Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan penjelasan terkait perhatian publik yang meningkat mengenai sejumlah pejabat yang memilih untuk berobat ke luar negeri demi mendapatkan 'second opinion'. Kemenkes berkomitmen untuk terus memperkuat layanan kesehatan di Indonesia agar masyarakat, termasuk pejabat, semakin yakin terhadap kualitas pelayanan yang ditawarkan rumah sakit di tanah air.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes RI, Aji Muhawarman, menyatakan bahwa pihaknya tidak ingin berkomentar mengenai keputusan individu untuk berobat ke luar negeri. "Ini saya tidak menanggapi kasus per kasus atau orang per orang ya," ujarnya saat dihubungi di Jakarta.
Pentingnya Transformasi Sistem Kesehatan
Aji menjelaskan bahwa saat ini, pemerintah fokus pada transformasi sistem kesehatan, terutama dalam hal pelayanan kesehatan rujukan atau layanan sekunder. "Tapi saya berpendapat bahwa sebetulnya kan kita sedang melakukan transformasi kesehatan. Salah satunya adalah tentang pelayanan kesehatan rujukan atau sekunder," tambahnya.
Penguatan layanan kesehatan dilakukan di berbagai aspek, termasuk kewenangan, tenaga kesehatan, tenaga medis, dan infrastruktur rumah sakit. "Artinya kita memperkuat terus. Dari sisi kewenangannya, dari sisi tenaga kesehatan, tenaga medisnya, peralatannya, infrastruktur semua kita perkuat," jelas Aji.
Harapan untuk Layanan Kesehatan yang Lebih Baik
Kemenkes berharap dengan adanya penguatan ini, masyarakat di berbagai daerah dapat mengakses layanan kesehatan berkualitas tanpa harus pergi ke kota besar atau bahkan ke luar negeri. "Sehingga kita berharap sebetulnya di beberapa daerah yang selama ini mungkin pelayanan sulit diakses, kualitasnya juga mungkin belum tinggi, itu dengan adanya penguatan-penguatan kita di lapangan, di rumah sakitnya, dengan tenaganya, alat segala macam, itu tentu membantu mempermudah itu, mempercepat itu, meningkatkan kualitasnya," ungkapnya.
Aji juga menambahkan bahwa masyarakat dari daerah terpencil tidak perlu lagi dirujuk ke kota-kota besar untuk mendapatkan pelayanan medis yang memadai. "Orang tidak perlu dari daerah-daerah terpencil atau yang susah harus ke kota-kota besar. Yang di kota besar tidak perlu keluar (negeri)," katanya.
Menurut Aji, kualitas layanan kesehatan di Indonesia saat ini telah mengalami peningkatan yang signifikan berkat penguatan sumber daya kesehatan dan pembangunan infrastruktur. "Karena kami yakin memang saat ini sudah ada jauh sekali peningkatannya dari sisi kualitas pelayanan dengan penguatan SDM kesehatan dan juga infrastrukturnya," tuturnya.
Ketika ditanya mengenai tren masyarakat Indonesia yang berobat ke luar negeri, Aji mengaku masih menunggu data terbaru. Namun, ia berharap tren tersebut akan menurun seiring dengan meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan nasional. "Saya masih cek datanya, tapi mestinya dengan adanya penguatan-penguatan kita, harusnya menurun," ujarnya.
Aji menekankan bahwa peningkatan mutu layanan kesehatan bertujuan untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit di Indonesia. "Karena kita ingin ada kepercayaan publik bahwa memang ini sudah semakin bagus tingkat pelayanan kita, kualitasnya, sehingga setara dengan pelayanan kesehatan di luar negeri. Itu harapan kita," pungkasnya.