga mengingatkan akan potensi dampak ketegangan geopolitik di Timur Tengah terhadap harga minyak dunia. Ia menyoroti serangan kelompok Houthi ke Bandara Riyadh, Arab Saudi, yang menambah ketegangan baru di kawasan tersebut. "Kita perlu betul-betul mewaspadai situasi geopolitik dan ketegangan di Timur Tengah yang terus terjadi dinamis," kata Tito dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi 2026 di Gedung Kemendagri, Jakarta Pusat, pada Senin, 12 Oktober 2026.

Tito menambahkan bahwa eskalasi konflik di kawasan tersebut dapat memengaruhi produksi dan distribusi minyak, yang pada gilirannya dapat menyebabkan kenaikan harga energi. "Eskalasi yang berpengaruh terhadap situasi produksi dan distribusi harga minyak yang berpotensi naik," jelasnya.

Di sisi lain, Tito juga mengingatkan pemerintah untuk menjaga inflasi tetap terkendali di tengah berbagai risiko yang dapat memengaruhi perekonomian. Ia melaporkan bahwa inflasi tahunan Indonesia pada September 2026 mencapai 3,28 persen, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 3,19 persen. "Kita tahu bahwa di bulan September dibanding Agustus, YoY atau tahun ke tahun itu terjadi peningkatan dari 3,19 ke 3,28 persen," tutup Tito.

Artikel Terkait