🔴 Breaking
Bahaya Penggunaan Baygon pada Ikan Asin yang Dikhawatirkan Menyebabkan Residu Berbahaya Strategi Publikasi Jurnal Scopus Dibagikan Dosen UIN Saizu kepada Mahasiswa Malaysia Luhut Tegaskan Pentingnya Hubungan Baik dengan Singapura Terkait Ekspor Gas Microsoft Tawarkan Program Pensiun Dini untuk 60.000 Karyawan demi Meningkatkan Efisiensi Kontroversi Penyemprotan Baygon pada Ikan Asin, BPOM Ambil Tindakan Pergerakan Harga Emas Perhiasan Hari Ini, 27 Oktober 2026 Keamanan Transaksi dan Legalitas Usaha, Kunci Sukses UMKM di Era Digital Tantangan UMKM di Indonesia: Modal dan Akses Pasar yang Perlu Diperhatikan Penurunan Harga Tiket Pesawat Nataru Capai 11-13 Persen Risiko Pemangkasan Ekspor Gas ke Singapura: Ancaman BBM Langka dan Nilai Tukar Rupiah Bahaya Penggunaan Baygon pada Ikan Asin yang Dikhawatirkan Menyebabkan Residu Berbahaya Strategi Publikasi Jurnal Scopus Dibagikan Dosen UIN Saizu kepada Mahasiswa Malaysia Luhut Tegaskan Pentingnya Hubungan Baik dengan Singapura Terkait Ekspor Gas Microsoft Tawarkan Program Pensiun Dini untuk 60.000 Karyawan demi Meningkatkan Efisiensi Kontroversi Penyemprotan Baygon pada Ikan Asin, BPOM Ambil Tindakan Pergerakan Harga Emas Perhiasan Hari Ini, 27 Oktober 2026 Keamanan Transaksi dan Legalitas Usaha, Kunci Sukses UMKM di Era Digital Tantangan UMKM di Indonesia: Modal dan Akses Pasar yang Perlu Diperhatikan Penurunan Harga Tiket Pesawat Nataru Capai 11-13 Persen Risiko Pemangkasan Ekspor Gas ke Singapura: Ancaman BBM Langka dan Nilai Tukar Rupiah
Ekonomi

Kenaikan Harga Emas Antam pada 12 Oktober 2026

Harga emas Antam mengalami peningkatan sebesar Rp 2.000 per gram, mencapai Rp 2.594.000. Rincian harga dari berbagai pecahan juga disajikan.

Sabina Almira

Penulis

12 October 2026
45 kali dibaca
Pramuniaga menunjukkan emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk di sebuah gerai emas, Jakarta. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Pramuniaga menunjukkan emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk di sebuah gerai emas, Jakarta. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Harga emas batangan yang dipasarkan oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan pada perdagangan hari Senin, 12 Oktober 2026, dengan peningkatan sebesar Rp 2.000 per gram. Saat ini, harga emas Antam ditetapkan sebesar Rp 2.594.000 per gram, sedangkan pada hari sebelumnya, Minggu, 11 Oktober 2026, harga emas berada di angka Rp 2.592.000 per gram.

Selain harga jual yang meningkat, harga buyback emas Antam juga menunjukkan penguatan yang lebih signifikan, naik Rp 7.000 menjadi Rp 2.408.000 per gram. Harga buyback adalah jumlah yang diterima oleh pemilik emas ketika mereka menjual kembali emas batangan ke Antam. Sementara itu, harga yang tertera pada awal perdagangan adalah harga patokan jual emas Antam kepada konsumen.

Fluktuasi Harga Emas

Pergerakan harga emas Antam cenderung fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu, mengikuti dinamika harga emas di pasar global serta kondisi pasar harian. Sebagai catatan, harga emas Antam pernah mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah pada 29 Januari 2026, dengan harga mencapai Rp 3.168.000 per gram, dan harga buyback sempat menembus Rp 2.989.000 per gram.

Minggu lalu, harga emas dunia ditutup positif setelah melewati periode perdagangan yang tidak stabil. Meskipun ada tekanan dari kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat, penguatan dolar AS, dan kekhawatiran inflasi, harga emas berhasil pulih berkat penurunan imbal hasil obligasi dan harga minyak, serta aksi beli saat harga emas melemah.

Proyeksi Harga Emas

Pada minggu lalu, harga emas spot dibuka pada US$ 4.142,40 per ons. Di awal pekan, harga emas sempat menunjukkan penguatan seiring meningkatnya perhatian investor terhadap dampak inflasi dari konflik AS-Iran, kenaikan harga minyak, serta pembelian emas oleh bank sentral China. Namun, tekanan meningkat pada pertengahan pekan setelah risalah rapat Federal Reserve (The Fed) menunjukkan bahwa banyak pejabat masih memperkirakan perlunya kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun, yang menyebabkan harga emas menyentuh level terendah mingguan di angka US$ 4.066,31 per ons pada hari Rabu.

Emas kemudian bangkit kembali dan mencapai level tertinggi mingguan di angka US$ 4.207,48 per ons pada hari Jumat, didorong oleh pelemahan dolar AS dan penurunan imbal hasil obligasi. Menurut survei mingguan Kitco News, 50% analis Wall Street memperkirakan harga emas akan naik pekan ini, meskipun investor ritel masih terpecah dalam memprediksi arah pergerakan harga emas.

Dalam jajak pendapat daring yang dilakukan oleh Kitco, dari 206 suara yang terkumpul, 45% responden memperkirakan harga emas akan naik, 37% memprediksi harga akan turun, dan 18% lainnya memperkirakan harga akan bergerak mendatar. Data inflasi Amerika Serikat yang akan dirilis pekan ini diperkirakan akan menjadi faktor penting yang memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed dan pergerakan harga emas.

Marc Chandler, Direktur Pelaksana Bannockburn Global Forex, memperkirakan bahwa harga emas masih akan menghadapi tekanan, dan perlu bertahan di atas US$ 4.230 per ons untuk menunjukkan tanda-tanda penguatan. Sementara itu, Alex Kuptsikevich, analis senior FxPro, melihat potensi kenaikan lebih lanjut menuju US$ 4.300 hingga US$ 4.350 per ons, meskipun ia mengingatkan bahwa penguatan dolar AS dan masalah utang global tetap menjadi tantangan bagi harga emas dalam jangka panjang.

Artikel Terkait